Ikan Koi : Jenis dan Cara Budidayanya

Ikan Koi – Apakah kalian pecinta ikan hias koi ? ikan koi memang sangat indah baik corak warna maupun bentuknya. Saat ini ikan koi bukan hanya dijadikan sebagai hiasan kolam atau aquarium rumah saja, melainkan sudah banyak yang dijadikan sebagai penghasilan utama dalam bisnis.

Harganya yang stabil daan peminatnya yang banyak, memang sangat menjanjikan untuk menekuni bisnis tersebut, cuma kadang kita belum begitu faham bagaimana cara perawatan supaya ikan koi tetap sehat dan cepat besar.

Jenis Ikan Koi

Ikan koi sebagai ikan hias memang memiliki jenis yang sangat banyak, mulai dari jenis yang banyak dijumpai ditempat penjualan ikan hias sampai jenis yang langka dan berharga sangat mahal.

jenis ikan koi

Jenis ikan koi dibedakan berdasarkan warna, pola, dan ukurannya. Diantara unsur warnanya yaitu : putih, hitam, merah, kuning, biru, dan krem.

1. Ikan Koi Kohaku

ikan koi kohaku

Kohaku adalah jenis ikan koi paling tua dan paling terkenal diantara jenis ikan koi lainnya. Koi kohaku memiliki warna dasar putih solid yang dilapisi dengan warna merah. Koi Kohaku yang berkualitas adalah yang memiliki warna cerah, warna dasar ikan tidak terdapat bercak noda, warna merahnya cerah, serta pola kombinasi warna putih dan merah disepanjang tubuhnya.

Ikan koi tersebut berasal dari peternak ikan koi negara Jepang. Banyak orang memelihara ikan tersebut karna mempunyai warna yang cantik dan elegan.

Untuk harga ikan koi jenis kohaku dewasa bisa bisa dijual seharga Rp 60.000 per ekor

Variasi dari ikan koi kohaku adalah Kohaku Doitsu, Kohaku Gin Rin, Kohaku Maruten, dan Kohaku Tancho.

2. Ikan Koi Black Dragon

IKAN KOI

Black dragon adalah jenis ikan koi yang langka dan jarang ditemukan. Selain langka, keunggulan dari jenis ikan koi black dragon adalah tubuhnya yang tanpa cacat. Ditambah corak warnanya yang unik menjadikan ikan tersebut menjadi yang terbaik. Pernah suatu ketika di negara Jepang saat Momotaro farm mengadakan lelang, jenis ikan koi black dragon ini dihargai hingga Rp2,9 miliar. OMG ……..

3. Ikan Koi Tancho

Ikan Koi Tancho

Ikan koi Tancho adalah jenis ikan koi paling populer di kalangan para pecinta ikan koi, bahkan kepopuleran Tancho mengalahkan kepopuleran Kohaku. Ikan tersebut memiliki warna dasar putih dihiasi pola atau tancho warna merah di kepalanya. Simetri dan penempatan pola warna merah di kepalanya menentukan kualitas ikan ini.

Variasi dari Ikan Tancho ini yaitu : Tancho Gin Rin, Doitsu Tancho dan Tancho Rin

4. Ikan Koi Soragoi

Ikan Koi Soragoi 

Ikan Koi Soragoi sekilas mirip dengan koi jenis Chagoi, yakni terdapat pola jaring halus di bagian punggungnya. Hal yang membedakan dari keduanya adalah warna yang dimilikinya. Ikan tersebut memiliki warna abu-abu atau perak, sedang Chagoi memiliki warna coklat atau perunggu.

Variasi dari Soragoi termasuk Gin Rin Soragoi dan Doitsu Soragoi.

5. Ikan Koi Hariwake

Ikan Koi Hariwake

Koi jenis hariwake mempunyai warna dasar putih yang dikombinasikan dengan pola warna merah atau orange. Warna putih pada koi Hariwake berbeda dengan warna putih yang dimiliki oleh Kohaku dan Sanke, yaitu terlihat lebih cerah.

Variasi dari Hariwake antara lain adalah Hariwake Tancho, hariwake Gin Rin, dan Hariwake Doitsu (dikenal juga dengan nama Kikusui).

6. Ikan Koi Goromo

Ikan Koi Goromo

Jenis koi goromo merupakan ikan koi hasil perkawinan antara ikan koi jenis kohaku dengan jenis asagi atau ikan asagi dengan jenis sanshoku.

Keunikan yang dimiliki koi goromo adalah memiliki corak yang indah dengan warna dasar putih. Kebanyakan dari jenis goromo ini memiliki corak berwarna merah dan hitam dengan lingkaran biru disetiap sisinya

7. Ikan Koi Sanke

Ikan Koi Sanke

Koi jenis sanke adalah satu dari jenis ikan koi termahal yang banyak dipelihara di tanah air. Ciri khas dari ikan koi tersebut ialah warna hitamnya yang lebih dominan dan merah serta putih sebagi penghiasnya.

Warna ikan koi jenis sanke ini sangatlah unik dibandingkan dengan jenis ikan koi lainnya. Pola coraknya yang tidak beraturan memiliki kesan tersendiri di para pecinta ikan koi.

8. Ikan Koi Shiro Bekko

Ikan Koi Shiro Bekko

Ikan koi jenis shiro bekko memiliki warna dasar putih dengan pola warna hitam kecil-kecil. Pola hitam pada ikan koi Shiro Bekko harus seimbang dan mempunyai tepi tajam (Kiwa).

Perbedaan antara jenis ikan koi Shiro Bekko dan Shiro Utsuri yaitu pada Shiro Utsuri mempunyai pola warna hitam yang lebih besar hitam sedangkan pada Shiro Bekko hanya mempunyai sedikit warna hitam.

9. Ikan Koi Ogon

Ikan Koi Ogon

Koi ogon ini pertma kali ditemukan pada tahun 1946 oleh sawati bersama dengan putranya, yang kemudian dijadikan sebagai ikan koi indukan.

Setelah beberapa kali dikawinkan, disilangkan dengan koi lain, barulah muncul ikan koi ogon ini. Ikan koi ogon ini merupakan generasi 4-5 dari perkawinan ikan tersebut.

10. Ikan Koi Chagoi

Ikan Koi Chagoi

Koi Chagoi memiliki warna coklat atau perunggu dengan pola jaring-jaring di bagian punggungnya. Pola seperti jaring pada bagian punggungnya mempunyai warna yang hampir sama dengan warna dasar ikan. Meskipun pola jaring-jaringnya memiliki warna yang hampir serupa, pola jaring tersebut masih terlihat jelas karena polanya terlihat timbul.

Variasi dari Chagoi termasuk Gin Rin Chagoi dan Doitsu Chagoi

11. Ikan Koi Goshiki

Ikan Koi Goshiki

Goshiki adalah koi dengan dasar putih solid dengan pola hitam dan merayap biru, dan merah dan hitam overlay warna putih, hitam dan biru dasar. Goshiki diterjemahkan sebagai “lima warna”.

Variasi koi Goshiki adalah Gin Rin Goshiki dan Tancho Goshiki.

12. Ikan Koi Shusui

Koi Sushui

Ada yang unik dari ikan koi sushui, keunikan tersebut terlaetah pada bagian tubuh ikan yang tidak memiliki sisik sama sekali kecuali hanya sedikit dibagian punggung.

Sisik dipunggung tersebut memiliki warna gelap, sedangkan untuk warna tubuh keseluruhan adalah warna putih dengan diselimuti warna merah atau orange .

Kalian dapat menjadikan koi sushui sebagai peliharaan, baik dikolam atau di aquarium. Ikan ini tentu akan tampak indah.

13. Ikan Koi Asagi

Ikan Koi Asagi

Ikan koi asogi memiliki corak warna silver kehitaman dari pangkal kepala sampai ujung ekor. Sedang untuk sirip dan kepalanya ada yang berwarna merah, kuning, dan putih. Harga ikan koi temahal jenis ini berkisar Rp 5.000.000 per ekornya.

14. Ikan Koi Utsurimono

Ikan Koi Utsurimono

Jenis Ikan Koi Utsurimono ini mempunyai 3 varian warna dasar kulit berupa putih susu, merah jingga dan kuning.

Masing-masing warna pun punya ciri-ciri tersendiri dan nama sendiri dalam bahasa Jepang, yakni: Shiro Utsuri (warna putih), Hi Utsuri (warna merah) dan Ki Utsuri (warna kuning). Satu ekornya seharga Rp. 800.000.

15. Ikan Koi Kumpay Slayer

Koi Kumpay Slayer

Ikan Koi Kumpay Slayer memiliki sirip cukup panjang melambai layaknya kupu-kupu. Sehingga begitulah alasan mengapa koi ini disebut-sebut butterfly koi.

Kombinasi warnanya adalah jingga dan silver keputihan atau kuning dan silver keputihan. Satu ekornya seharga Rp. 1.500.000

16. Ikan Koi Benigoi

Ikan Koi Benigoi

Keunikan dari Koi Benigoi ini adalah terdapatnya bodi yang gempal. Gendutnya ikan ini memang sangat lucu dan berbeda dari jenis ikan Koi yang lain, sehingga lebih menggemaskan.

Warna tubuhnya yakni jingga terang, tidak pucat. Mulutnya nampak sedikit monyong atau panjang. Sirip serta ekornya juga turut berwarna jingga. Satu ekornya seharga Rp. 900.000.

Cara Budidaya Ikan Koi

Seiring berjalannya waktu, Permintaan ikan koi semakin besar. Faktor ikan koi impor semakin mahal harganya sehingga harga ikan koi lokal menjadi lebih bersaing.

budidaya ikan koi

Untuk berhasil dalam memelihara ikan ko,i maka kalian harus memperhatikan beberapa langkah ini agar tidak mengalami kerugian.

1. Memilih Induk Koi Berkualitas

budidaya ikan koi

Indukan berperan penting dalam budidaya ikan koi. Indukan dengan gen yang bagus akan menghasilkan keturunan yang bagus pula. Jika sulit menemukan indukan yang baik, kalian bisa meminjamnya dari para pecinta ikan koi yang memelihara ikan ini dalam waktu lama.

Para pecinta ikan koi biasanya mengoleksi ikan koi yang berkualitas untuk dipelihara sendiri maupun untuk keperluan kontes. Mereka sebagian besar tidak memiliki keterampilan dan waktu untuk mengawinkan ikannya. Perkawinan dapat menjaga ikan tetap sehat.

Hal tersebut dimanfaatkan oleh para pembudidaya dengan melakukan kerja sama dengan para pemilik ikan. Pemilik ikan sangat diuntungkan karena ikan yang mereka miliki bisa dikawinkan sedangkan pembudidaya senang karena bisa mendapatkan keturunan berkualitas. Sebagai imbalan biasanya pemilik memberi izin kepada pembudidaya memilih satu atau dua ekor ikan hasil perkawinan.

Ciri – ciri indukan koi yang berkualitas (indukan jantan)

  • Memiliki warna yang teran.
  • Memiliki sisik yang bagus.
  • Memiliki badan yang langsing.
  • Gerakan gesit atau lincah.
  • Tidak dalam keadaan terserang hama dan penyakit.

Ciri – ciri indukan koi yang berkualitas (indukan betina)

  • Memiliki badan gendut atau buncit.
  • Gerakan lambat.
  • Memiliki warna tidak secerah jantan.
  • Dan juga mengeluarkan cairan berwrna kuning

Induk ikan jantan dan betina sebaiknya dipelihara pada kolam yang berbeda, supaya saat akan dikawinkan indukan tidak perlu mengalami pemberokan (puasa untuk dikawinkan) lagi.

Karena umumnya pemeliharaan kolam indukan sama dengan pemeliharaan kolam pembesaran.

2. Menyiapkan Kolam Ikan

kolam ikan koi

Karena cara budidayanya menggunakan kolam terpal, maka Kalian harus menyiapkan terlebih dulu kolamnya. Perlu diingat bahwa besar kecilnya kolam terpal harus disesuaikan dengan lahan tempat menyimpan kolam terpalnya, serta jumlah ikan koi yang akan ditempatkan pada kolam tersebut.

Selain itu, kolam terpal juga harus terjaga dari pergantian cuaca dan suhu ekstrem yang dapat mempengaruhi ikan koi di dalamnya. Sebagai contoh, jika kalian memiliki halaman rumah dengan luas 20 x 10 meter persegi. Kalian bisa membuat 2 – 3 kolam terpal dengan ukuran sekitar 3 m x 2 m x 1 m.

Kalian bisa membuatnya sendiri atau meminta bantuan tukang, bila ingin membuatnya sendiri, silakan kalian sediakan alat dan bahan-bahan yang diperlukan. Kolam terpal ini, rangkanya adalah dari kayu.

Buatlah rangka kolam yang kuat dan kokoh agar tidak mudah rusak. Setelah rangka selesai, kalian bisa memasang terpalnya. kalian bisa membeli terpal tersebut di toko bahan bangunan terdekat. Sesuaikan ukuran terpal yang dibutuhkan dengan ukuran rangka kolam.

Kolam terpal untuk budidaya ikan koi sudah selesai. Cobalah diisi dengan air yang memiliki ketinggian 0,5 meter dulu. Jangan lupa memasang filter di kolam tersebut guna menjaga air supaya tetap bersih, jernih, dan mengalir.

Ikan koi sangat suka karakteristik air kolam semacam itu, sehingga dapat lebih aktif bergerak serta membuat nafsu makannya besar.

3. Pemijahan Ikan Koi

ikan koi

  • Tempat Pemijahan

Sebaiknya kolam pemijahan terbuat dari semen serta permukaannya diplester. Hal ini berfungsi untuk menjaga agar sisik ikan tidak rusak jika terjadi gesekan saat proses pemijahan.

Ukuran kolam variatif, umumnya 3×6 meter dengan kedalaman 60 cm dan ketinggian air 40 cm. Kolam harus memiliki saluran masuk dan keluar.

Pada kedua saluran tersebut harus dipasang saringan halus, bertujuan agar tidak ada hama penganggu yang masuk ke kolam dan telur atau larva hasil pemijahan tidak hanyut keluar kolam.

Sebelum diisi air, kolam harus dijemur dan dikeringkan lebih dulu. Fungsinya untuk memutus siklus bibit penyakit yang ada dalam kolam. Air yang digunakan untuk mengisi kolam haruslah diendapkan terlebih dulu selama sehari semalam.

Ikan koi suka menempelkan telurnya pada media yang ada di dalam kolam. Oleh karena itu, sediakan kakaban yang terbuat dari ijuk atau bisa memanfaatkan tumbuhan air. Untuk memperkaya stok oksigen di dalam air, kalian bisa memasang aerotor pada kolam pemijahan.

  • Proses Pemijahan

Setelah kolam pemijahan oke, lalu masukkan induk ikan koi betina lebih dulu. Proses pemijahan biasanya berlangsung pada malam hari, sehingga induk betina bisa dimasukkan pada sore hari. Biarkan induk betina beradaptasi dengan kondisi kolam supaya tidak stres.

Setelah dua sampai tiga jam, indukan jantan bisa dilepaskan di kolam pemijahan. Jumlah indukan jantan yang dimasukkan adalah 3 sampai 5 ekor. Hal ini untuk menghindari kegagalan dalam pemijahan dan agar semua telur yang dikeluarkan indukan betina bisa terbuahi.

Sebenarnya bisa saja menggunakan hanya satu jantan apabila ukuran si jantan cukup besar. Namun resiko kegagalannya akan lebih tinggi.

Pemijahan biasanya berlangsung sekitar pukul sebelas malam hingga pagi hari sebelum terbitnya matahari. Selama masa tersebut, ikan akan saling kejar-kejaran, dimana si betina akan menyemprotkan telurnya pada kakaban.

Setelah telur menempel koi induk, koi jantan akan menyemprotkan spermanya untuk membuahi telur tersebut. Setelah proses pemijahan selesai, segera angkat indukan tersebut dari kolam pemijahan.

Jika dibiarkan di kolam tersebut indukan dikhawatirkan akan memakan telur-telur tersebut. Biarkan telur-telur yang ada di kolam untuk menetas.

  • Penetasan Larva

Telur yang menempel pada kakaban atau tanaman air harus terendam dalam air. Oleh karena itu berikan pemberat pada kakaban, pada keadaan normal, suhu sekitar 27-30 derajat celcius telur akan menetas dalam waktu kurang lebih 48 jam.

Jika temperatur suhu air terlalu dingin penetasan akan lebih lama. Bila terlampau panas telur bisa membusuk.

Setelah telur menetas, kakaban bisa diangkat dan Larva yang baru menetas masih menyimpan persediaan makanan yang mampu bertahan hingga 3-5 hari. Jika stok makanan sudah habis burayak ikan koi mulai membutuhkan pakan.

Pakan yang bisa diberikan pada burayak yang berumur 5 hari ialah kuning telur yang telah direbus. Lalu kuning telur tersebut diaduk dan dicampur dengan sedikit air. Pemberian pakan jangan sampai terlalu banyak yang menyebabkan air kolam menjadi kotor.

Bila ada sisa pakan segera dibersihkan. Beberapa penangkar tidak menganjurkan pemberian pakan kuning telur karena mudah membuat kolam kotor dan menyebabkan kematian massal.

Sebenarnya yang paling diinginkan burayak adalah pakan hidup. Oleh karena itu bisa diberikan kutu air yang sudah disaring. Penyaringan kutu dilakukan hingga burayak berukuran 1 cm.

Bila sudah lebih besar bisa diberikan kutu yang tidak disaring atau udang artemia. Bila ukuran burayak sudah mencapai 1,5 cm bisa diberi makan cacing sutera. Pemberian pakan tersebut sampai burayak berumur tiga mingguan. Setelah itu, ikan dipindahkan kekolam pendederan.

  • Pendederan

Kolam pendederan adalah kolam untuk memelihara ikan koi hingga berumur 3 bulan. Pada umur tersebut biasanya ikan koi ukuranya  telah mencapai 15 cm. Kolam dengan ukuran 3×4 dengan kedalaman 40 cm bisa menampung sekitar 250 sampai 300 ekor anak ikan koi.

Pada tahap ini, pakan pelet sudah dapat diberikan untuk pakan ikan. Berikan pelet berukuran kecil berukuran 250 mikron. 1 ons pelet cukup untuk memberi makan 1000 ekor ikan koi. Pemeberian pakan dilakukan 2 kali sehari.

Supaya warnanya cepat terbentuk, sesekali berikan cacing sutera atau udang artemia. Setelah ikan berumur 3 bulan baru bisa diberikan pakan pelet kasar sesuai takaran.

Bila dalam jangka 5 menit pakan tidak dimakan berarti ikan sudah kenyang dan pemberian pelet dilakukan 2-3 kali sehari.

4. Jaga Kualitas Air Kolam

KOLAM IKAN KOI

Jagalah selalu kualitas air kolam agar ikan koi yang kalian pelihara sehat. Perhatikan juga suhu dan tingkat kekeruhan air. Jangan sampai kondisi air kolam ikan menjadi keruh, karena hal tersebut membuat ikan koi tidak nyaman.

Walau sudah menggunakan filterisasi pada kolam, terkadang air kolam bisa menjadi keruh karena faktor kotoran yang dikeluarkan oleh ikan yang ada pada kolam.

Sebaiknya Anda mengganti sekitar 10% air kolam dalam waktu seminggu sekali. Jangan pernah ganti keseluruhan air karena ikan membutuhkan waktu untuk adaptasi.

Adaptasi dengan pergantian air dapat membuat ikan stress sehingga lebih baik jangan menguras air kolam seutuhnya. Kondisi air juga bisa memengaruhi warna koi hingga 20%. Ingatlah bahwa warna ikan memengaruhi kualitas dan harga pasaran ikan tersebut.

5. Penyortiran Ikan Koi

KOLAM IKAN KOI

Penyortiran ini berguna untuk menentukan tingkat harga. Ikan koi yang berkualitas tentunya dihargai lebih tinggi. Penyortiran koi bisa dilakukan sejak ikan berumur 1 bulan.

Pada umur tersebut ikan cukup kuat untuk dipindahkan. Atau jika ingin lebih aman, lakukan setelah ikan berumur sekitar 3 bulan.

Penyortiran didasarkan pada ukuran badan, bentuk dan kualitas warna. penyortiran koi dibedakan berdasarkan ukurannya, yaitu kecil dengan kecil dan ukuran besar dengan yang besar.

Sedangkan bentuk badan dipilah dari bentuk yang tidak bagus. Bentuk badan yang bagus harus proporsional. Badannya membulat seperti peluru tidak terlalu panjang. Siripnya simetris dan gerakannya tenang tapi mantap.

Pemilahan juga dilakuan terhadap ikan yang warnanya cerah dan memiliki garis batas yang tegas. Koi yang baik memiliki batas warna yang kontras. Tidak ada gradasi warna pada batas-batasnya.

6. Pemanenan Ikan Koi

budidaya ikan koi

Pemanen ini ikan koi ini dapat di lakukan dua cara yaitu : pemanen benih dan juga pemanenan pembesaran. Pemanenan benih dapat di lakukan pada usia 21 setelah pemeliharaan tergantung dengan pertumbuhan dan varietesnya.

Dengan mencapai ukuran 8-12 cm. sedangkan pemanenan pembesaran dapat di lakukan dengan umur 3-4 bulan setalah mencapai bobot 400-600 gram/ekor di lakukan dengan cara pengeringan kolam atau penjaringan ikan.

Jadi, bisnis budidaya ikan koi bisa dikerjakan oleh siapa saja. Hanya setiap pekerjaan memang dibutuhkan keterampilan serta ketekunan agar sukses. Bisa dikatakan, budidaya ikan koi menjadi bisnis yang bagus, mengingat prospek dan harga jual ikan tersebut yang stabil.

Untuk mencari bibit ikan koi, bisa kalian hubungi nomor WA 087 831 617 484 (Wilayah Jawa Tengah)

Selamat mencoba, semoga berhasil, AMIN …

BACA JUGA :

Leave a Reply