Bagaimana Cara Mengajari Anak Memahami Warna?

Pertanyaan:

Mohon bantuannya, dok. Anak saya berumur 4 tahun 5 bulan sangat aktif sekali tetapi dia belum bisa menyebutkan warna-warna tetapi dia sudah bisa menyamakan warna dan ketika ditanya warna dia belum hapal.

Kalau saya bandingkan dengan kakaknya seusianya pada waktu itu memang lebih cepat bisa mengetahui warna warna. Bagaimanakah cara kami sebagai orang tua supaya anak perempuan kami ini bisa cepat memahami warna-warna mengingat pertengahan tahun ini dia mau kami masukkan ke sekolah TK.

Atas bantuannya kami ucapkan terima kasih.

Frans C.S.A.S Djono

Jawab:

YTH: Bapak Frans Djono,

Pengetahuan anak tentang warna mulai berkembang jauh sebelum mereka memulai pendidikan formal. Implementasi warna yang familiar bagi anak dapat meningkatkan kemampuannya di dalam mengenal dan mengingat informasi.

Warna biru menimbulkan rangsangan sistem saraf simpatik. Kemungkinan penggunaan warna ini dapat meningkatkan kemampuan anak di dalam mengingat.

memperkenalkan warna pada anak

Filosofi-Psikologi Warna

  • Warna yang berbeda dapat memiliki efek yang berbeda pula pada manusia (Myers, 2004).
  • Warna biru seringkali digunakan untuk relaksasi dan menyebabkan otak akan merangsang hormon yang mendamaikan dan menenangkan. Biru juga melambangkan ketenangan yang sempurna, keamanan, kepercayaan, teknologi, konservatif, kesetiaan, kerapian.
  • Warna biru menyenangkan dan konon dipercaya dapat mengatasi insomnia, gastritis, artritis, nyeri pinggang bawah, sakit tenggorokan, asma, dan migrain. Tentu diperlukan riset lanjutan untuk memastikan kebenaran hipotesis ini. Pasangan warna biru adalah oranye.
  • Warna ungu melambangkan penuh harapan, dinamis, keseimbangan, kehangatan, meski ada kesan kurang teliti.
  • Warna merah digunakan untuk meningkatkan kadar adrenalin dan energi. Warna ini menaikkan tekanan darah, mempercepat pernafasan dan nadi, berpengaruh terhadap perjuangan dan produktivitas. Merah melambangkan keberanian, energi, kasih sayang, kekuatan, cinta, kehangatan, dinamika.
  • Warna merah muda (pink, jambon) melambangkan romantis, cinta dan kasih sayang, kelembutan,berkesan feminin, selalu rapi, dan humoris.
  • Warna putih melambangkan kesucian, keikhlasan, originalitas, kemuliaan, kewajiban.
  • Warna oranye digunakan untuk membangkitkan rasa lapar.

warna abstrak

  • Warna kuning melambangkan kebahagiaan, agak santai, kejayaan, kebesaran, optimis, filosofis, dan cita-cita tinggi. Kesan negatif warna kuning: pengkhianat, tidak jujur, pengecut.
  • Warna hijau melambangkan dominasi, keinginan kuat, ketabahan, natural, alami, kecerdasan, keberuntungan, kesejahteraan, kesehatan, kebijaksanaan. Warna ini meningkatkan rasa bangga.
  • Warna hitam melambangkan sejenak berhenti dari rutinitas, elegan, ketulusan, kekuatan, kekosongan, kematian, dan keabadian.
  • Warna abu-abu berkesan netral, serius, berani menatap masa depan, sederhana, stabil, terpercaya, juga melambangkan kesedihan.
  • Warna coklat berkesan nyaman, daya tahan, kenyataan, pesimis, dan suka merebut.

Berikut ini 10 Tips Cepat Mengingat Warna:

  1. Kenali gaya atau tipe belajar puteri Bapak. Apakah termasuk: tipe pembelajar visual, social, physical, aural, verbal, solitary, atau logical.
  2. Sesuaikan cara Bapak mendidiknya dengan tipe belajarnya. Misalnya: kalau puteri Bapak bertipe visual, maka biasakanlah untuk membuat flash card atau gambar-gambar atraktif berwarna yang memikat perhatian puteri Anda. Misalnya: buatlah pola jeruk yang berwarna oranye, lalu ditulis Jeruk berwarna: oranye. Tempelkan gambar jeruk ini di tempat yang sering dilihat puteri Bapak. Ini bisa dilakukan kalau ia bertipe visual.
  3. Dalam mengajari, hendaknya sabar, dan buatlah ia merasa nyaman, gembira, dan bahagia.
  4. Latihlah berulang-ulang, jangan bosan. Paling tepat untuk mengajarinya adalah pagi hari setelah 30 menit ia bangun tidur dan 30 menit sebelum ia tidur di malam hari.
  5. Berilah ia hadiah yang disukainya bila ia berhasil menyebutkan warna tertentu.
  6. Sesekali, ajaklah ia bermain di luar rumah atau di alam bebas (pantai, pegunungan, hutan, dsb). Sambil bermain, ajaklah ia untuk menyebutkan warna. Misalnya: warna daun itu apa, sayang? Warna air laut itu biru. Warna karang itu putih. Ini dilakukan sambil menunjukkan benda/objek nyata.
  7. Gunakan game atau teknologi untuk bermain warna. Misal: sambil bermain game di komputer/laptop, Bapak bisa membuatnya belajar warna.
  8. Berilah jeda beristirahat, misal belajar 30 menit, istirahat 10 menit, lalu belajar lagi 30 menit, istirahat 10 menit, dst. Di saat istirahat, biarkanlah ia FULL (TOTAL) beristirahat. Lakukan siklus/pola belajar seperti ini setiap hari, jangan bosan, dan biasakanlah sampai puteri Bapak terbiasa dan menikmatinya.
  9. Membuat anak senang belajar dan menciptakan suasana yang kondusif, menyenangkan bagi anak itu lebih penting daripada target atau prestasi yang ia capai.
  10. Bila perlu, libatkan pula kakak, ibu, dan teman seusianya untuk bermain dan belajar bersama. Terutama dalam mengingat warna. Bisa sambil menusun puzzle, balok, main boneka, dsb. Alangkah baik lagi bila Anda juga memperkenalkan permainan tradisional sebagai wahana belajar warna. Misalnya: dakon, bekelan, gobag sodor, petak umpet, dsb.

Pensil Warna

Demikian semoga bermanfaat.

Salam SEHAT dan SUKSES selalu!!!

Hormat kami,

Dr. Dito Anurogo
Konsultan Kesehatan Netsains.com

Leave a Reply