Proses Siklus Air Hujan dan Daur Air (Siklus Hidrologi)

proses siklus air hujan / hidrologi

Siklus Air – Air menjadi hal yang sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi air yang sangat penting bagi kehidupan membuat siapa saja tidak bisa lepas dari air meskipun hanya satu hari.

Sebagai pengguna air, sudah sepantasnya Anda tahu bagaimana siklus air berjalan. Jika dipikirkan, air selalu kita gunakan setiap hari, namun jumlahnya tetap saja stabil. Bahkan, setiap harinya Anda masih bisa menggunakan air dengan bebas.

Dari sini, bukankah daur air ini sangat cepat terjadi? Seperti apa sih siklus hidrologi ini berjalan. Nah, untuk Anda yang penasaran bagaimana siklus air ini berjalan, yuk langsung saja simak penjelasan dari daur air di bawah ini.

Pengertian Siklus Air

proses siklus air hujan / hidrologi
moondoggiesmusic.com

Siklus air merupakan proses bergeraknya air dari tempat satu ke tempat lainnya dengan urutan pertama dan merupakan hal yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup di muka bumi.

Karena sifat air yang mudah diperbarui, oleh sebab itu saat air digunakan maka ia akan datang lagi dengan proses yang sudah diperbarui.

Berdasarkan macam-macamnya, siklus air atau siklus hidrologi ini dibedakan menjadi 3 macam yakni siklus pendek, siklus sedang dan juga siklus panjang. Nah, setiap siklus yang terjadi juga mengalami beberapa tahapan. Berikut ini akan dijelaskan tahapan dari setiap siklus air.

– Siklus Air Pendek

Siklus pendek bisa disebut pula dengan nama siklus kecil. Siklus air ini merupakan siklus air yang paling sederhana karena hanya melibatkan beberapa tahapan saja. untuk lebih jelasnya mengenai tahapan dari siklus air ini, yuk langsung saja simak selengkapnya di bawah ini.

  • Sinar matahari datang mengenai air yang ada di permukaan bumi sehingga menyebabkan terjadinya penguapan.
  • Air yang menguap akan mengalami kondensasi yang akibatnya terjadilah pembentukan wan yang di dalamnya mengandung banyak uap air.
  • Terjadi kejenuhan pada awan yang mengandung uap air sehingga turunlah hujan di permukaan laut.

Nah, karena siklus ini air hujannya langsung turun ke permukaan laut, sehingga tahapannya berhenti sampai di sini. Sebab, tidak ada tahapan air mengalir menuju ke laut. Di sini air hujan tersebut akan bercampur dengan air laut kemudian mengalami siklus pendek ini lagi.

– Siklus Air Sedang

Siklus air kedua adalah siklus air sedang dimana siklus ini memiliki tahapan yang lebih panjang dibandingkan dengan siklus yang pertama. Bagaimana tahapan pada siklus daur air ini, yuk langsung saja simak selengkapnya di bawah ini.

  • Matahari menyinari air di bumi, sehingga air mengalami penguapan. Adanya proses ini disebut dengan evaporasi karena air menguap karena terkena paparan sinar matahari.
  • Setelah air menguap, uap tersebut akan mengalami adveksi atau hasil pemanasan yang disebabkan oleh angin sehingga terbawa menuju ke arah daratan.
  • Di daratan, uap air tersebut akan membentuk sebuah awan yang berubah menjadi hujan.
  • Air hujan yang turun ke daratan mengalami runoff atau mengalir menuju ke sungai dan dari sungai air akan kembali ke laut.

Siklus ini bisa dikatakan asih sederhana meskipun tahapannya lebih panjang dibandingkan dengan siklus yang pertama. Yang menjadikan perbedaan antara siklus ini dengan sebelumnya adalah adanya perpindahan uap menuju ke daratan.

– Siklus Air Panjang

Sesuai dengan namanya siklus panjang berarti tahapan yang dilakukan dalam siklus ini lebih panjang dibandingkan dengan kedua siklus di atas. Selain itu, tahapan dari siklus daur air ini juga lebih kompleks. Adapun tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

  • Matahari menyinari bumi dan sumber-sumber mata air laut sehingga air mengalami proses penguapan
  • Setelah air menguap terjadilah proses evaporasi dimana air akan berubah menjadi uap yang disebabkan oleh sinar matahari
  • Uap air yang terbentuk karena proses evaporasi akan berubah dan mengalami sublimasi sehingga membentuk sebuah awan
  • Awan yang terbentuk mengandung kristal es di dalamnya
  • Awan akan mengalami proses adveksi kemudian bergerak menuju ke daratan.
  • Awan yang berada di daratan akan mengalami prespitasi dan turunlah menjadi salju
  • Salju yang turun ke permukaan bumi akan terakumulasi sehingga berubah menjadi gleser
  • Gleser ini akan mencair sehingga airnya akan mengalir ke sungai dan kembali lagi menuju ke laut.

Seperti itulah kiranya tahapan siklus air yang terjadi setiap harinya. Untuk Anda yang ingin mendapatkan informasi lain mengenai daur air, yuk langsung saja simak proses daur air di bawah ini.

Proses Siklus Air

proses siklus air
ilmudasar.id

Dalam siklus air, air akan mengalami proses yang sangat panjang seperti penguapan, kondensasi, air mengalir di permukaan, pencairan salju, debit sungai. Siklus Hidrologi yang terjadi juga mengalami proses yang panjang dan terjadi secara berputar. Untuk lebih jelasnya langsung saja simak tahapan siklus air hujan di bawah ini.

– Penguapan

Pada tahap pertama, matahari memiliki peranan yang sangat penting pada siklus hidrologi. Panasnya sinar matahari yang mengenai air laut, sungai maupun danau akan mengakibatkan proses penguapan air menuju ke udara. Proses menguapnya air ini disebut dengan transpirasi. Adapun air yang menguap berbentuk uap air dan tidak dapat dilihat dengan menggunakan mata telanjang.

– Pendinginan

Setelah air menguap, maka uap tersebut akan bersentuhan dengan udara sehingga membawanya ke atmosfer. Saat uap air tersebut berada di atmosfer, ia akan mengalami pendinginan sehingga uap air akan berubah menjadi awan yang di dalamnya mengandung jutaan tetes air kecil.

– Air Hujan Turun ke Bumi

Setelah awan terbentuk, maka awan ini akan berjalan mengelilingi bumi hingga waktunya telah tiba sehingga awan mengalami kejenuhan dan tidak dapat menahan air lagi, ada saat seperti inilah awan akan berubah menjadi hujan. Nah, jika hujan ini berada pada tempat yang dingin, maka air hujan akan berubah menjadi hujan salju atau hujan es.

– Daur Air

Hujan dan salju yang turun ke bumi akan kembali berbentuk air dan mengalir menuju ke sungai, waduk danau maupun lainnya. Ada juga air hujan yang terserap oleh tanah melalui proses infiltrasi. Ada jug air yang terus berjalan dan masuk ke mata air tawar hingga menuju ke lautan yang merupakan sumber air terbesar. Di sinilah air akan kembali menguap dan siklus akan berputar kembali.

Proses Daur Air

Proses Daur Air

Seperti yang sudah disinggung di atas bahwa daur air merupakan sebuah proses dimana air yang bersih digunakan kemudian menjadi bersih lagi. nah, dalam daur air ini terjadi tujuh proses yang meliputi evaporasi, transpirasi, sublimasi, kondensasi, pengendapan, limpasan dan juga infiltrasi. Adapun penjelasan dari setiap proses tersebut adalah sebagai berikut:

– Evaporasi

Evaporasi adalah sebuah tahapan dimana air yang ada di permukaan bumi mengalir penguapan yang disebabkan oleh energi panas dari sinar matahari. Air yang berbentuk cair baik dari sungai, danau, laut maupun rawa-rawa akan menguap dan naik ke udara. Semakin banyak energi panas yang sampai ke bumi, maka roses laju evaporasi juga akan semakin besar.

– Transpirasi

Transpirasi merupakan sebuah proses penguapan yang terjadi pada tumbuhan. Dalam proses ini akan tanaman akan menyerap air kemudian air tersebut akan didorong menuju ke daun untuk melakukan fotosintesis. Hasil air fotosintesis ini akan dikeluarkan oleh stomata daun dalam bentuk uap air.

– Sublimasi

Sublimasi merupakan sebuah proses penguapan yang terjadi pada es yang menguap sebelum memasuki fase mencair. Adapun sumber air pertama dalam proses sublimasi merupakan lapisan es yang berada pada pegunungan, kutub utara maupun kutub selatan. Adapun penguapan yang terjadi pada proses sublimasi ini berjalan lebih lambat dibandingkan dengan yang lainnya.

– Kondensasi

Kondensasi merupakan sebuah proses yang terjadi ketika air menguap dan uap air tersebut akan menuju ke lapisan atmosfer. Nah di ketinggian tertentu uap ini akan berbuah menjadi partikel es yang sangat kecil, akibat pengaruh suhu udara yang rendah. Partikel-partikel ini akan saling mendekat antar satu sama lain sehingga membentuk sebuah awan dan kabut yang ada di langit.

– Pengendapan

Pengendapan adalah sebuah proses yang terjadi ketika awan berubah menjadi hujan karena perubahan panas dan suhu. Jika suhu tersebut rendah, maka air yang turun ke bumi akan berupa salju atau es. Melalui proses ini air akan kembali ke atmosfer.

– Limpasan

Limpasan merupakan salah satu proses daur air yang terjadi ketika air mengalir ke permukaan bumi. Nah, air ini juga akan bergerak kemudian berpindah dari tempat yang tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah melalui sungai, danau, rawa dan atau rawa. Pada tahap ini, mengalirnya air akan kembali lagi ke bagian lapisan hidrosfer.

– Infiltrasi

Infiltrasi merupakan sebuah tahapan dimana air yang turun ke permukaan tidak mengalami limpasan. Sebaliknya, air ini malah bergerak dan masuk ke dalam tanah. Masuknya air ke dalam tanah secara tidak merata ini disebut dengan infiltrasi.

Melihat siklus daur air di atas menandakan bahwa siklus air ini benar-benar mengalami proses yang panjang. Bahkan prosesnya juga dibagi menjadi tiga baik itu siklus pendek, siklus sedang maupun siklus panjang yang terdiri dari tahapan masing-masing yang berbeda.

Hal ini juga yang menjadikan air tetap ada meskipun digunakan setiap saat dan tidak akan pernah habis. Sebab, air merupakan salah satu sumber daya yang dapat diperbarui. Namun, akhir-akhir ini kualitas air di permukaan bumi mulai berkurang.

Hal ini biasanya sering terjadi di wilayah perkotaan dimana hasil daur air sudah tidak sejernih dan sebersih zaman dahulu. Ini menjadi salah satu perubahan yang terjadi pada daur air karena adanya kerusakan pada lingkungan.

Sebuah lingkungan yang sudah rusak maka kualitas airnya juga akan rusak. Kualitas air yang rusak tidak hanya terjadi pada air sungai, laut namun juga air tanahnya. Banyaknya sampah yang menumpuk di permukaan tanah juga mempengaruhi kualitas air.

Terlebih lagi saat ini banyak sekali jalan yang ditutup dengan menggunakan semen sehingga tanah mengalami kesulitan untuk melakukan infiltrasi. Padahal, air tanah menjadi salah satu sumber air bagi kehidupan manusia. jika sudah demikian, bagaimana anak cucu kita akan menikmati air yang bersih?

Hal ini tentunya menjadi PR bagi seluruh umat manusia di dunia. mungkin saat ini Anda masih bisa menikmati air bersih dengan mudah, namun bisa jadi anak cucu Anda di masa yang akan datang tidak lagi. oleh sebab itu, perbaiki daur air dengan memperbaiki lingkungan alamnya.

0 Shares:
2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like