Rahasia Agar Tubuh Tetap Segar dan Wangi Sepanjang Hari

rahasia tubuh segar dan wangi

Rahasia Tubuh Segar dan Wangi – Pernahkah kalian merasa tidak nyaman karena berdekatan dengan orang lain karena bau badan? Bisa jadi teman, pacar, atau siapapun yang menjadi lawan bicara.

Bukan tanpa alasan, ketidak nyamanan ketika berdekatan dengan orang lain sering menjadi penyebab gagal terjalinnya hubungan atau kontak yang kurang harmonis.

Disisi lain,semua orang pasti mengalami kekhawatiran yang cenderung sama, yaitu tidak menginginkan orang lain merasa tidak nyaman jika berdekatan dengannya hanya karena masalah bau badan.

Marilah kita rawat dan jaga diri sendiri dengan mengikuti saran dan tips sesuai petunjuk dokter ahli dibawah ini, agar orang lain merasa nyaman saat berada didekat kita, terlebih merasa betah karena kita selalu dalam keadaan wangi. Berikut adalah tips rahasia dari dokter ahli agar badan selalu wangi.

rahasia tubuh segar dan wangi

Tips agar badan tetap beraroma segar dan wangi sepanjang hari:

  1. Biasakan mandi secara teratur minimal 2 kali sehari.
  2. Banyak mengkonsumsi beraneka-ragam buah dan sayuran.
  3. Mencukur rambut ketiak secara berkala, maksimal 41 hari sejak pencukuran sebelumnya.
  4. Penggunaan”fragrant antiperspirants” atau wewangian anti bakteri adalah lini pertama untuk mengatasi bau badan. Hal ini efektif mengurangi volume berkeringat dan sekaligus sebagai antibakteri. Antiperspirants termasuk aluminum chloride (mengandung garam aluminium) mampu menghambat produksi keringat.
  5. Berganti pakaian secara rutin, terutama bila berkeringat.
  6. pakailah deodorant, karena Beberapa merk deodorant mengandung antimikroba spesifik, berupa: ion-ion logam atau “antimicrobial ceramics”, termasuk zeolite antimicrobial ceramics dan calcium phosphate antimicrobial ceramics yang secara spesifik menghambat pertumbuhan bakteri di ketiak.
  7. Penggunaan antibiotik topikal seperti clindamycin dan erythromycin serta sabun antiseptik secara klinis efektif menghambat pertumbuhan bakteri yang mendekomposisi sekresi apokrin, membebaskan asam-asam lemak yang memiliki bau khas. Antibiotik topikal (clindamycin, erythromycin, dsb) sebaiknya hanya digunakan ketika antiseptik lainnya tak efektif karena terkait erat dengan munculnya risiko resistensi bakteri yang lebih besar.
  8. Menggunakan parfum (fragrances), tapi hendaknya berhati-hati, sebab terkadang beberapa orang dapat terkena dermatitis kontak alergi setelah memakai parfum.
  9. Terapi Iontophoresis atau terapi stimulasi listrik. Terapi ini dapat mengurangi keringat berlebih dengan cara memberi rangsangan berupa listrik pada kulit sehingga mengganggu produksi keringat, berperan di dalam manajemen bau keringat karena kelenjar ekrin (eccrine bromhidrosis).
  10. Injeksi lokal botulinum toxin A dapat mengurangi bau ketiak. Aksi penghambatan botulinum toxin A untuk mengurangi produksi keringat dengan cara mendenervasi kelenjar keringat ekrin telah diaplikasikan dan sukses mengatasi kasus axillary hyperhidrosis atau keringat berlebih.
  11. Penggunaan laser frekuensi ganda jenis Q-switched Nd:YAG laser efektif mengatasi kasus axillary bromhidrosis atau keringat berlebih.
  12. Penggunaan solusi 20% aluminum chloride (nama senyawa kimia) di dalam ethyl alcohol haruslah dengan resep dan rekomendasi dokter.
  13. Penggunaan obat-obatan golongan antikolinergik sistemik menurunkan proses berkeringat, namun harus dengan resep dokter mengingat efek sampingnya.
  14. Menghindari memakan makanan dengan aroma tajam yang berpotensi menghasilkan atau memproduksi bau badan tak sedap, misalnya: daging kambing, rempah-rempah tertentu, bumbu kari, bawang putih, bawang merah, alkohol, lemak hewan, dsb.
  15. Melakukan bacterial swabs sesuai rekomendasi dokter untuk memastikan bakteri dan mikroflora penyebab bau badan, misalnya: spesies Staphylococcus, Micrococcus, Corynebacterium, dan Propionibacterium.
  16. Jika kamu mengalami kelainan bau badan yang tak biasa, usahakan mencari penyebab kelainan metabolisme dengan screening genetika untuk mencari penyebab yang mendasari terjadinya bau badan, misalnya: triethylaminuria, kelainan metabolisme yang jarang sebagai penyebab badan berbau amis.
  17. Berpola hidup teratur dan seimbang, baik jasmani maupun ruhani.

Silahkan mencoba dan rasakan bedanya.

Sumber: Dr. Dito Anurogo

Dr Dito Anurogo
Dito Anurogo adalah dokter yang sedang berkarya dan mengabdikan diri di neuroscience department, Brain and Circulation Institute of Indonesia (BCII), Surya University, Indonesia.
Ia adalah dokter pehobi filateli-numismatik, fotografi, pecinta alam, pernah aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Semarang, Member of IFMSA (International Federation of Medical Students’ Associations), dan konsultan kesehatan di NetSains.com dan detik.com.
0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
darah keperawanan
Read More

Apakah Darah Perawan Itu?

Sebelum mengetahui tentang darah perawan atau darah keperawanan, maka alangkah baiknya kita ketahui terlebih dahulu tentang suplai perdarahan…