Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli + Macam-Macamnya

Netsains.com – Filsafat merupakan ilmu tentang segala fenomena kehidupan manusia serta berpikir kritis, kemudian dijabarkan dalam konsep dasar. Jadi bisa dikatakan jika filsafat merupakan dasar segala macam ilmu.

Begitu luasnya pengertian filsafat secara umum mungkin masih membuat Anda sedikit bingung dengan makna sesungguhnya.

Nah dengan penjelasan dari beberapa ahli di bawah ini mungkin pertanyaan Anda terkait apa pengertian filsafat bisa terpecahkan.

ahli filsafat yunani

Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

Berikut pengertian filsafat menurut para ahli.

1. Al Farabi

Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) tentang sifat bagaimana sifat sesungguhnya dari kebenaran.

2. Aristoteles

Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang berisi ilmu metafisika, retorika, logika, etika, ekonomi, politik dan estetika (filsafat keindahan).

3. Immanuel Kant

Filsafat adalah ilmu (pengetahuan), yang merupakan dasar dari semua pengetahuan dalam meliput isu-isu epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menjawab pertanyaan tentang apa yang dapat kita ketahui.

4. Plato

Filsafat adalah ilmu yang mencoba untuk mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang sebenarnya.

5. Rene Descartes

Filsafat adalah kumpulan semua pengetahuan bahwa Allah, manusia dan alam menjadi pokok penyelidikan.

6. Langeceld

Filsafat adalah berpikir tentang masalah final dan menentukan, yaitu masalah makna keadaan, Tuhan, kebebasan dan keabadian.

7. Hasbullah Bakry

Filsafat adalah ilmu yang meneliti secara mendalam tentang ketuhanan, manusia dan alam semesta untuk menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana alam dapat dicapai sejauh pikiran manusia dan bagaimana perilaku manusia seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.

8. N. Driyakara

Filsafat adalah refleksi yang mendalam tentang penyebab ‘di sana dan melakukan’, refleksi dari realitas (reality) jauh ke dalam ‘mengapa’ penghabisan itu.

9. Notonogo

Filosofi yang meneliti hal-hal yang menjadi objek inti dari sudut mutlak (di), yang tetap dan tidak berubah, yang juga disebut alami.

10. Ir. Proedjawijatna

Filsafat adalah ilmu yang berusaha untuk menemukan penyebabnya deras untuk segala sesuatu dengan pikiran belaka.

11. Tullius Cicero

Politikus dan ahli pidato Romawi ini merumuskan: Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha-usaha untuk mencapainya.

Muslim terbesar sebelum Ibnu Sina, mengatakan: Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya.

12. The Liang Gie

Menurut The Liang Gie filsafat adalah pemikiran yang sedalam-dalamnya yang bebas dan teliti mengenai Ketuhanan, alam dan manusia yang bertujuan hanya untuk mencari hakikat kebenaran.

ahli filsafat

13. Prof. Dr. Fuad Hasan

Filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang hendak dimasalahkan.

Dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.

14. D.C. Mulder

D.C.Mulder berpendapat bahwa filsafat ialah pemikiran teoritis tentang susunan kenyataan sebagai keseluruhan. Ilmu filsafat itu mengabstraksi susunan kenyataan dan membuat susunan itu menjadi sasaran pemikirannya.

15. Bertrannd Russel

Bertrand Russel berpendapat bahwa filsafat sebagai kritik terhadap pengetahuan. Filsafat memeriksa secara kritis azas-azas yang dipakai dalam ilmu pengetahuan dan kehidupan sehari-hari, dan mencari suatu ketidakselarasan yang dapat terkandung di dalam azas-azas itu.

Filsafat adalah suatu yang terletak antara theologia dan ilmu pengetahuan terletak di antara dogma-dogma dan ilmu-ilmu eksakta.

16. Notogegoro

Notonagoro berpendapat bahwa filsafat itu menelaah hal-hal yang menjadi objeknya dari sudut intinya yang mutlak dan yang terdalam, yang tetap dan yang tidak berubah; yang disebut hakikat.

17. IR Poedjawijatna

IR Poedjawijatna berpendapat bahwa filsafat ialah ilmu yang berusaha untuk mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka.

18. Robert Ackerman

Menurut Robert Ackerman filsafat adalah “philosophy of science in one aspect as a critique of current scientific opinions by comparison to proven past views, but such aphilosophy of science is clearly not a discipline autonomous of actual scientific paractice”.

(Filsafat ilmu dalam suatu segi adalah suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap kriteria-kriteria yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat ilmu jelas bukan suatu kemandirian cabang ilmu dari praktek ilmiah secara aktual.

19. Fung Yu Lan

Menurut Fung Yu Lan filsafat adalah pikiran yang sistematis dan refleksi tentang hidup.

20. Lewis White Beck

“Philosophy of science questions and evaluates the methods of scientific thinking and tries to determine the value and significance of scientific enterprise as a whole.

(Filsafat ilmu membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah serta mencoba menemukan dan pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan).

21. Michael V. Berry

“The study of the inner logic if scientific theories, and the relations between experiment and theory, i.e. of scientific methods”.

(Penelaahan tentang logika interen dari teori-teori ilmiah dan hubungan-hubungan antara percobaan dan teori, yakni tentang metode ilmiah).

22. A. Cornelius Benjamin

“That philosopic dicipline which is the systematic study of the nature of science, especially of its methods, its concepts and presuppositions, and its place in the general scheme of intellectual discipines.

(Cabang pengetahuan filsafati yang merupakan telaah sistematis mengenai ilmu, khususnya metode-metodenya, konsep-konsepnya dan praanggapan-praanggapan, serta letaknya dalam kerangka umum cabang-cabang pengetahuan intelektual).

23. May Brodbeck

“Philosophy of science is the ethically and philosophically neutral analysis, description, and clarifications of science.”

(Analisis yang netral secara etis dan filsafati, pelukisan dan penjelasan mengenai landasan-landasan ilmu.

24. Stephen R. Toulmin

“As a discipline, the philosophy of science attempts, first, to elucidate the elements involved in the process of scientific inquiry observational procedures, patens of argument, methods of representation and calculation, metaphysical presuppositions, and so on and then to veluate the grounds of their validity from the points of view of formal logic, practical methodology and metaphysics”.

(Sebagai suatu cabang ilmu, filsafat ilmu mencoba pertama-tama menjelaskan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penyelidikan ilmiah prosedur-prosedur pengamatan, pola-pola perbincangan, metode-metode penggantian dan perhitungan, pra-anggapan-pra-anggapan metafisis, dan seterusnya dan selanjutnya menilai landasan-landasan bagi kesalahannya dari sudut-sudut tinjauan logika formal, metodologi praktis, dan metafisika).

25. Peter Caws

“Philosophy of science is a part of philosophy, which attempts to do for science what philosophy in general does for the whole of human experience.Philosophy does two sorts of thing: on the other hand, it constructs theories about man and the universe, and offers them as grounds for belief and action; on the other, it examines critically everything that may be offered as a ground for belief or action, including its own theories, with a view to the elimination of inconsistency and error.

(Filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat, yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan dua macam hal: di satu pihak, ini membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta, dan menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di lain pihak, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan atau tindakan, termasuk teori-teorinya sendiri, dengan harapan pada penghapusan ketakajegan dan kesalahan).

ahli filsafat

Macam-macam Filsafat

Nah selain perlu memahami definisi filsafat melalui pengertian filsafat menurut para ahli di atas, Anda juga perlu memahami apa saja macam-macam filsafat. Berikut 5 diantaranya.

1. Filsafat Timur

Yaitu tradisi filsafat yang tumbuh di Asia, terutama India, Cina dan daerah-daerah yang pernah dipengaruhi budaya.

Ciri dari filsafat Timur ialah adanya hubungan dekat dengan filsafat agama. Beberapa nama yang termasuk filsuf Timur adalah Siddharta Gautama Buddha/Buddha, Lao Tse, Bodhidharma, Zhuang Zi serta Mao Zedong.

2. Filsafat Barat

Yaitu ilmu yang dapat dipelajari secara akademis di universitas-universitas di Eropa serta negara koloni mereka. Filosofi ini sudah berkembang dari filsafat Yunani Kuno yang pernah begitu kental di Barat. 

Karakter utama dari filsafat Barat sendiri ada Thomas Aquinas, Plato, Rne Descartes, Georg Hegel, Immanuel Kant, Karl Heinrich Marx, Arthur Schopenhauer, Jean-Paul Sartre, dan Friedrich Nietzsche.

3. Filsafat Timur Tengah

Filsafat Timur Tengah jika dilihat dari sejarah ialah filsuf yang dapat mengatakan serta merupakan pewaris dari tradisi filsafat Barat.

Filsuf pertama Timur Tengah sendiri merupakan orang Arab atau orang Muslim dan beberapa orang Yahudi yang menaklukkan daerah sekitar Mediterania kemudian terjadi pertemuan antara tradisi filsafat Yunani dan filsafat ini.

Selanjutnya mereka menilai atau mengomentari karya-karya Yunani. Ketika Eropa tiba di Arab Pertengah setelah masa kekaisaran Romawi runtuh dan melupakan karya-karya filsuf Yunani klasik, filsuf Timur Tengah ini kemudian mempelajari karya yang sama. Bahkan terjemahan mereka juga dipelajari oleh orang Eropa.

Beberapa nama filsuf Timur Tengah antara lain adalah Ibnu Sina, Kahlil Gibran, Ibnu Tufail dan Averroes.

filosofi

4. Filsafat Islam

Sesuai namanya, filsafat Islam merupakan filsafat yang dianut oleh seluruh muslim. Terdapat beberapa perbedaan antara filsafat Islam dengan filsafat lain.

Yang pertama yaitu meski para filsuf Muslim asli banyak mengeksplorasi karya-karya dari filsafat Yunani klasik namun kemudian mereka menyesuaikannya dengan ajaran Islam. Beberapa nama yang banyak melakukan ini adalah Aristoteles dan Plotinus.

Perbedaan kedua ialah Islam merupakan agama tauhid. Jadi ketika filsafat merupakan media untuk menemukan Tuhan, di filsafat Islam Tuhan sudah ditemukan.

Dalam artian hal ini bukan berarti tidak perlu dibahas, akan tetapi filsafat Islam lebih difokuskan pada manusia serta alam.

Sebab menurut filsafat Islam pembahasan tentang Tuhan hanya akan menjadi sesuatu yang tak memiliki final.

5. Filsafat Kristen

Yang terakhir yaitu filsafat Kristen. Filsafat ini awalnya dirancang oleh bapa gereja sebagai upaya untuk menghadapi tantangan zaman di abad pertengahan.

Kristen di dunia barat pada saat itu sedang mengalami masa kegelapan, sehingga orang disana banyak yang mempertanyakan keyakinan agama.

Filsafat Kristen banyak terfokuskan pada masalah ontologis serta keberadaan tuhan. Hampir seluruh filsuf Kristen merupakan seorang ahli teolog, seperti St Thomas Aquinas dan St Bonaventura.

Itulah kelima macam filsafat yang ada di seluruh penjuru dunia. Jadi setiap filsafat bukan hanya memiliki tokoh filsuf berbeda akan tetap juga memiliki sudut pandang yang berbeda.

Fokus pembahasan yang dilakukan pun jauh berbeda, sehingga hasil yang didapatkan oleh masing-masing filsafat pun sering kali 180 derajat berbeda.

Semoga dengan penjelasan dari para ahli di atas, serta macam-macamnya, Anda bisa lebih paham tentang filsafat yang sesungguhnya.

BACA JUGA:

Leave a Reply