Aturan Penulisan dan Penggunaan Huruf Kapital yang Benar

penggunaan huruf kapital

Penulisan huruf kapital merupakan salah satu hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan dalam penulisan. Ya, penggunaan huruf kapital masuk dalam aturan atau kaidah penulisan yang sudah disesuaikan dengan PUEBI atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, dalam setiap penulisan –terutama untuk tulisan formal, penggunaan huruf kapital harus diperhatikan dengan saksama.

Meskipun tergolong cukup simple, namun cukup banyak awam yang tidak mengetahui aturan untuk menulis dan menggunakan huruf kapital dengan benar. Dengan demikian, tentu tulisan mereka bisa dipastikan akan terdapat banyak kesalahan. Hal ini tentu sangat memalukan terlebih bagi seseorang yang hidup dan besar di Indonesia.

Penggunaan Huruf Kapital yang Benar

penggunaan huruf kapital

Perlu diketahui bahwa PUEBI adalah penyempurnaan dari EYD yang mulai berlaku sekitar tahun 2015 yang lalu. Secara umum, aturan yang tercantum dalam PUEBI mencakup semua aturan dalam EYD yang sudah diputuskan sebelumnya. Hanya saja, ada beberapa penambahan yang dilakukan, termasuk dalam bab penulisan huruf kapital.

Nah, berikut ini akan dijelaskan mengenai aturan terkait penulisan huruf kapital yang dibuat sesuai dengan PUEBI. Apa saja aturan terkait penulisan dan penggunaan huruf kapital yang benar dalam kalimat? Simak beberapa ulasan dan contoh di bawah ini.

1. Huruf Pertama Kata di Awal Kalimat

Salah satu penggunaan huruf kapital sesuai PUEBI adalah huruf kapital digunakan pada huruf pertama sebuah kata di awal kalimat. Beberapa contoh terkait poin ini misalnya adalah sebagai berikut:

  • Dia membuat surat cinta untuk kekasih.
  • Apa yang hendak kamu lakukan saat melihat senja?
  • Kita harus berusaha agar mendapatkan nilai terbaik dalam ujian nanti.

2. Huruf Pertama dalam Kalimat Langsung

Penggunaan huruf kapital sesuai dengan PUEBI yang selanjutnya adalah huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama ketika menulis kalimat dengan petikan langsung. Adapun contoh mengenai penggunaan ini adalah sebagai berikut:

  • Ayah bertanya, “Nisa, kamu tahu Cipto dimana?”
  • Bu guru mengingatkan murid-muridnya sebelum pulang sekolah, “Jangan lupa, materi ujian matematika adalah bab pertama sampai bab kelima”
  • Aku tahu apa yang akhirnya membuatku sakit hati,” katanya

3. Huruf Pertama Kata Sakral

Salah satu aturan penulisan huruf kapital yang perlu diketahui adalah huruf kapital digunakan pada huruf pertama kata-kata yang sakral di mana berkaitan dengan agama dan ketuhanan. Adapun contoh penggunaan ini misalnya penulisan Islam, Qur’an, Allah, Yang Maha Penyayang, dan lainnya.

4. Huruf Pertama Sematan Gelar

Penggunaan huruf kapital yang selanjutnya untuk dipahami adalah huruf kapital digunakan dalam penilisan huruf pertama terkait gelar, seperti gelar kehormatan, keagamaan dan juga keturunan di mana selanjutnya baru diikuti dengan nama orang tersebut.

Adapun contoh penulisan huruf kapital dalam poin ini adalah sebagai berikut:

  • Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasalam
  • Haji Mamat 
  • Raja Tunggul Ametung .

– Tidak Digunakan Untuk Nama Gelar Tanpa Diikuti Nama

Aturan lain mengenai penggunaan huruf kapital adalah huruf kapital tidak digunakan untuk penulisan gelar –sebagaimana poin sebelumnya, jika tidak diikuti oleh nama orang yang memiliki gelar tersebut.

Contoh dalam penggunaan huruf kapital sesuai dengan aturan ini adalah sebagai berikut:

  • Ia baru saja dilantik sebagai seorang presiden.
  • Mas Pur sudah naik haji tahun lalu.

5. Huruf Pertama Unsur Jabatan yang Diikuti Nama

Tata cara lainnya dalam penulisan huruf kapital yang benar dan sesuai dengan PUEBI adalah huruf kapital digunakan pada huruf pertama kata yang memiliki unsur jabatan di mana setelahnya diikuti dengan nama orang, instansi atau tempat sebagai kata ganti orang tersebut.

Contoh penggunaan huruf kapital pada poin ini adalah sebagai berikut:

  • Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Professor Alex
  • Sekretaris Jenderal PBB.

– Tidak Digunakan Untuk Nama Jabatan yang Tidak Merujuk Nama

Aturan terkait penggunaan huruf kapital lainnya adalah huruf kapital tidak digunakan ketika penulisan huruf pertama sebuah pangkat atau jabatan yang tidak merujuk pada nama orang secara khusus, nama instansi atau nama tempat tertentu. Contoh dari penggunaan ini adalah sebagai berikut:

  • Tengku Syaira Anataya ingin menjadi seorang profesor di masa depannya.
  • Upacara itu dipimpin oleh presiden
  • Andi pontang-panting mencari izin gubernur untuk melakukan penelitian.

6. Huruf Pertama Unsur Nama Orang

Aturan penggunaan huruf kapital selanjutnya adalah huruf kapital digunakan dalam penulisan unsur-unsur nama orang. Adapun contoh mengenai aturan pada poin ini adalah misalnya Amir Hamzah, Rohadi Apri, Lionel Messi dan lainnya.

Namun, huruf kapital tidak digunakan dalam unsur nama, seperti von, der, da, van, bin, binti dan lainnya.

7. Huruf Pertama Singkatan Nama Orang

Salah satu penulisan huruf kapital lain yang perlu diperhatikan adalah huruf kapital digunakan pada huruf pertama singkatan dari nama orang yang nama tersebut digunakan untuk nama jenis atau satuan ukur. Adapun contoh dari konsep ini adalah sebagai berikut:

  • N untuk Newton
  • J/K untuk joule per Kelvin
  • Pas untuk Pascal.

8. Huruf Pertama Nama Bangsa, Bahasa dan Suku

Aturan penggunaan huruf kapital lain sesuai PUEBI adalah huruf kapital digunakan pada huruf pertama untuk menyebut nama bangsa, suku dan bahasa. Dalam hal ini, contoh yang bisa dilihat adalah suku Jawa, bangsa Aborigine, bahasa Inggris, dan lainnya.

9. Huruf Pertama Nama Hari, Bulan, Tahun dan Hari Raya

Salah satu penggunaan huruf kapital yang perlu diketahui adalah huruf kapital digunakan pada penulisan huruf pertama terkait nama hari, bulan, tahun hingga nama hari raya. Contoh dari konsep ini adalah misalnya, tahun Hijriah, tahun Masehi, Senin, April, Idul Fitri, dan lainnya.

Pengertian Huruf Kapital

huruf kapital

Sebelum membahas penulisan huruf kapital, salah satu hal awal yang perlu diperhatikan adalah pengertian dari huruf kapital tersebut. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, huruf kapital –disebut huruf besar, adalah huruf tang memiliki ukuran dan bentuk yang khusus di mana lebih besar daripada huruf biasa.

Awam mengetahui bahwa penggunaan huruf kapital ini hanya untuk setiap awal kata pertama dalam kalimat. Padahal sebenarnya huruf kapital digunakan dalam berbagai kondisi yang berbeda. Aturan inilah yang harus dipelajari agar huruf kapital bisa digunakan dengan tepat dan benar.

Demikian beberapa ulasan mengenai penulisan huruf kapital sesuai PUEBI yang perlu Anda pelajari. Sebenarnya, penjelasan di atas belum keseluruhan. Oleh karena itu, lakukan pencarian tambahan untuk mengetahui cara dan aturan terkait penggunaan huruf kapital secara menyeluruh. Semoga bermanfaat.

BACA ARTIKEL TERKAIT:

0 Shares:
1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like