Teori Maslow dan Tingkatan Kebutuhan Manusia

Konsep Teori Maslow dan Tingkat Kebutuhan Manusia

Pernahkah Anda mendengar istilah Teori Maslow? Teori ini sangat familiar dalam dunia psikologi. Teori Maslow sendiri merupakan sebuah teori yang dikemukakan oleh seorang ahli kepribadian dengan nama Abraham Maslow.

Dalam teori ini lebih mengedepankan berbagai gambaran realitas pengalaman pribadi. Maslow sendiri merupakan seorang psikolog humanistik. Humanistik sendiri merupakan sebuah aliran dimana manusia tidak percaya bahwa manusia dapat ditarik serta mendorong kekuatan mekanik seperti yang dikemukakan oleh behaviorisme atau psikoanalis.

Humanistik lebih mendalami pada potensinya. Mereka menganggap dan percaya bahwa seorang manusia dapat mendapatkan tingkatan atas kemampuan dengan cara berusaha. Manusia juga mencari batasan dari kreativitas dimana bagian tertingginya adalah kebijaksanaan dan kesadaran.

Maslow sendiri juga sudah membuat sebuah teori hierarki kebutuhan. Menurutnya, sebuah kebutuhan dasar ialah instictoid yang mana hal ini setara dengan naluri yang dimiliki oleh hewan. Awalnya, manusia adalah manusia yang lemah sesuai dengan lokasi dimana ia tumbuh.

Jika manusia tersebut tumbuh di lingkungan yang benar, maka ia akan menjadi orang yang lurus dan benar pula. Bahkan ia juga akan mewarisi nilai aktualisasi yang tinggi. Sebaliknya, jika manusia tumbuh pada lingkungan yang tidak benar, maka ia tidak akan menjadi orang yang lurus dan benar.

Pengertian Teori Maslow

Abraham Hierarcy Maslow's

Sesuai dengan namanya, teri ini diambil dari nama belakang Abraham Maslow. Menurutnya, manusia harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lebih rendah harus terpenuhi lebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi.

Menurut Teori Maslow, kebutuhan manusia ini digambarkan seperti sebuah piramida yang mana piramida ini digunakan untuk memudahkan kebutuhan yang lebih kecil hingga kebutuhan yang lebih besar.

Adapun tingkatan kebutuhan ini juga tidak bisa dilewati sesuai dengan keinginan. Sebab, tingkatan ini akan berjalan sebagaimana mestinya dengan teratur. Atau lebih mudahnya, seorang manusia tidak akan bisa memenuhi kebutuhan yang besar jika kebutuhan yang paling kecil saja tidak bisa memenuhi.

Sebagaimana contoh, manusia tidak akan mendapatkan kebutuhan akan rasa kasih sayang, sebelum kebutuhan fisiologisnya terpenuhi hal itu pun akan berlaku sebaliknya. Sedangkan di sisi lain, kebutuhan akan fisiologis menjadi kebutuhan yang paling dasar bagi setiap manusia.

Untuk itu, sebelum mendapatkan kebutuhan rasa cinta dan sayang, manusia harus memenuhi kebutuhan fisiologisnya terlebih dahulu. Adapun kebutuhan fisiologis ini berasal dari setiap fisik individu dimana hal inilah yang menjadi kunci utama untuk mencapai tingkatan kebutuhan yang selanjutnya.

Konsep Teori Maslow

Konsep Teori Maslow dan Tingkat Kebutuhan Manusia

Adapun konsep Teori Maslow ini pertama kali muncul saat Abraham Maslow melakukan sebuah penelitian pada monyet. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan, ternyata monyet memiliki beberapa kebutuhan dimana ada salah satu kebutuhan utama yang lebih diutamakan dibandingkan dengan kebutuhan lainnya.

Misalnya, seseorang yang haus, maka ia akan melakukan berbagai cara untuk menghilangkan rasa dahaganya. Mungkin manusia dapat bertahan hidup dengan tidak makan selama berminggu-minggu, namun manusia tidak dapat bertahan tanpa air meskipun hanya beberapa hari saja.

Ini karena kebutuhan manusia akan air merupakan kebutuhan yang lebih dominan dibandingkan dengan kebutuhan akan makanan. Nah, kebutuhan-kebutuhan inilah yang disebut dengan kebutuhan paling dasar.

Hierarki Kebutuhan Malow

Adapun dalam Teori Maslow, terdapat lima hierarki yang merupakan tingkatan kebutuhan dasar. Kebutuhan ini berisikan tentang kebutuhan untuk memahami, spiritual yang murni serta kebutuhan akan estetika. Adapun kebutuhan dasar Teori Maslow ini adalah sebagai berikut:

1. Kebutuhan Fisiologis

 

Kebutuhan Fisiologis Manusia

Kebutuhan pertama yang dimiliki oleh manusia adalah kebutuhan fisiologis atau biologis. Kebutuhan fisiologis ini terdiri akan makanan, oksigen, air, dan suhu tubuh yang konstan. Semua kebutuhan tersebut adalah kebutuhan yang sangat diperlukan oleh manusia. Bahkan kebutuhan ini menjadi kebutuhan pertama manusia dalam mencari sebuah kepuasan.

Kebutuhan ini juga menjadi kebutuhan yang memiliki potensi lain yang besar untuk mendapatkan tingkatan kebutuhan yang selanjutnya. Kebutuhan ini juga menjadi salah satu kebutuhan yang wajib terpenuhi, misalnya kebutuhan akan makan.

Selain itu, kebutuhan ini juga merupakan sebuah kebiasaan yang biasanya dilakukan secara berulang-ulang. Seperti hanya saat seseorang sudah kenyang karena makan, maka rasa lapar tersebut akan kembali muncul setelah beberapa jam makan.

2. Kebutuhan Keamanan

Kebutuhan Keamanan

Tingkatan kebutuhan dasar yang kedua adalah kebutuhan akan keamanan. Kebutuhan ini akan muncul jika kebutuhan fisiologis sudah merasa terpuaskan. Orang dewasa memiliki kebutuhan akan keamanan yang lebih kuat, terutama jika dalam kondisi yang darurat.

Adapun kebutuhan keamanan ini tidak hanya dibutuhkan oleh orang dewasa saja, namun anak-anak juga membutuhkan kebutuhan ini. biasanya tanda-tanda kebutuhan ini akan muncul jika seseorang dalam kondisi yang tidak aman dan tidak nyaman.

3. Kebutuhan, Sayang, Cinta dan Kepemilikan

Kebutuhan Kasih Sayang

Jika kebutuhan fisiologis dan keamanan sudah terpenuhi, maka secara langsung manusia juga membutuhkan kebutuhan untuk dicintai, disayangi bahkan kebutuhan untuk memiliki.

Maslow juga menyatakan kebutuhan ini akan datang agar seseorang dapat mengatasi perasaan kesenian. Dalam kebutuhan ini maka melibatkan dua pihak yakni pihak pemberi cinta dan pihak penerima cinta dan sayang hingga berujung kepada rasa untuk saling memiliki.

Adapun kebutuhan ini biasanya diwujudkan dalam bentuk pernikahan atau hubungan yang saling mengasihi satu sama lain. jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka seseorang akan merasa panik dan hancur. Sebagaimana saat seseorang mengatakan cinta dan cinta tersebut ditolak, maka muncullah rasa sakit hati di dalam dada.

4. Kebutuhan Esteem

 

Penghargaan Diri Manusia

Kebutuhan esteem juga bisa dikatakan sebagai kebutuhan harga. Yang dimaksud dengan kebutuhan harga di sini adalah kebutuhan akan harga diri, kebutuhan untuk memperoleh penghargaan dari orang lain.

Jika ketiga kebutuhan di atas sudah terpuaskan oleh seseorang, maka kebutuhan akan harga ini cenderung bisa lebih dominan dibandingkan dengan ketiga kebutuhan di atas. Ini karena, setiap manusia memiliki kebutuhan untuk bersikap tegas yang sesuai dengan tingkatan rasa hormat dari orang lain.

Jika kebutuhan ini sudah berhasil dipenuhi, maka seseorang akan cenderung lebih percaya diri. Ia juga akan menganggap bahwa dirinya menjadi salah satu orang yang berharga di dunia. lain halnya jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka biasanya orang akan merasa frustasi, merasa lebih rendah, tak berdaya, lemah hingga titik akhir yakni tak berharga lagi.

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri

Passion Manusia

Jika kebutuhan fisiologis, keamanan, rasa cinta, dan juga kebutuhan esteem sudah terpenuhi semuanya, maka kebutuhan akan aktualisasi diri juga akan muncul dalam diri seseorang.

Menurut Maslow, kebutuhan ini digambarkan seperti seseorang yang harus melakukan segala sesuatu sesuai dengan passion yang dimiliki. Misalnya saja seperti seorang musisi maka ia harus bermusik, seorang seniman maka ia harus melukis, dan seorang penyair maka ia harus bisa menulis. Kebutuhan ini biasanya muncul ketika seseorang merasa dalam kegelisahan.

Berdasarkan Teori Maslow di atas, menunjukkan bahwa teori ini memang sangat berkaitan dengan kehidupan manusia. Bahkan manusia selalu menggunakan teori ini dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, kenali kebutuhan Anda dengan memenuhi kebutuhan yang lebih mendasar terlebih dahulu.

BACAAN TERKAIT : Penjelasan Teori Atom dan Gamabaran Modelnya

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like