Teori Komunikasi Interpersonal Menurut Para Ahli

unsur komunikasi

Pengertian – Komunikasi Interpersonal adalah suatu aktivitas dan upaya terjadinya pertukaran informasi antara satu orang kepada orang lain. Ketikan mendengar istilah komunikasi, tentunya sudah bukan hal yang asing lagi bagi Anda bukan? Komunikasi ini menjadi salah satu aktivitas yang selalu dilakukan setiap hari bahkan tidak pernah terlewatkan. Pada hakikatnya komunikasi adalah aktivitas yang dilakukan untuk bisa menyampaikan pesan kepada orang lain.

Nah, salah satu bentuk kategori komunikasi adalah komunikasi Interpersonal. Tahukah Anda apa itu komunikasi interpersonal? Apa saja tujuannya? Dan bagaimana klasifikasinya? Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut di bawah ini akan di jelaskan secara lengkap mengenai komunikasi interpersonal. Mulai dari pengertian hingga pengklasifikasiannya.

Teori Komunikasi Interpersonal

pengertian komunikasi interpersonal

Komunikasi Interpersonal adalah salah satu proses yang dipakai untuk melangsungkan terjadinya pertukaran informasi dari satu orang kepada orang yang lain atau sebaliknya.  Komunikasi ini biasanya terjadi terdiri dari dua orang atau lebih. Sementara pengertian komunikasi Interpersonal menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut:

  • Joseph A. DeVito (2013), Komunikasi interpersonal adalah interaksi verbal dan nonverbal antara dua (atau kadang-kadang lebih dari dua) orang yang saling tergantung satu sama lain.
  • Ronald B. Adler, dkk (2009), Komunikasi interpersonal adalah semua komunikasi antara dua orang atau secara kontekstual komunikasi interpersonal.
  • Effendi, pada hakekatnya komunikasi interpersonal ialah komunikasi antar komunikator dengan komunikan, komunikasi ini dianggap paling efektif dalam mengubah pola pikir, sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan.
  • Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal iyalah penyampaian pesan oleh satu orang serta penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya serta dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy,2003, p. 30).
  • Mulyana, Komunikasi interpersonal ialah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya akan menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal ataupun nonverbal. Komunikasi interpersonal ini ialah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri.
  • G.R Miller dan M. Steinberg (1975),  Komunikasi interpersonal dapat dipandang sebagai komunikasi yang terjadi dalam suatu hubungan interpersonal. (baca: Teori Komunikasi Menurut Para Ahli).
  • Judy C. Pearson, dkk (2011), Komunikasi interpersonal sebagai proses yang menggunakan pesan-pesan untuk mencapai kesamaan makna antara-paling tidak-antara dua orang dalam sebuah situasi yang memungkinkan adanya kesempatan yang sama bagi pembicara dan pendengar.
  • Muhammad, Komunikasi interpersonal ialah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan seorang lainnya atau biasanya pada antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya.

Dari berbagai pengertian yang diberikan oleh para ahli, sekiranya bisa disimpulkan bahwa komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih baik secara non verbal maupun verbal, dengan maksud untuk menyampaikan pesan tertentu.

Klasifikasi Komunikasi Interpersonal

klasifikasi komunikasi interpersonal

Menurut Muhammad (2004), telah mengklasifikasikan komunikasi Interpersonal menjadi beberapa bentuk, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Interaksi Intim

Interaksi intim merupakan salah satu bentuk komunikasi yang terjadi antara anggota keluarga, teman dekat dan orang-orang yang sudah memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat. Misalnya seorang anak yang menceritakan masalah yang dihadapinya kepada orang tuanya.

2. Interogasi atau Pemeriksaan

Pemeriksaan atau Interogasi merupakan salah satu bentuk komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih dengan di bawah kontrol tertentu, baik yang meminta informasi maupun yang menuntut informasi dari pihak lain. Misalnya pemeriksaan yang dilakukan di kantor kepolisian dan lain sebagainya.

3. Wawancara

Wawancara merupakan salah satu bentuk dari komunikasi interpersonal yang terjadi antara satu orang atau lebih yang di dalamnya mengandung pertanyaan dan jawaban secara berkesinambungan. Misalnya wawancara antara wartawan dengan seorang narasumber.

4. Percakapan Sosial

Percakapan sosial adalah interaksi yang terjadi antara satu orang atau lebih dengan maksud untuk menyenangkan seseorang secara sederhana. Misalnya saling bertegur sapa antar tetangga.

Efektivitas Komunikasi Interpersonal

efektivitas komunikasi interpersonal

Menurut Devito (1997), efektivitas komunikasi interpersonal dimulai dari kualitas secara umum. Yaitu, keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif dan juga kesetaraan. Keterbukaan atau openness meliputi tiga aspek, yakni komunikator yang efektif pada saat diajak berinteraksi, kesediaan komunikator yang jujur terhadap stimulus yang diterima dan yang ketiga adalah menyangkut kepemilikan.

Sementara, empati ialah  sebagai ”kemampuan seseorang untuk dapat ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada saat tertentu.” Pendapat ini dikemukakan oleh seorang ahli yang bernama Henry Backrack (1976).

Selanjutnya, sikap mendukung atau disebut juga dengan istilah supportiveness adalah sebuah hubungan interpersonal dimana berlangsung secara efektif untuk saling mendukung. Menurut Jack Gibb, sikap mendukung dapat terlihat dari deskriptif, spontan dan provisional.

Sementara untuk bisa menyampaikan sikap positif dalam komunikasi interpersonal dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu pertama, menyatakan sikap positif secara positif. Dan yang kedua adalah perasaan positif sangat penting dilakukan untuk mewujudkan interaksi yang efektif.

Terakhir, kesetaraan atau equality Sebuah komunikasi interpersonal akan bisa berjalan secara efektif apabila terjadi suasana yang setara. Meskipun pada kenyataannya bahwa tidak ada dua orang yang benar-benar setara dalam segala hal.

Tujuan Komunikasi Interpersonal

tujuan komunikasi interpersonal

Menurut Muhammad (2004), tujuan komunikasi interpersonal antara lain adalah sebagai berikut:

1. Menemukan Diri Sendiri

Tujuan komunikasi interpersonal yang pertama menurut Muhammad adalah menemukan diri sendiri atau personal. Saat terjadinya komunikasi dengan orang lain, justru Anda bisa menemukan banyak hal tentang diri Anda sendiri.

Komunikasi interpersonal akan memberikan kesempatan pada diri Anda untuk bisa mempelajari diri Anda sendiri secara lebih. Lebih bisa mengerti apa saja hal yang Anda sukai dan beberapa hal tentang diri Anda seutuhnya.

2. Menemukan Dunia Luar

Selain menemukan diri sendiri dan hal-hal yang berkenaan dengan diri sendiri, melalui komunikasi interpersonal, Anda juga akan menemukan dunia luar yang belum Anda ketahui sebelumnya. Semakin banyak komunikasi dan interaksi yang terjadi maka semakin banyak pula pengetahuan Anda tentang dunia luar.

3. Membentuk Hubungan yang Penuh Arti

Salah satu keinginan seseorang yang paling besar adalah bisa membentuk dan memelihara hubungan dengan orang lain. Tentunya dalam hubungan yang baik.  Banyak waktu yang tergunakan untuk membentuk hubungan sosial dengan orang lain.

4. Bermain dan Kesenangan

Dengan menggunakan komunikasi interpersonal,  seseorang bisa mendapatkan sebuah kesenangan. Misalnya berbicara dengan seorang teman di akhir pekan akan cukup menyegarkan pikiran setelah satu minggu berkutat dengan pekerjaan.

5. Merubah Sikap dan Tingkah Laku

Melalui pertemuan interpersonal bisa digunakan untuk mengubah sikap seseorang. Misalnya seorang teman yang mempengaruhi temannya untuk membeli lipstik merk baru dan kemudian temannya yang awalnya tidak minat menjadi minat atas komunikasi interpersonal yang terjadi tersebut.

6. Untuk Membantu

Tujuan melakukan komunikasi interpersonal yang terakhir adalah untuk bisa membantu orang lain. Misalnya mendengarkan curahan hati yang sedang putus cinta cukup membantu untuk meredakan depresi teman Anda.

Nah itulah beberapa penjelasan mengenai komunikasi interpersonal menurut beberapa ahli, baik dari pengertian, klasifikasi hingga tujuannya. Semoga informasi di atas menambah khazanah pengetahuan Anda.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like