Sejarah Internet Singkat Padat dan Jelas

sistem komputer

Sejarah – Sejarah Internet singkat ini akan memberitahukan anda bahwa dibalik gemerlapnya dunia internet saat ini terdapat sebuah proses yang sangat panjang. Menikmati internet setiap hari mungkin sudah menjadi hal yang sangat lumrah sekarang ini. Tanpa sebuah batasan, bahkan Anda seakan bisa menggunakan internet dengan sangat leluasa dan “sepuasnya”. Tapi dibalik fasilitas yang sangat memudahkan aktivitas ini, tahukan Anda bagaimana internet ini tercipta?

Berikut adalah ulasan singkat mengenai sejarah terciptanya internet:

Sejarah Internet Singkat

Sejarah internet singkat

Selain dari cerita cikal bakal internet yang diawali oleh lahirnya ARPANET, sejarah internet sebenarnya sudah mulai bisa dilihat sejak Robert W. Taylor da Levi C. Finch melakukan penelitian terkait jaringan global dan masalah interoperabilitas pada tahun 60an. Selanjutnya muncul beragam program penelitian yang mulai dilakukan untuk melihat mekanisme pengaitan jaringan secara fisik berbeda.

Solusi yang muncul pada kala itu ialah teknik packet switching. Penggunaan teknik ini memungkinkan file atau data dengan ukuran besar dikirim via jaringan komputer terlebih dahulu kemudian dipotong menjadi file-file kecil agar lebih mudah ditangani.

ARPANET Sebagai Cikal Bakal Internet

Pada tahun 1969 Departemen Pertahanan Amerika Serikat membentuk sebuah tim yang disebut Advanced Research Project Agent Network atau yang lebih dikenal dengan sebutan ARPANET. Sejak awal dibentuk ARPANET sudah memberikan hasil kerja yang begitu bagus, yaitu mendemonstrasikan bagaimana hardware dan software komputer yang berbasis UNIX dapat melakukan komunikasi jarak tak terhingga.

Proyek ARPANET ini merancang kehandalan bentuk jaringan sampai seberapa besar suatu informasi bisa dipindahkan. Semua standar yang ditetapkan kala itu menjadi cikal bakal dari pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai Transmission Control Protocol/Internet Protocol atau TCP/IP.
Cikal bakal internet

Tujuan Awal Internet

Awalnya proyek ini digarap hanya untuk keperluan militer, dimana Amerika merasa tersaingi dengan Uni Soviet dan berhasil menandingi dengan temuan tersebut.

Departement of Defense dari Amerika kala itu membuat sebuah sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer-komputer di daerah yang vital dengan tujuan untuk mengatasi masalah jika terjadi serangan nuklir.

Tujuan lain adalah untuk menghindari penumpukan informasi hanya pada satu pusat. Untuk memaksimalkan upayanya, ARPANET menggabungkan 4 situs yaitu Universitas Santa Barbara, Universitas California, Institut Riset Stanford dan Universitas Utah. Penggabungan ini sudah dilakukan sejak 1969, namun kemudian pada tahun 1972 ARPANET baru mengumumkan proyeknya ini secara umum.

Tak lama dari itu, keinginan masyarakat luas untuk merasakan jaringan tak terbatas ini semakin luas sehingga membuat ARPANET kewalahan. Alhasil ARPANET dibagi menjadi dua yaitu MILNET yang bekerja khusus untuk keperluan militer dan ARPANET baru yang difungsikan untuk non militer.

Packet Switching dan IP Internet

Donal Devices adalah tokoh dibalik pengembangan paket switching ini. Di saat yang sama, Larry Robert dari MIT. Taylor memulai proyek ARPANET ini, yaitu dengan menghubungkan dua perguruan tinggi Institut Riset Stanford dan Universitas California di Los Angeles pada 29 Oktober 1969.

Meski mengalami peningkatan kerja yang begitu signifikan, akan tetapi beberapa masalah juga muncul pada masa itu. Salah satunya adalah perbedaan peralatan jaringan yang secara fisik dapat dilihat jelas mampu melakukan komunikasi dengan baik. Mengingat setiap media fisik dari jaringan berbeda ini ikut mendorong protokol komunikasi supaya bisa melakukan internet working, sehingga banyak jaringan kecil yang tersambung dengan komputer besar.

Kemampuan internet menggabungkan beberapa media atau protocol berbeda ini artinya jaringan internet bisa digunakan pada telepon yang nantinya bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan komputer yang termasuk dalam jaringan LAN. Juga bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan radio. Nah inilah yang akhirnya menjadikan jaringan terseut disebut dengan inter network atau internet.

Hal tak kalah penting yang wajib Anda ketahui dari sejarah internet singkat ialah peranan Jon Postel dari ISI USC yang mengelola alokasi alamat IP internet. Jon juga turun mengelola IANA atau Internet Assigned Numbers Authorithy yang kini dioperasikan oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers atau ICANN.

Jon meninggal pada 16 Oktober 1998 dan sebelumnya sudah pernah memperoleh medali silver dari International Telecommunications atau ITU atas jasanya dalam membangun internet di dunia.

Penyempurnaan Email

Di tahun-tahun berikutnya perkembangan internet semakin terlihat nyata. Sebut saja pada tahun 1972 yang ditunjukan dengan penyempurnaan email yang dilakukan oleh Roy Tomlinson. Program yang diciptakan oleh ARPANET ini sangat berfungsi untuk kemudahan pengiriman file. Pada tahun yang sama icon @ juga diperkenalkan untuk menjadi lambang penting yang menunjukkan “pada” atau “at”.

Satu tahun kemudian, perkembangan ARPANET mulai merambah ke Inggris atau lebih tepatnya ke Universitas College di London. Komputer pada universitas ini merupakan yang pertama terhubung dengan ARPANET (di luar Amerika).

Tak perlu tunggu waktu lama, setahun berikutnya ratu Inggris berhasil mengirimkan email dan berhasil menggiring 100 komputer terhubung pada ARPANET hingga membentuk jaringan atau network. Kabar baik ini menjadikan Triscott, Steve Bellovin, dan Jim Ellis membentuk newsgroup bernama USEnet pada 1979.

Peristiwa yang Mempengaruhi Perkembangan Internet

perkembangan internet dari tahun ke tahun

Selain dari penjelasan di atas, perkembangan internet di dunia dan di Indonesia sendiri juga dipengaruhi oleh beberapa peristiwa besar di bawah ini.

Diluncurkannya Sputnik & ARPA

Pada tahun 1957 Rusia meluncurkan Sputnik sebagai wahana luar angkasa, dan Amerika Serikat merasa kalah. Sehingga terpacunya Amerika untuk menghasilkan sebuah teknologi terbaik, walhasil munculkan ARPA satu tahun kemudian.

Awal tahun 1960an, teori paket switching mulai diimplementasikan pada dunia nyata. ARPA juga mulai mengembangkan ARPANET di tahun 1960 dan mampu menggabungkan 4 komputer pada pertama penemuannya. Di tahun 1965 istilah hypertext mulai dikenalkan Ted Nelson. Sedangkan pada tahun 1968 jaringan Tymnet dibuat.

Kemudian pada tahun 1971 anggota ARPANET bertambah menjadi 23  node komputer dari berbagai universitas serta komputer riset pemerintah. Setelah itu berikutnya didirikan sebuah tim kerja bernama SNWG atau International Network Working Group yang akan meningkatkan teknologi jaringan juga membuat standar pada jaringan komputer.

Tahun 1972 sampai 1974 beragam layanan basis data yang komersial seperti The New York Times DataBank, Dialog Lexis mulai didaftarkan ke ARPANET. Hal ini menjadi pembuka awal masuknya dunia komersil di dunia Internet. Setahun selanjutnya ARPANET mulai melebarkan sayapnya di luar Amerika Serikat, dan anggota pertama yang masuk adalah Universitas di Norwegia dan London.

TPC mempublikasikan spesifikasi secara detail melalui Vit Cerf dan Bob Kahn di tahun 1974. Pada tahun yang sama ARPANET versi komersial yaitu Telenet juga dibuka untuk layanan paket data public yang pertama kali.

111 Komputer Terhubung Ke ARPANET

Protokol TCP dipecah menjadi dua pada tahun 1978 yaitu Internet Protocol dan Transmission Control Protocol. Selanjutnya pada tahun 1979 grup diskusi Usenet dibuka untuk pertama kali. Dalam grup ini Kevin McKenzie mengusulkan penggunaan emoticon. Penambahan jumlah PC juga sangat meningkat pada masa itu, bahkan sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia.

Di awal tahun 1980 dengan dukungan NSF, layanan email muncul dan beberapa layanan lain yang tak lagi membutuhkan ARPANET. Dan di tahun 1981 France Telecom berhasil menciptakan perangkat telephone dan televisi pertama, dengan begitu orang bisa saling menelepon sembari berhubungan dengan link video.

Kemudian di tahun 1982, Defense Communication Agency atau DCA bekerja sama dengan DARPA yang kemudian berhasil menciptakan TCP dan IP.

Tahun 1988, Jorko Oikarinen seseorang asal Finlandia memperkenalkan IRC (Internet Relay Chat). Setahun setelah itu sebanyak 100.000 komputer terhubung dan membentuk jaringan. Dengan kata lain jumlah komputer yang terhubung mencapai 10 kali lipat.

Perkembangan Internet di Era 90an

Awal era 90an dimulai dengan sebuah penemuan yang paling berharga, yaitu munculnya program editor dan browser yang ditemukan oleh Tim Berners Lee. Program ini memungkinkan komputer satu dengan lainnya bisa dijelajah dengan mudah. Program inilah yang disebut dengan WWW atau World Wide Web.

Tak perlu tunggu lama, 4 tahun berlalu sebanyak 3000 alamat halaman sudah terdaftar. Di tahun yang sama, virtual-shopping atau e-retail pun muncul di internet. Di tahun 1994 ini pula Yahoo! Didirikan sekaligus menjadi tahun berdirinya Netscape Navigator.

Sejarah Internet Singkat di Indonesia

sejarah internet di indonesia

Di Indonesia sendiri jaringan internet sebenarnya sudah mulai dikembangkan pada tahun 1983, tepatnya di Universitas Indonesia. Pengembangan dengan nama UInet ini dilakukan oleh Dr. Joseph F.P Luhukay yang saat itu baru saja lulus program doktor filosofi ilmu komputer di US.

Jaringan ini dibangun selama 4 tahun lamanya. Namun di waktu yang sama Luhukay pun mulai mengembangkan Universitas Network (UNInet) di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, walhasil jaringan komputer yang didapat lebih luas. Jaringan ini meliputi Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin dan Ditjen, serta Institut Teknologi Surabaya.

Dengan jaringan internet ini, perkembangan teknologi di Indonesia begitu terasa. Bahkan untuk masyarakat awam pun manfaat yang sama bisa dirasakan. Beberapa faktor berikut juga yang menjadi alasan mengapa internet begitu diminati oleh semua kalangan.

1. Operasi Non Stop

Internet beroperasi non stop setiap harinya, sehingga menjadikan media ini sebagai mesin bisnis yang begitu efisien. Keperluan lain yang membutuhkan waktu cepat juga dapat dipermudah dengan internet. Oleh sebab itu orang banyak mengandalkan internet sebagai medianya.

2. Audien Global

Ketika sebuah info atau topik diterbitkan di internet, maka seluruh orang dapat mengaksesnya dengan mudah. Inilah yang disebut dengan audient global, dimana setiap informasi di internet bisa disaksikan setidaknya oleh masyarakat di 190 negara.

3. Biaya Murah

Meskipun memberikan operasi non stop dan audien yang begitu luas, tapi internet bisa diakses dengan harga yang relatif murah. Penentuan harga ini jika dibandingkan dengan media lain hanya untuk layanan yang bisa dikatakan tak seimbang.

4. Alat Komunikasi

Sudah bukan hal aneh jika saat ini segala macam jenis komunikasi jarak jauh selalu mengandalkan internet. Banyaknya aplikasi dan situs pendukung juga menjadikan manfaat ini semakin mudah didapatkan. Menariknya untuk merasakan kemudahan komunikasi melalui internet, setiap pengguna tak membutuhkan syarat yang banyak dan memberatkan.

Itulah sejarah internet singkat mulai dari cikal bakalnya hingga saat ini sudah menjadi sesuatu yang sangat awam di dunia. Bahkan di negara-negara maju, internet pun menjadi sesuatu yang seakan menjamur. Tidak lagi dengan biaya, di beberapa negara Anda bisa mengakses dengan kecepatan maksimal tanpa biaya alias gratis.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Semoga dalam waktu dekat penyebaran akses internet gratis di seluruh pelosok bisa terealisasikan.

0 Shares:
3 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like