Cerpen, Pengertian dan Penjelasanya Komplit

Pengertian Cerpen – Anda pasti sudah sering membaca salah satu karya sastra ini. Ya, cerpen bisa dibaca sekali duduk, sehingga, orang yang tidak begitu suka membaca pun bisa menikmati karya ini.

Meskipun tidak asing lagi, tapi banyak yang belum tahu mengenai pengertian cerpen yang sesungguhnya. Untuk itu, mari membahasnya lebih dalam pada ulasan di bawah ini.

Pengertian cerpen secara umum adalah jenis karya sastra yang berbentuk prosa naratif fiktif.

Cerita pendek ini cenderung lebih padat dan langsung pada tujuannya ketimbang jenis karya fiksi yang lain seperti novella dan novel. 

Dikarenakan lebih singkat, cerita pendek haruslah mengandalkan teknik sastra yang jitu seperti tema, plot, tokoh, insight, dan bahasa yang lebih luas dibandingkan fiksi panjang.

Cerpen berasal dari anekdot atau sebuah situasi yang digambarkan secara singkat dan lebih cepat dalam mencapai tujuannya serta paralel pada tradisi penceritaan lisan.

Umumnya, cerita pendek berpusat pada satu tokoh serta situasi tertentu. Yang mana dalam cerita tersebut terdapat uncak masalah serta penyelesaiannya.

Cerpen juga memuat kurang dari 10.000 kata sehingga lebih singkat dan padat.

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

cerpen

Para ahli turut memberikan pendapatnya mengenai pengertian cerpen. Berikut pembahasannya:

1. Sumardjo dan Saini

Pengertian cerpen menurut Sumardjo dan Saini adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi tetapi bisa terjadi kapanpun dan dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek.

2. Nugroho Notosusanto

Pengertian cerpen menurut Nugroho Notosusanto adalah sebuah cerita singkat yang harus mempunyai bagian-bagian penting seperti perkenalan, pertikaian, dan juga penyelesaian.

3. A. Bakar Hamid

Pengertian cerpen menurut A. Bakar Hamid adalah cerita yang dilihat berdasar pada kuantitas kata yang digunakan antara 500 hingga 20.000 kata yang terdapat plot, satu karakter, dan juga kesan.

4. Sumardjo

Pengertian cerpen menurut Priyatni adalah cerita yang membatasi diri ketika membahas salah satu unsur fiksi dalam aspeknya yang terkecil.

Pendeknya cerpen bukan disebabkan karena bentuknya yang jauh lebih pendek dari novel, akan tetapi dikarenakan aspek masalah yang sangat dibatasi.

5. Priyatni

Pengertian cerpen menurut Priyatni adalah salah satu bentuk karya fiksi yang sesuai dengan namanya memperlihatkan sifat yang serba pendek, baik secara peristiwa yang diungkapkan, isi cerita, jumlah pelaku, serta jumlah kata yang digunakan. Perbandingan ini dikaitkan dengan bentuk prosa yang lain yaitu novel.

6. Suyanto

Pengertian cerpen menurut Suyanto adalah cerita yang berbentuk prosa pendek. Ukuran pendek ini bersifat relatif.

7. Edgar Allan Poe 

pengertian cerpen menurut Edgar Allan Poe adalah ukuran pendek pada cerpen artinya selesai dibaca dalam sekali duduk yaitu kira-kira kurang dari satu jam.

8. Sayuti

Pengertian cerpen menurut Sayuti adalah cerpen menunjukkan kualitas yang bersifat compression atau pemadatan, concentration atau pemusatan, intencity atau pendalaman yang semuanya terkait dengan panjang cerita dan kualitas struktural yang diisyaratkan oleh panjang cerita.

9. Suharianto

Pengertian cerpen menurut Suharianto adalah cerita fiksi yang bentuknya pendek serta ruang lingkup permasalahannya disuguhkan sebagian kecil saja dari kehidupan tokoh yang menarik perhatian penulis serta keseluruhan cerita yang memberikan kesan tunggal.

10. The Liang dan A. Widyamartaya

Pengertian cerpen menurut The Liang adalah cerita khayal yang berbentuk prosa pendek biasanya di bawah 10.000 kata serta bertujuan untuk menghasilkan kesan kuat dan mengandung unsur drama sehingga alurnya disebut dengan konflik dramatik.

11. Nugroho Notosutanto

Pengertian cerpen menurut Nugroho Notosutanto adalah cerita yang panjang ceritanya hanya berkisar antara 5000 atau perkiraan 17 halaman kuarto spasi rangkap serta terpusat pada diri sendiri.

12. Turayev

Pengertian cerpen menurut Turayev adalah bentuk karya sastra naratif yang menampilkan cerminan sebuah episode di dalam kehidupan seoranag tokoh.

13. Kosasih

Pengertian cerpen menurut Kosasih adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Di dalamnya dikisahkan sepenggal kehidupan tokoh yang penuh dengan pertikaian, peristiwa menyenangkan atau mengharukan, serta mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan oleh pembaca.

14. KBBI

Pengertian cerpen menurut KBBI adalah dua kata yakni cerita yang mengandung arti tuturan mengenai bagaimana sesuatu terjadi serta relatif pendek berarti kisah yang diceritakan pendek dan tidak lebih dari sepuluh ribu kata serta memberikan kesan dominan dan memusatkan hanya pada satu tokoh di dalam cerita pendek itu.

Struktur Cerpen

pengertian cerpen

Di dalam sebuah cerpen, terdapat enam elemen penting yang membangun teks cerpen sehingga membentuk suatu cerita utuh. Berikut elemen-elemen tersebut:

  1. Abstrak: merupakan ringkasan atau inti dari cerpen yang merupakan gambaran awal suatu cerita. Abstrak bersifat opsional yaitu cerpen bisa juga tidak menggunakan abstrak.
  2. Orientasi: merupakan hal yang berhubungan dengan waktu, suasana, serta tempat dalam cerpen.
  3. Komplikasi: merupakan urutan berbagai kejadian yang dihubungkan berdasar sebab-akibat. Anda dapat melihat watak tokoh di dalam cerpen di dalam komplikasi.
  4. Evaluasi: merupakan struktur konflik yang terjadi serta mengarah pada klimaks dan mulai menemukan solusi dari penyelesaian konflik itu.
  5. Resolusi: ada bagian resolusi, penulis cerpen akan menjelaskan solusi atau penyelesaian atas masalah yang dialami oleh tokoh di dalam cerpen.
  6. Koda: nilai moral atau pelajaran yang disampaikan oleh pengarang.

Ciri-Ciri Cerpen

Ciri-Ciri Cerpen

Untuk mengenal sebuah cerita pendek sangat mudah. Sebab, merujuk dari pengertian cerpen, karya sastra ini lebih padat dan singkat. Nah, secara lebih detail, berikut ciri-ciri cerpen yang bisa Anda temukan:

  • Memiliki jumlah kata kurang dari 10.000
  • Isinya bersifat fiktif atau fiksi
  • Terdapat satu alur atau alur tunggal
  • Bentuk tulisan cerpen lebih singkat dari novel
  • Isinya diangkat dari kehidupan sehari-hari.
  • Cerpen menggunakan kata yang lebih mudah dimengerti oleh pembacanya
  • Penokohan di dalam cerpen lebih sederhana
  • Cerpen akan meninggalkan kesan serta pesan yang mendalam sehingga pembaca ikut larut untuk merasakan isi cerpen tersebut.

Cerita pendek cenderung kurang kompleks jika dibandingkan dengan novel.

Cerpen biasanya lebih memusatkan perhatian pada satu kejadian, memiliki satu plot, setting tunggal, jumlah tokoh yang terbatas, serta mencakup jangka waktu yang lebih singkat.

Tersebab cerpen memuat cerita yang pendek, maka bisa juga memuat pola-pola atau tidak. Bahkan, dalam cerpen modern, hanya sesekali mengandung eksposisi.

Bisa juga mengandung awal yang mendadak serta cerita dimulai pada tengah aksi. Namun, di akhir cerita, biasanya mendadak terbuka serta mengandung pesan moral atau pelajaran praktis.

Unsur-Unsur Cerpen

unsur cerpen

Terdapat dua unsur yang membangun sebuah cerpen yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. 

1. Unsur Intrinsik Cerpen

Unsur intrinsik adalah unsur pembentuk cerpen yang berasal dari dalam cerpen itu sendiri. Meliputi:

  • Tema: gagasan utama dalam suatu cerita pendek
  • Alur atau plot: jalan cerita di dalam cerita pendek
  • Latar atau setting: berhubungan dengan tempat, suasana, serta waktu di dalam cerita
  • Tokoh: pelaku di dalam cerita pendek
  • Penokohan: pemberian sifat atau watak tokoh di dalam cerita
  • Sudut pandang: cara pandang penulis cerpen di dalam melihat peristiwa di dalam cerita pendek
  • Gaya bahasa: cara penulis untuk menyampaikan cerita di dalam cerpen
  • Amanat atau pesan: pesan moral yang akan disampaikan oleh penulis kepada pembaca.

2. Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik cerpen merupakan unsur pembentuk cerpen yang berasal dari luar. Diantaranya:

  • Latar belakang masyarakat: hal-hal yang mempengaruhi alur cerita di dalam cerpen seperti ideology, kondisi politik, sosial, serta ekonomi masyarakat.
  • Latar belakang pengarang: hal-hal yang berhubungan dengan pemahaman serta motivasi dari penulis cerpen dalam membuat tulisannya semisal aliran sastra, biografi, dan kondisi psikologis.
  • Nilai yang terkandung di dalam cerpen: nilai yang terdapat dalam suatu cerpen (agama, budaya, sosial, atau moral).

Fungsi Sastra di Dalam Cerpen

Cerpen memiliki beberapa fungsi diantaranya:

  • Fungsi rekreatif: fungsi cerpen yang bisa membuat pembaca merasakan gembira, senang, dan juga terhibur.
  • Fungsi didaktif: fungsi cerpen yang bisa mendidik serta mengarahkan pembaca melalui nilai-nilai kebenaran di dalam cerpen.
  • Fungsi estetis: fungsi cerpen yang memberi keindahan pada pembacanya.
  • Fungsi moralitas: fungsi cerpen yang memberikan nilai moral sehingga pembaca mengerti moral yang baik serta tidak baik untuk dirinya.
  • Fungsi Religiusitas: fungsi cerpen yang mengandung ajaran agama yang menjadi teladan bagi pembaca.

Contoh Cerpen Singkat

Contoh Cerpen Singkat

Judul : Pada Suatu Waktu

Perempuan itu menyukai harum lembaran kertas buku baru. Sama halnya seperti ia menyukai waktu-waktu khusus yang dihabiskannya dengan duduk bersila di lantai toko buku sambil memandang warna-warni sampul yang berjajar rapi di rak-rak seperti sekumpulan gulali di etalase toko permen yang selalu ia datangi sewaktu kecil.

Kecuali hari itu, di suatu senja di hari Sabtu, tepat pukul empat lewat tujuh, ketika sesosok lelaki kurus berbaju biru duduk bersila di sebelahnya tanpa canggung dan ikut memandangi jajaran buku-buku yang begitu menyelerakan untuk dibaca.

Perempuan itu rela menukar seluruh waktu yang dihabiskannya untuk bersila di toko buku itu dengan satu menit keheningan di samping lelaki itu, tanpa suara tanpa kata, tapi ada aura damai yang membungkusnya sehingga ia dapat duduk dengan kusyuk, lalu diam-diam berdoa, agar waktu terhenti dan memperangkap ia dan lelaki itu dalam keabadian.

Dalam lima belas menit yang dirasakannya menyusut dalam bilangan detik, ia menyadari bahwa mata lelaki itu tertuju pada buku bersampul biru berjudul Keinginan Hati. Jemarinya yang panjang meraih buku yang tidak terbungkus plastik sebagaimana buku-buku lainnya itu, lalu ia membuka halaman pertamanya.

“Terjemahan yang buruk!” kata lelaki itu. “Versi bahasa Inggrisnya menggunakan parataksis. Kenapa diterjemahkan seperti ini!” Ia meletakkan buku itu kembali ke rak, lalu matanya memindai satu persatu judul-judul yang lain.

Perempuan itu terdiam. Ia merasa kata-kata itu ditujukan bukan pada siapa-siapa, tapi ia berharap kalimat-kalimat itu diperdengarkan semata untuk menarik perhatiannya.

Sayangnya, hal itu mungkin hanya pengharapannya saja, karena lelaki itu mulai meraih buku bersampul merah dan larut dalam barisan kata yang menyihirnya seolah ia membaca kalimah-kalimah mantra.

Perempuan itu meraih buku bersampul biru yang tadi dikembalikan oleh lelaki itu dan mulai membaca kalimat-kalimat yang tertulis di sana.

Namun pikirannya mengembara dalam imaji di mana ia dan lelaki itu menjadi pemeran utama. Sekejap ia ingin mengutuk norma-norma yang tak membolehkan perempuan mengambil inisiatif untuk memulai suatu hubungan, kecuali jika ia ingin dicap sebagai perempuan gampangan.

Setelah tujuh menit yang berlari dengan kecepatan cahaya, lelaki itu menutup buku yang dibacanya, lalu membawa buku tebal bersampul merah itu ke meja penjualan.

Seketika perempuan itu tersadar bahwa waktu bermenit-menit yang dengan ajaibnya menyusut dalam bilangan detik, telah terlewat dalam kesia-siaan, bahkan ia belum sempat mengetahui informasi paling mendasar: nama si lelaki.

Namun, ia sadar, perasaan malu lebih mendominasi membuatnya hanya mampu berdoa bahwa lelaki itu sadar dan mengambil langkah pertama.

Sayangnya, doa yang ia panjatkan diam-diam itu sia-sia belaka, dan ia sadar momen-momen keajaiban yang ia rasakan dalam kedamaian tak akan terulang. 

Ia bangkit dari duduknya dan menggenggam buku Keinginan Hati. Dengan langkah perlahan, bermenit-menit lamanya, ia berjalan, seolah-olah meja kasir berdepa-depa jauhnya dari tempat ia berdiri.

Pikirannya kosong seperti ada lintah yang menghisap kewarasan dalam otaknya. Bahkan ia belum sepenuhnya sadar saat mengulurkan sejumlah uang dan menerima kembalian untuk buku yang ia beli.

Juga saat ia mulai melangkah keluar dari toko buku. Pun saat seseorang mengulurkan sebuah buku bersampul merah di depan pintu toko buku.

Ia hanya menatap bengong dan merasa otaknya benar-benar kosong. Ia baru mengetahui bahwa lelaki itu juga merasakan kekosongan otak yang sama setelah bertahun-tahun kemudian.

Ketika di suatu hari berhujan mereka membicarakan masa lalu, masa ketika uban dan kerutan di wajah belum diguratkan oleh waktu, masa ketika mereka sama-sama muda dan pemalu, masa ketika terjadi pertemuan pertama mereka di toko buku.

Demikian pengertian cerpen, serta semua seluk beluk dan contoh cerpen. Sekarang, Anda lebih mudah untuk memahaminya bukan ?

BACA JUGA :

Leave a Reply