Cara Tepat Bersedekah Agar Diterima Allah SWT

Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Sepenggal seruan itulah yang mengingatkan kita betapa pentingnya untuk memberi kepada sesama. Jika kita tergolong orang yang mampu dengan memiliki kedudukan, harta yang cukup banyak. Maka perlu sekiranya kita untuk bersedekah.

Sebelum kita membahas sedekah lebih dalam, kita bahas dulu arti sedekah itu apa.

Sedekah adalah kata serapan dari bahasa arab sodaqoh, yang artinya pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara ikhlas tanpa ada batas waktu atau jumlah tertentu.

Sedekah tak berarti harus selalu berbentuk barang atau uang. Namun, semua hal baik yang kita berikan pada orang lain secara iklas itupun juga sedekah.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu di hadapan saudaramu, adalah sedekah bagimu” (Sahih, H.R. Tirmidzi no 1956)

So, jangan pelit-pelit untuk sekadar memberi senyum pada orang di sekitar, karna dengan senyuman yang tulus saja kita mampu mendapatkan kebaikan (pahala).

Hmm… kalau begitu kita nggak usah keluar barang atau uang dong, cukup dengan senyum kita sudah dapat pahala.

Yap betul, namun secara umum manusia pastinya menginginkan pahala yang lebih besar daripada yang kecil. Logikanya, sedekah dengan senyuman saja kita sudah dapat pahala, apa lagi dengan barang atau uang?

Ok, kembali ke pembahasan awal. Sedekah yang akan kita bahas ini adalah sedekah yang berupa barang atau beberapa nilai uang. Tak perlu takut harta kita akan berkurang, karna pada hakikatnya sesuatu yang kita berikan akan dilipatgandakan.

Seperti dalam firman Allah SWT.

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah 261)

Nah, yakinlah!. Tak perlu sedikitpun ragu jika kita bersedekah, tak akan berkurang sedikitpun harta kita, justru akan bertambah banyak, itu janji Allah pada orang yang gemar mendermakan hartanya. Betapa besarnya pahala sedekah kita yang akan terus mengalir laksana sumber mata air yang tak akan habis-habis.

Eits… jangan salah, sedekah yang kita keluarkan akan berlipat ganda jika kita memberinya dengan hati yang ikhlas dan tulus dari sanubari yang dalam. Karena janji Allah pada sepenggal ayat diatas bukan berarti syarat dan ketentuan tidak berlaku lho.

Cara Tepat bersedekah Agar Diterima Allah SWT.

Pertama : Merahasiakan sedekah

وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا ٱلْفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّـَٔاتِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Dan jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Baqarah 271)

Sebenarnya menampakkan sedekah pun tidak apa-apa, namun akan lebih afdhol jika sedekah itu bisirri (dirahasiakan). Hingga ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Anas ra.

Dari Anas ra. berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda,

“setelah Allah menciptakan bumi yang selalu berguncang, maka Allah menciptakan gunung-gunung dan diletakkan diatasnya, sehingga bumi itu tenang. Para Malaikat kagum dan bertanya, wahai Tuhanku apakah ada diantara makhlukMu yang lebih berat daripada gunung-gunung itu?”

Allah SWT berfirman, “ya… ada, dia adalah besi.”

mereka bertanya lagi, “wahai Tuhanku apakah ada diantara makhlikMu ynag lebih dahsyat daripada besi?”

Allah SWT berfirman, “ya… ada, dia adalah api”

mereka bertanya lagi, “wahai Tuhanku apakah ada diantara makhlukMu yang lebih dahsyat daripada api?”

Allah SWT berfirman, “ya… ada, dia adalah air”

lalu mereka bertanya, “wahai Tuhanku apakah ada diantara makhlukMu yang lebih dahsyat daripada air?”

Allah SWT berfirman, “ya… ada, dia adalah angin”

lalu mereka bertanya, “wahai Tuhanku apakah ada diantara  makhlukMu yang lebih dahsyat daripada angin?”

Allah SWT berfirman, “ya… ada, dia adalah anak cucu Adam yang bersedekah dengan tangan kananya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui. Itulah yang lebih dahsyat daripada angin itu”.

Sebab itulah para ulama’-ulama’ salaf dulu berusaha sekuatnya untuk merahasiakan sedekah mereka dari pandangan manusia agar sedekahnya bisa diterima oleh Allah SWT. Sehingga sebagian mereka ada yang mencari orang fakir buta, agar tidak mengenali orang yang bersedekah.

Adapula diantara mereka yang mengikat sedekahnya pada pakaian orang fakir yang sedang tidur. Ada lagi yang sengaja melempar sedekahnya di jalan yang akan dilalui oarang-oarang fakir, agar mereka mengambilnya.

Kedua : Menghindarkan diri dari menyebut-nyebut dan menyakiti hati si penerimanya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (QS. Al-Baqarah 264)

Ketiga : Mengeluarkan sedekah dari harta yang terbaik

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”. (QS. Ali Imron 92)

Keempat : Ikhlas dari hati sanubari saat memberi

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى ۙ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. Al Baqarah 262)

Berkaca dari hadist diatas, ada satu hikayat tentang seorang ibu dan sepotong rotinya.

Hikayat tentang sedekah

Diceritakan bahwa pada suatu masa paceklik berat melanda Bani Israil selama bertahun-tahun. pada saat itu ada seorang perempuan paruh baya sedang memakan sepotong roti. ketika ia akan memakan roti, belum sempat roti tergigit tiba-tiba terdengar suara seorang peminta-minta di depan pintu berkata, “berilah aku sepotong roti saja karena Allah”.

Setelah melihat seorang peminta-minta di hadapanya, lalu ia mengurungkan niat memakan sepotong roti yang hampir menyentuh lidahnya dan diberikan pada si peminta-minta.

Sesaat kemudian setelah peminta-minta berlalu, ia pergi ke padang belantara untuk mencari kayu dengan ditemani anaknya yang masih kecil. Saat ia tengah sibuk mencari kayu kesana kemari, tiba-tiba datanglah seekor serigala menerka anak kecil itu dan membawanya lari.

Sontak anak kecil itupun bertiak menjerit keras, bergegaslah perempuan itu mencari jejak serigala. Namun, di waktu yang bersamaan Allah mengutus Malaikat jibril agar mengeluarkan anak kecil itu dari mulut serigala untuk kembali diserahkan pada ibunya.

Diserahkanya anak kecil itu pada ibunya dan berkata, “wahai perempuan hamba Allah, bukankah engkau senang sepotong roti diganti dengan seorang anak?”

Nah, demikianlah artikel ini saya akhiri dengan hikayat cerita tentang kehebatan sedekah, walau hanya sepotong roti. Kini tak perlu khawatir harta kita akan berkurang bila kita sedekah pada orang lain, Allah SWT akan menggantinya berlipat-lipat, dan yang terpenting bukanlah seberapa  besar kuantitas kita dalam sedekah, namun seberapa besar ikhlas hati kita merelakan apa yang sudah diberi, karna esensi sebuah sedekah adalah keikhlasan dari hati sanubari yang hanya mengharap ridlo Ilahi.

Leave a Reply