Menjadi Guru Bagi Diri Sendiri

Netsains.com – Menjadi guru bagi diri sendiri. Jika Anda masih mengalami kesulitan dalam belajar, atau kesulitan dalam mendapatkan nilai gemilang di ujian, jangan cepat berprasangka buruk menganggap bahwa Anda bodoh atau menilai guru yang telah mengajari dan membimbing Anda kurang berkompeten.

Namun, pikirkanlah seberapa banyak usaha yang telah Anda lakukan selama ini atau seberapa tepat strategi yang Anda terapkan dalam usaha tersebut. Mungkin ada beberapa bagian dari keseluruhan usaha Anda yang perlu diperbaiki atau direvisi kembali karena sudah tidak sesuai dan tidak efisien lagi untuk saat ini, atau mungkin ada yang membuat kenyamanan belajar Anda berkurang.

Sadari Realita

Jangan langsung melihat hubungan antara dua hal sebagai hubungan sebab akibat, bisa jadi apa yang Anda amati merupakan akibat dari berbagai hal. Bukan berarti IQ rendah menandakan kebodohan dan menentukan kesuksesan seseorang.

Biasanya, bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam belajar dan mendapatkan hasil ujian yang tidak memuaskan memilih bimbingan belajar atau kursus sebagai alternatifnya. Ide yang bagus.

guru bagi diri sendiri

Guru Hanya Fasilitator

Memilih untuk menambah waktu belajar di rumah atau di tempat kursus sama-sama pilihan yang tepat. Karena, semakin Anda menambah waktu untuk belajar, semakin banyak hal yang bisa Anda pelajari.

Misalnya, ketika belajar fisika di sekolah Anda hanya dikenalkan dengan beberapa rumus umum saja. Tapi, di rumah atau di tempat kursus Anda bisa lebih dari hanya sekedar mengenal dan memakai rumus-rumus instan siap pakai yang hanya berfungsi untuk beberapa kasus tertentu saja.

Dengan demikian Anda bisa membedakan antara mempelajari dan menekuni sains.
Sebenarnya, guru yang paling baik untuk Anda adalah diri Anda sendiri, selebihnya hanya sebagai fasilitator.

Potensi Diri

Kemana pun Anda belajar, baik di sekolah maupun di tempat kursus terkenal sekalipun, yang membedakan Anda dengan orang lain adalah diri Anda sendiri. Selama ini banyak sekali orang-orang yang berebutan untuk bisa masuk ke sekolah atau perguruan tinggi favorit untuk bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas dengan harapan mampu bersaing di era globalisasi yang sudah menjadi aktifitas rutin saat ini.

Tapi, terkadang mereka tidak menyadari bahwa mereka adalah guru bagi diri mereka sendiri. Sehingga, tidak sedikit dari mereka yang gagal dan kalah saing dengan lulusan dari sekolah atau perguruan tinggi yang biasa-biasa saja.

Meskipun benar di sana Anda bisa lebih terfasilitasi. Tapi, selama Anda belum bisa menjadi guru yang baik bagi diri Anda sendiri, jangan salahkan siapa pun jika Anda tidak memperoleh hasil yang maksimal.

guru bagi diri sendiri

Kajian Ilmiah

Sadarkah Anda bahwa kata-kata seperti sukses, cerdas, pintar, prestisius merupakan bagian dari kelompok kata sifat di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau disebut sebagai sifat emergen (sifat yang muncul).

Di dalam biologi sifat emergen ini disebabkan oleh susunan dan interaksi berbagai bagian seiring peningkatan kompleksitas. Misalnya, meskipun sama-sama karbon murni sifat grafit dan berlian sangat berbeda karena atom-atom karbonnya tersusun secara berbeda.

Pentingnya Pengelolaan Diri

Ketika kita belajar fisika, setiap susunan cermin dengan objek yang diamati memiliki sifat yang berbeda, untuk cermin datar saja bayangan benda yang dihasilkan selalu bersifat maya, tegak, dan sama besar, lain halnya dengan cermin cekung, ketika benda diletakkan di antara titik fokus dan jari-jari kelengkungan cermin cekung, bayangan yang dihasilkan memiliki sifat sejati, terbalik, dan diperbesar.

Sama halnya dengan tingkat kesuksesan, kecerdasan, prestisius seseorang, juga dipengaruhi oleh susunan beserta interaksi yang dimiliki dan dialami oleh dirinya sendiri. Menjadi guru yang baik bagi diri sendiri adalah bagaimana mengelola keduanya.

Jangan heran jika Anda sering mendengar dan membaca salah satu kutipan dari Julius Caesar, “Experience is the teacher of all things”. Ya, memang benar, pengalaman merupakan buah dari interaksi yang pernah Anda lakukan sebelumnya.

Pentingnya Mempelajari Medan

Mungkin sebelumnya Anda pernah gagal di semester pertama karena baru mengenal medan, setidaknya untuk semester berikutnya, Anda tahu apa yang harus Anda lakukan dan bisa menyusun kembali strategi baru untuk menghadapinya. Jadikan kedua poin penting di atas menjadi bagian dari semua strategi dalam usaha yang Anda lakukan untuk meraih kesuksesan.

Ada pernyataan bahwa 51 persen kemampuan berpikir seseorang berada di bawah perintah gen, hal itu diungkap dalam jurnal yang diterbitkan oleh The Journal Molecular Psychiatry. Namun, ungkapan tersebut bukan segalanya.

Jangan khawatir dengan hasil test IQ anda yang mungkin tidak sebanding dengan para pesaing Anda. Masih banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mempersiapkan semuanya. Mulai dari menyusun strategi dalam pembagian waktu dengan membuat jadwal acara, menyusun dan merapikan tempat yang Anda gunakan dalam beraktifitas untuk mendapatkan rasa nyaman, hingga interaksi Anda dengan Tuhan, sesama manusia, alam, dan apa-apa yang ada di alam semesta.

Bahkan ketika Anda sedang menghadapi ujian, sebenarnya Anda sedang berinteraksi dengan diri Anda sendiri, karena ujian adalah dialog dan pertempuran dengan diri Anda sendiri, bukan untuk mengalahkan lawan ujian Anda.

guru bagi diri sendiri

Pentingnya Manajemen Diri

“Agendakan diri Anda sebelum diagendakan oleh orang lain”. Pikirkan seberapa besar efisiensi yang akan Anda dapatkan. Jangankan untuk sistem yang tidak teratur, untuk semua mesin yang canggih dengan sistem yang teratur dan terorganisir pun belum pernah ada yang mencapai efisiensi 100%.

Ketika Anda mempunyai mimpi yang ideal, mungkin pada akhirnya Anda hanya mampu mewujudkan 98% atau 99,99%, karena sesungguhnya tidak ada mesin ciptaan manusia yang ideal terkecuali apa-apa yang telah diciptakan-Nya.

Untuk menghindari hal itu, maka selain Anda memikirkan hasil maksimum, Anda harus memikirkan hal-hal buruk yang akan terjadi dalam berlangsungnya proses tersebut. Sehingga Anda bisa mencari alternatif yang baik agar efisiensi yang Anda peroleh tidak terlalu jatuh dari efisiensi ideal.

Sebenarnya poin-poin di atas cukup sederhana untuk Anda lakukan, hanya saja terkadang manusia kehilangan konsistensi atau sulit melupakan kekalahan di masa lalu. Ibaratnya konsistensi itu seperti sistem tata surya dan ingatan buruk itu seperti gaya gravitasi yang senantiasa menghambat pengembangan alam semesta.

Seharusnya Anda segera mengingat bahwa buah yang akan Anda petik dari usaha yang sedang Anda jalani saat ini akan jauh lebih besar dari sekedar kekalahan kecil di masa lalu.

Leave a Reply