Belajar Bahasa, Mengenal Apa Saja Unsur Ekstrinsik Cerpen

Netsains-Cerita pendek terdiri dari dua unsur yang berbeda yang meliputi unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur yang ada dalam cerpen yaitu alur,tema, tokoh, setting, dan sebagainya.

Sedangkan unsur ekstrinsik cerpen merupakan unsur yang membangun cerpen dari luar. 

Untuk memahami lebih lanjut mengenai unsur ekstrinsik cerpen, sebaiknya Anda simak ulasannya berikut ini:

Bagian dari Unsur Ekstrinsik Cerpen

Bagian dari Unsur Ekstrinsik Cerpen

Ada tiga hal yang menjadi unsur ekstrinsik cerpen yang meliputi latar belakang masyarakat, latar belakang pengarang, serta nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen.

Mari pelajari mengenai unsur ekstrinsik cerpen beserta analisisnya supaya lebih mudah untuk dipahami. Ini dia ulasannya.

1. Latar Belakang Masyarakat

Unsur ekstrinsik cerpen berupa latar belakang masyarakat juga sering disebut dengan unsur sosial.

Latar belakang masyarakat adalah faktor lingkungan masyarakat sekitar yang mempengaruhi penulis dalam membuat cerpen.

Beberapa hal yang mempengaruhi unsur ini diantaranya; ideology negara, kondisi sosial. kondisi politik, dan kondisi ekonomi.

Mari kita analisis latar belakang masyarakat di dalam cerpen berjudul Koruptor Kita Tercinta yang ditulis oleh Agus Noor. Inilah sepenggal kisah yang dituangkan dalam cerpen tersebut:

Ia menjadi orang paling dibenci. Baik buruk memang lebih cepat dari membalik telapak tangan. Oleh majalah terpenting di negeri kami, ia dinobatkan Man of The Year sebagai pejabat paling jujur.

Karena kejujurannya itulah ia dihormati dan dicintai. Kau tahu sendiri, sekarang ini, mencari pejabat jujur lebih sulit dari mencari jarum di tumpukan jerami. Pejabat jujur ibarat binatang langka yang harus dilindungi.

Lalu bukti-bukti korupsi itu terkuak. Dan orang-orang yang selama ini begitu memujanya terbelalak.

Bertahun-tahun, dengan cara yang cerdik, ia mengatur: agar setiap kali ada orang buang hajat, ia mendapatkan keuntungan. 

Setelah membaca sepenggal cerpen tersebut, Anda tidak akan asing dengan fenomena ini. Dari kutipan tersebut, Anda bisa lihat bahwa pengarang memasukkan latar belakang masyarakat di dalam cerpen yang ditulisnya.

Melalui kutipan :Oleh majalah terpenting di negeri kami, ….” menunjukkan bahwa masyarakat lebih melek membaca dan melek teknologi.

2. Latar Belakang Pengarang

Unsur ekstrinsik lainnya adalah cerpen. Unsur ini dikenal juga dengan unsur biografi. Maksud dari unsur ini adalah hal-hal dan faktor yang ada dalam diri penulis yang mendorong serta memotivasinya untuk menulis cerpen.

Hal-hal yang terkait dengan latar belakang pengarang diantaranya; riwayat hidup dari penulis, aliran sastra penulis, serta kondisi psikologis dari penulis.

Nah, tidak hanya latar belakang masyarakat saja yang memengaruhi cerpen yang dihasilkan. Apakah Anda pernah mendengar mengenai seorang penulis bernama A. A. Navis?

Yuk, kita kulik latar belakangnya dalam analisis berikut ini!

A.A. Navis merupakan seorang sastrawan serta budayawan yang terkemuka di Indonesia. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah “Sang Pencemooh”.

Dalam cerpen tersebut, penulis banyak mengkritik kondisi sosial masyarakat di dalam karyanya.

Sebagai laki-laki yang memiliki darah Minang, beliau juga memberikan latar belakang masalah sosial Minang di dalam karyanya yang meliputi “Surau Kami” dan “Bianglala” di tahun 1963,

“Cerita Rakyat Sumbar” di tahun 1994, “Kemarau” di tahun 1967, dan sebagainya.

3. Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Cerpen

Unsur ekstrinsik cerpen yang terakhir adalah nilai yang terkandung dalam cerpen. Unsur ini disebut dengan unsur nilai. Jadi, nilai ini termasuk dalam pesan moral yang melatar belakangi dibuatnya cerpen.

Beberapa macam nilai yang ada dalam cerpen meliputi; nilai sosial, nilai agama, nilai moral, serta nilai budaya.

Supaya lebih jelas, yuk, simak kutipan cerpen berjudul Rambu Solo berikut ini:

Ayahku memiliki darah tana’ bulaan, bangsawan tinggi Toraja. Telah menjadi tradisi agar upacara Rambu Solo’ keturunan tana’ bulaan diselenggarakan secara besar-besaran bagaikan pesta.

Tedong bonga yang berharga ratusan juta, menjadi syarat utamanya. Orang Toraja percaya, tedong bonga akan menjadi kendaraan dan bekal menuju puya.

Makin banyak tedong bonga, kedudukan arwah Ayah di puya akan  makin agung. Arwah Ayah bisa diangkat Deata menjadi To Membali Puang.

Ia akan sejajar dengan para leluhur. Dengan demikian, arwah Ayah akan melindungi dan mengabulkan doa-doa kami.

Sekilas saja, Anda pasti sudah bisa menyimpulkan bahwa nilai yang terkandung di dalam cerpen ini adalah nilai budaya.

Dari kutipan “Telah menjadi tradisi agar upacara Rambu Solo’ sangat kentara nilai budaya yang kental dari adat Toraja.

Berikut ada contoh soal yang bisa Anda simak beserta cara penyelesainnya. Yuk, langsung saja, berikut soalnya:

contoh soal beserta cara penyelesainnya

contoh soal beserta cara penyelesainnya

Soal 1

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Dering alarm membuat Wardah tersentak. Ia meraba-raba meja kerja, berharap segera mendapati handphone-nya.

Memencet tombol snooze lalu membiarkan diri terlelap lagi barang 15 menit saja. Matanya terlalu berat untuk dibuka. Sementara deringan dari handphone semakin menggila. 

Annisa mencoba bangkit. Punggungnya terasa amat pegal hingga terdengar bunyi gemeletuk. Kesadarannya mulai pulih.

Ia mendapati diri masih di atas kursi kerja. Hampir semalaman ia mengerjakan tugas kantor, sementara sepertiga malam terakhir mulai menyapa. Layar monitor di depannya masih berkedip.

Menandakan baru beberapa jam ia terlelap. Rasa berat di bagian atas kepalanya tiba-tiba menyergap. 

Wanita itu mengambil kacamata lalu mengenakannya. Dering alarm masih terdengar. Ia segera mencari sumber suara.

Matanya yang masih redup menelusuri setiap sudut kamar. Tak juga ditemukan layar persegi yang menyala.

Latar waktu, suasana, dan tempat yang ada dalam kutipan cerpen di atas adalah …..

  1. Dini hari, kelelahan, kamar.
  2. Sore hari, bahagia, ruang kerja.
  3. Sore hari, sepi, kantor.
  4. Malam hari, bahagia, kamar.

Jawaban :

Pembahasan:

Latar waktu dini hari dapat Anda temukan pada kutipan “Hampir semalaman ia mengerjakan tugas kantor, sementara sepertiga malam terakhir mulai menyapa”.

Latar suasana kelelahan tersirat dalam kutipan “Punggungnya terasa amat pegal hingga terdengar bunyi gemeletuk. Kesadarannya mulai pulih.

Ia mendapati diri masih di atas kursi kerja.” Sedangkan latar tempat kamar dapat Anda lihat dari kutipan “Matanya yang masih redup menelusuri setiap sudut kamar”.

Soal 2

Dari kutipan cerpen di bawah ini, apa pesan moral yang bisa diambil?

Tapi, tunggu dulu, Anggara bilang Bang Gondrong adalah teladannya. Diam-diam ia belajar bagaimana caranya memalak.

Tidak, bukan menjadi preman di pasar yang memalak uang recehan, bukan levelnya.

Anggaran negara yang jumlahnya ratusan juta adalah tujuannya. Buah memang tidak selamanya jatuh dekat dengan pohonnya. Tapi, buah mangga tentu saja jatuh dari pohon serupa.

Bang Gondrong mendadak stroke saat mendengar Anggara ditangkap polisi karena menggelapkan uang negara.

Anak kebanggaan malah melempar kotoran ke wajahnya. Ia baru tahu, kalau orang tua adalah teladan untuk anaknya.

Selama ini hanya sibuk mencari uang haram dengan alasan membiayai pendidikan Anggara. Dia tidak sadar kalau baik buruknya nafkah akan berpengaruh pada hasil akhir kerja keras mendidik anaknya.

Inilah yang Pak Ustadz sering menyebutnya dengan ‘berkah’.

Jawab: Bukan besar atau kecilnya nafkah yang akan mempengaruhi keberhasilan seorang anak, melainkan halal atau haramnya.

Demikian ulasan mengenai unsur ekstrinsik cerpen. Semoga bermanfaat!

BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT:

√ Contoh Cerpen Persahabatan Singkat

Belajar Bahasa, Yuk Mengenal Unsur Intrinsik Cerpen

Contoh Kata Pengantar Laporan dan Struktur di Dalamnya

No Responses

Leave a Reply