Belajar Bahasa, Yuk Mengenal Unsur Intrinsik Cerpen

Netsains.com – Cerita pendek atau disingkat cerpen merupakan sebuah karangan fiktif yang pendek, singkat, dan bisa dibaca sekali duduk. Jumlah kata yang membentuk sebuah cerita pendek biasanya tidak lebih dari 10.000 kata. 

Di dalam cerpen terdapat unsur-unsur yang mendukung cerita. Nah, pembagian unsur-unsur tersebut ada dua yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Pada ulasan berikut akan lebih mengerucut membahas tentang unsur intrinsik cerpen.

Sebelum membahas mengenai apa saja yang menjadi bagian dari unsur intrinsik cerpen, sebaiknya Anda mengenal terlebih dahulu mengenai pengertian unsur intrinsik cerpen. Berikut pemaparannya.

Pengertian Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur intrinsik cerpen merupakan unsur-unsur yang membentuk cerpen dari dalam. Nah, apa cerpen yang paling menjadi favorit Anda?

Biasanya cerita akan sangat membekas karena latar, kekuatan penokohan yang baik, gaya bahasa yang lugas dan unik, serta suasana yang membuat pembaca ikut merasa greget.

Hal tersebut dikarenakan penulis cerpen dapat meramu dengan baik unsur-unsur intrinsik cerpen. Lalu, apa saja unsur intrinsik cerpen itu? Yuk, cari tahu lebih lanjut pada ulasan berikut ini.

unsur intrinsik cerpen

Unsur Intrinsik di dalam Cerita Pendek

Terdapat 8 unsur intrinsik cerpen yang meliputi tema, tokoh, penokohan, alur, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan juga amanat.

Namun, ada juga beberapa sumber yang menggabungkan tokoh dan penokohan dalam satu unsur. Supaya lebih jelas, mari masuk ke pembahasan satu per satu:

1. Tema

Tema adalah salah satu unsur intrinsik cerpen yang paling penting. Unsur ini dikenal juga dengan istilah topik ataupun pokok permasalahan. 

Tema memiliki arti pokok atau gagasan utama di dalam sebuah cerpen yang berisikan ide-ide yang melatarbelakangi isi dari keseluruhan cerpen.

Dalam proses pembuatan cerpen, penulis harus menentukan tema terlebih dahulu. Sebab, tema merupakan nyawa serta inti dari cerita itu. 

tema yang umum diangkat dalam sebuah cerpen diantaranya persahabatan, cinta, pendidikan, dan tema lain yang berkaitan dengan pengalaman si Penulis.

2. Tokoh

Unsur yang berikutnya adalah tokoh. Arti dari tokoh adalah pelaku fiktif yang terdapat dalam cerpen. Ada beberapa pembagian tokoh di dalam sebuah cerpen.

Secara garis besar, dibagi menjadi dua, yaitu tokoh utama dengan porsi cerita yang besar, serta tokoh pembantu yang tidak mempunyai pengaruh besar untuk jalan cerita dalam cerpen.

Secara lebih rinci, pembagian tokoh dalam cerpen dibagi menjadi 4, meliputi:

  • Tokoh Protagonis: merupakan tokoh di dalam cerpen yang menjadi pemeran utama. Sifat dari tokoh protagonis positif dan baik. Tokoh protagonis biasanya jujur, ramah, berani, lembut, dan sebagainya.
  • Tokoh Antagonis: merupakan tokoh di dalam cerpen yang menjadi pemeran utama tapi mempunyai sifat yang buruk dan negatif. Tokoh antagonis biasanya bersifat jahat, iri, pemarah, sombong, dan sebagainya.
  • Tokoh Tritagonis: merupakan tokoh di dalam cerpen yang mempunyai sifat penengah yang bijaksana dan arif.
  • Tokoh Figuran: merupakan tokoh di dalam cerpen yang membantu dna memberi warna cerita.

unsur intrinsik cerpen

3. Penokohan

Terdapat perbedaan antara unsur intrinsik cerpen tokoh dan penokohan. Penokohan merupakan cara penulis menggambarkan watak tokoh di dalam cerita. Jadi, pembaca dapat mengetahui watak dari tokoh-tokoh melalui media tertentu.

Macam-macam penokohan yang bisa dilakukan oleh penulis cerpen adalah:

  • Penokohan analitik yang berarti cara pengarang untuk menggambarkan watak tokoh melalui pemaparan secara langsung. Contohnya adalah Amara adalah gadis pemarah.
  • Penokohan dramatik yaitu cara pengarang menggambarkan watak tokoh secara tersirat. Caranya dengan melalui penggambaran tingkah laku, fisik, reaksi dari tokoh lain, dan sebagainya. Contohnya, untuk menggambarkan Amara adalah gadis pemarah dengan narasi seperti ini:

Urat-urat di pelipis Amara menonjol. Tangannya terkepal dengan kuat. Rahangnya menggembung. Hati Amara terbakar melihat teman-teman membicarakan gadis itu di belakangnya.

4. Plot atau Alur

Unsur intrinsik cerpen yang selanjutnya adalah plot atau alur. Pengertian dari alur adalah rangkaian peristiwa yang disampaikan oleh pengarang hingga membentuk sebuah cerita hingga tandas sepenuhnya.

Ada beberapa tahap dalam alur yaitu perkenalan, pemunculan konflik, klimaks, anti-klimaks, serta tahap penyelesaian. Pada setiap tahap mempunyai karakteristik serta ciri khas masing-masing yang berkaitan dengan jalan cerita.

Berdasarkan pada urutan kronologi, ada bermacam alur cerita yaitu:

  • Alur maju yaitu alur cerita yang bergerak maju sejak awal cerita hingga akhir sesuai dengan kronologi waktu.
  • Alur mundur yaitu alur yang bergerak mundur dimulai dari akhir cerita dan kembali pada awal perkenalan. Alur mundur disebut juga dengan kilas balik atau flashback.
  • Alur Campuran adalah perpaduan antara alur maju dan mundur di dalam sebuah cerita.

5. Latar atau Setting

Latar adalah hal yang berkaitan dengan waktu, tempat, suasana saat cerita berlangsung. Artinya, latar ada kaitannya dengan detail sekeliling ketika cerita sedang berlangsung. Ada 3 jenis latar yang perlu Anda ketahui, yaitu:

  • Latar tempat yang menjelaskan di mana peristiwa di dalam cerpen terjadi. Contoh: di ruang kelas, jalan, rumah, kafe, dan sebagainya.
  • Latar waktu yang menjelaskan kapan kejadian di dalam cerpen terjadi, seperti pada siang hari, malam hari, keesokan harinya, dan sebagainya.
  • Latar suasana yang menjelaskan gambaran suasana ketika peristiwa terjadi, latar suasana juga berkaitan dengan perasaan yang dialami oleh tokoh. Contohnya suasana tegang, ramai, sedih, bahagia, dan sebagainya.

unsur intrinsik cerpen

6. Sudut Pandang (Point of View)

Unsur intrinsik cerpen yang keenam adalah sudut Pandang (Point of view). Sudut pandang merupakan pandangan dari pengarang saat menyampaikan cerita.

Aplikasinya bisa Anda lihat dari kata ganti yang digunakan oleh pengarang di dalam cerpen yang dibuatnya.

Terdapat tiga sudut pandang yang bisa digunakan dalam sebuah cerpen, meliputi:

  • Sudut pandang orang pertama yaitu cara pengarang dalam menyampaikan cerita sebagai orang pertama yang ditandai dengan kata ganti orang pertama yaitu aku atau kami.
  • Sudut pandang orang kedua yaitu cara pengarang dalam menyampaikan cerita sebagai orang kedua yang ditandai dengan kata ganti orang kedua yaitu Anda atau Kamu.
  • Sudut pandang orang ketiga yaitu cara pengarang dalam menyampaikan cerita sebagai orang ketiga yang ditandai dengan kata ganti orang pertama yaitu dia atau mereka atau dengan nama.

7. Gaya Bahasa

Gaya bahasa adalah unsur intrinsik cerpen yang berhubungan dengan diksi dan juga bahasa. Gaya bahasa memiliki pengertian yaitu ciri khas pemilihan kata serta bahasa yang digunakan oleh penulis.

Hal ini meliputi pemilihan kata, penghemat kata, penggunaan kalimat, pemakaian majas, dan sebagainya.

Setiap penulis mempunyai gaya bahasa yang berbeda. Inilah yang membuat satu penulis dengan lainnya memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing.

unsur intrinsik cerpen

8. Amanat atau Pesan Moral

Unsur intrinsik cerpen yang terakhir adalah amanat yang mempunyai arti pesan yang terkandung dalam cerpen yang disampaikan oleh penulis.

Pesan yang disampaikan bisa tersurat ataupun tersirat. Pembaca bisa menyimpulkan sendiri apa saja pesan yang terkandung di dalam cerpen.

Demikian unsur intrinsik cerpen serta pembahasannya. Semoga bermanfaat.

BACA JUGA:

No Responses

Leave a Reply