Pancasila Sebagai Dasar Negara Indonesia

Pancasila

Pancasila Sebagai Dasar Negara adalah wajib hukumnya kita terima. Keputusan ini sudah final sejak setengah abad lebih yang lalu. Ideologi dasar negara ini dibentuk dan dirumuskan oleh para pemimpin dan pahlawan negara yang benar-benar tulus berjuang untuk negaranya.

Bukan keputusan sepihak, melainkan keputusan berdasarkan permusyawaratan yang benar-benar adil. Jika sekarang ada orang-orang yang berteriak ingin mengganti pancasila sebagai dasar negara, itu hanya keputusan sepihak yang tidak berdasarkan musyawarah yang adil.

Indonesia bukanlah rumah untuk satu orang, satu golongan, satu suku, satu agama, atau satu bahasa. Tapi Indonesai adalah rumah untuk semua yang tinggal dan hidup di buminya dan minum airnya. Meskipun beda suku, beda agama, beda bahasa, beda warna kulit, dan perbedaan-perbedaan yang lain.

Pancasila Sebagai Dasar Negara

Pancasila sebagai dasar negara

Berbincang tentang Pancasila sebagai dasar negara, sebenarnya Undang-undang Dasar 1945 telah menjelaskan maksud dari hal tersebut. Dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat secara gamblang dan jelas dinyatakan terkait pengertian Pancasila sebagai sebuah dasar negara dengan kalimat:

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam pembukaan UUD 1945 tersebut dinyatakan secara jelas perihal Pancasila sebagai dasar negara. Di mana Pancasila menjadi landasan yang sangat fundamental dalam hajat hidup bangsa Indonesia. Karena posisi Pancasila sangat penting, maka jalan hukum tersebut tidak dapat diubah selama negara Indonesia masih tegak di atas Bumi Pertiwi.

Selain itu, Pancasila menjadi aset dan sumber berpikir untuk perumusan hukum-hukum dan aturan-aturan kenegaraan yang fungsinya adalah untuk menciptakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman.

– Fungsi Pancasila Sebagai Dasar Negara

fungsi pancasila

Turunan dari pemahaman terkait Pancasila sebagai dasar negara adalah memahami bagaimana fungsi dari Pancasila tersebut. Dalam kedudukannya sebagai dasar negara, maka Pancasila akan berfungsi sebagai sumber segala hukum dalam pelaksanaan sistem kenegaraan di Indonesia.

Dengan demikian, terkait pengertian Pancasila sebagai dasar negara, maka secara umum fungsi dari Pancasila adalah sebagai berikut:

1. Pancasila sebagai asas kerohanian tertib hukum di negara Indonesia

Dalam poin ini dijelaskan bahwa Pancasila memiliki sifat spiritual yang tinggi terhadap pola kehidupan hukum di Indonesia. Pola ini tergambar dalam sila pertama di mana sumber hukum haruslah merujuk pada asas Ketuhanan.

2. Pancasila sebagai pembentuk suasana kebatinan yang unggul dan pengejawantahan dari nilai UUD 1945

Posisi Pancasila dalam poin ini menjadi penunjang pelaksanaan hukum konstitusi sebagai dua mata pisau yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Pancasila sebagai cita-cita hukum demi terlaksananya hukum yang berkeadilan di Indonesia

Dalam poin ini dijelaskan bahwa posisi Pancasila sudah jelas, yakni sebagai pandangan hukum ke depan untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia demi terciptanya kehidupan yang lebih baik dan teratur.

4. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang mengatur pola kehidupan masyarakat luas

Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi objek yang paling vital dan alat pandang di mana digunakan untuk mencapai kehidupan bangsa yang harmonis dan tetap berlandaskan kehidupan sosial yang menyeluruh.

5. Pancasila sebagai bentuk kepribadian bangsa Indonesia

Dalam poin ini, Pancasila lahir bersamaan dengan lahirnya bangsa Indonesia. Dengan peristiwa tersebut, Pancasila menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia dalam sikap mental ataupun tingkah lakunya di mana bisa menjadi pembeda dengan bangsa lain.

6. Pancasila adalah bagian dari perjanjian luhur

Arti dari poin ini adalah Pancasila telah disepakati sebagai dasar negara secara nasional pada 18 Agustus 1945 melalui sidang yang diselenggarakan oleh PPKI.

7. Pancasila merupakan sumber dari segala jenis hukum

Arti dari poin ini adalah bahwa segala peraturan, undang-undang dan hukum lain yang berlaku di Indonesia harus bersumber pada Pancasila dan tidak bertentangan dengan poin-poin Pancasila.

8. Pancasila adalah cita-cita dan tujuan yang akan dicapai oleh masyarakat dan bangsa Indonesia

Makna dari poin ini adalah kehidupan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera akan dilandaskan pada Pancasila sebagai hukum awal.

9. Pancasila sebagai ideologi dari bangsa Indonesia

Arti dari poin ini adalah Pancasila menjadi corak pikir dari bangsa Indonesia di mana akan menjadi identitas bangsa dalam pergaulan di kancah internasional dengan bangsa lainnya

Dari beberapa poin di atas bisa dilihat bahwa ada beberapa poin penting dari turunan terkait Pancasila sebagai dasar negara yang menjadi corak dari bangsa Indonesia. Pemahaman mengenai fungsi tersebut menjadikan pandangan hidup terkait Pancasila harus dibangun seiring dengan pentingnya kedudukan Pancasila.

– Makna Pancasila sebagai Dasar Negara

makna pancasila

Terkait dengan Pancasila sebagai dasar negara, ada makna dari posisi tersebut yang harus dipahami dengan baik. Adapun secara umum makna dari Pancasila adalah Pancasila merupakan elemen yang sangat penting dalam kelangsungan hajat hidup masyarakat di Indonesia.

Tanpa adanya Pancasila, maka bisa dikatakan ada suatu hal terpenting dari negara yang hilang. Pancasila adalah suatu ideologi yang sejak dulu dipertahankan oleh Soekarno. Oleh karena itu, sudah benar rasanya jika setiap warga negara menjaga Pancasila dari serangan ideologi lain yang berusaha menghancurkan upaya persatuan bangsa.

Seluruh makna dan juga Pancasila sebagai dasar negara tentu sangat selaras dengan isi dari Pancasila tersebut, yakni:

  • Ketuhanan Yang Maha Esa
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Poin-poin dari Pancasila menjadi ilham untuk makna Pancasila itu sendiri. Artinya, setiap kandungan butir nilai dari Pancasila mengisi fungsi, makna dan hal lain terkait dasar negara.

Aktualisasi Pancasila Sebagai Dasar Negara

pengertian pancasila sebagai dasar negara

Pemahaman dan pembahasan terkait Pancasila ini juga tidak boleh berhenti pada ranah teori saja. Melainkan harus secara penerapan langsung pada lapis masyarakat. Dalam kata lain, kehidupan bermasyarakat di Indonesia haruslah mengaktualisasikan setiap nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara.

Aktualisasi sendiri merupakan sebuah usaha untuk membuat sesuatu menjadi benar-benar ada. Secara sederhana, aktualisasi tersebut merupakan bentuk praktik penghargaan terhadap sejarah pancasila dari sebuah teori yang sudah dipahami. Dengan praktik tersebut, maka teori tidak hanya berupa kata-kata namun sudah menjadi sebuah tindakan yang nyata.

Kaitannya dengan Pancasila, maka aktualisasi nilai Pancasila adalah bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut benar-benar dapat tercermin dalam sikap dan juga perilaku setiap warga negara Indonesia. Tidak hanya lapis masyarakat, melainkan juga seluruh aparatur negara, terutama para elite yang memiliki kewajiban mengatur negara.

Penerapan poin ini menjadi wujud pemahaman terkait dasar negara yang sempurna. Dalam pembahasannya, aktualisasi Pancasila dalam penerapan di kehidupan sehari-hari dibagi menjadi dua macam yang berbeda. Adapun bentuk dari aktualisasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:

1. Aktualisasi Objektif

Bentuk aktualisasi Pancasila yang pertama adalah aktualisasi objektif. Ini adalah sebuah aktualisasi dari nilai Pancasila yang sangat penting untuk dilakukan, terutama bagi mereka yang duduk dalam roda pemerintahan di mana memiliki kewajiban membuat aturan untuk kemaslahatan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Aktualisasi objektif ini merupakan bentuk realisasi dari setiap nilai yang tercantum dalam Pancasila dan diselenggarakan oleh badan negara, seperti legislatif, eksekutif, yudikatif dan beragam bidang kenegaraan lainnya.

Dengan penerapan nilai-nilai luhur Pancasila terhadap pola pembangunan negara, maka aturan yang akan dihasilkan mengandung asas-asas Pancasila. Turunannya, jika nilai-nilai Pancasila sudah masuk dalam peraturan, maka pola kehidupan bangsa akan cenderung lebih teratur.

2. Aktualisasi Subjektif

Bentuk aktualisasi Pancasila yang kedua adalah aktualisasi Pancasila subjektif. Aktualisasi nilai Pancasila ini adalah bentuk dari pelaksanaan beragam nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila di mana dilakukan oleh setiap individu yang mendiami Indonesia sebagai tempat bernaung, meraih mimpi dan menjalani kehidupan.

Aktualisasi nilai Pancasila ini sangat penting untuk dilakukan. Jika setiap individu telah bisa menjalankan setiap nilai-nilai dari Pancasila, maka kehidupan bermasyarakat akan lebih teratur dan memiliki napas persatuan yang begitu kental.

Poin ini sebenarnya merupakan bentuk kesadaran dari setiap individu. Dengan hidup di Indonesia, berarti setiap warga negara wajib untuk menjadikan Pancasila sebagai asas dalam menjalani kehidupan. Dengan demikian, konflik yang terjadi di masyarakat bisa diminimalkan karena setiap individu memiliki cara pandang hidup yang sama.

Namun, aktualisasi subjektif ini sebenarnya merupakan turunan dari aktualisasi objektif. Dalam poin ini bisa dijadikan catatan bahwa jika lembaga pengatur negara membuat aturan yang sesuai dengan asas Pancasila dan menerapkannya dalam tata cara pengaturan negara, maka secara subjektif warga negara pasti akan menirunya.

Sebaliknya, jika aturan-aturan yang dibuat tidak sesuai dengan semangat Pancasila dan cenderung merugikan masyarakat, maka bisa jadi aktualisasi nilai-nilai Pancasila tidak akan muncul di tengah masyarakat luas. Bahkan, peraturan yang semena-mena bisa menjadi pangkal timbulnya konflik di masyarakat.

0 Shares:
1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like