Bukti Ilmiah Buah Terung Ini Belum Banyak yang Tahu

Bua terong

Tahukan Anda, ada banyak manfaat pada buah terung atau terong. Buah terung memiliki beragam varian spesies, misalnya:

  1. Solanum cumingii Dunal
  2. Solanum melongena L.
  3. Solanum pressum Dunal
  4. Solanum undatum Poiret sensu Ochse

terung

Menurut studi fitokimiawi, terung mengandung alkaloid, flavonoid, steroid, dan tannin. Bioaktif lain yang terkandung di dalam terung antara lain: beta-sitosterol-beta-D-glucoside, dioscin, stigmasterol, stigmasterol-beta-D-glucoside, methyl protodioscin, protodioscin. Adapun buah terung mengandung choline, lemak, potassium, protein, trigonelline, vitamin (A, B, C). Hanya sedikit kalori, lemak jenuh, sodium yang terkandung di dalam buah terung.

Menurut Babu PAS dan tim peneliti di India (2013), ekstrak daging buah terung (Solanum melongena) mengandung asam askorbat (35,6 ± 2,5 mg), phenolic (459,72 ± 6,3 mg), flavonoid (36,5 ± 6,7 mg), dan tocopherol (23,5 ± 3,6 mg).

Penelitian Arivalagan M dan tim India (2012) berhasil menganalisis kandungan makro-mikromineral dari 25 genotip terung (Solanum melongena L.). Kandungan makromineral per 100 gram, seperti potassium atau kalium (159-272 mg),  magnesium (5,15–20,4 mg). Sedangkan kandungan mikromineral per 100 gram, seperti: tembaga (0,0453-0,144 mg) zat besi (0,199–0,813 mg), seng (0,0778–0,270 mg).

Noda Y dan tim peneliti di University of California, Berkeley, USA di tahun 1998 berhasil menemukan delphinidine-3-(p-coumaroylrutinoside)-5-glucoside (nasunin), suatu anthocyanin yang diisolasi sebagai kristal berwarna ungu  dari kulit buah terung “Chouja” (Solanum melongena L.) menggunakan suatu electron spin resonance spectrometer.

Nasunin ini berfungsi sebagai angiogenesis inhibitor, maksudnya menghambat proses pembentukan pembuluh darah baru yang diperlukan untuk pertumbuhan dan metastasis (penyebaran) tumor serta terlibat di beragam penyakit lainnya, seperti: atherosclerosis dan diabetic retinopathy.

Matsubara dan tim peneliti di Jepang (2005) berharap bahwa Nasunin efektif sebagai anthocyanin yang bermanfaat melawat stres oksidasi dan beragam penyakit akibat ketidaknormalan proses angiogenesis.

Menurut Krishnaswamy K dan Raghuramulu N (1998), terung (Solanum melongena) memiliki fitokimiawi bioaktif yang menyebabkan memiliki potensi sebagai antikanker dan vitamin D. Dari studi ini, diet terung berpotensi sebagai pencegah kanker di masa mendatang.

Nara sumber ahli:

Dito Anurogo, dokter pemerhati medicopomology (buah berkhasiat obat). Perintis dokter digital, konsultan ahli di netsains.com, penulis 14 buku. Saat ini mengabdi di departemen neurosains, Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.

 

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
darah keperawanan
Read More

Apakah Darah Perawan Itu?

Sebelum mengetahui tentang darah perawan atau darah keperawanan, maka alangkah baiknya kita ketahui terlebih dahulu tentang suplai perdarahan…