Penjelasan Komunikasi Verbal dan Non Verbal Lengkap

tujuan komunikasi efektif

Apa itu komunikasi verbal? Sebagai manusia melakukan sebuah komunikasi dengan manusia lainnya adalah sebuah keniscayaan. Komunikasi ini dilakukan untuk bisa menyampaikan sebuah maksud dan tujuan yang diharapkan dari seseorang atau subject. Tanpa adanya ilmu komunikasi, maka tidak akan ada maksud dan tujuan yang tersampaikan dan bisa dimengerti. Hal ini bisa menyebabkan kesalahpahaman antara satu dengan lainnya.

Komunikasi yang terjadi ini bisa bersifat komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. Mendengar istilah Komunikasi Verbal dan Non verbal, ada sebagian dari Anda yang merasa asing dan tidak asing. Lalu, apa yang dimaksud dengan komunikasi verbal itu? dan apa itu komunikasi non verbal? Berikut adalah penjelasannya:

Pengertian Komunikasi Verbal

komunikasi verbal

Komunikasi verbal adalah  bentuk komunikasi yang dilakukan antara komunikator dengan komunikan. Komunikasi verbal ini bisa dilakukan secara lisan maupun tulisan. Komunikasi verbal ini lebih mudah dan lebih sering dilakukan jika dibandingkan dengan komunikasi non verbal.

Pada kenyataannya dengan Komunikasi verbal akan lebih mudah untuk menyampaikan ide-ide atau gagasan. Selain itu, komunikasi verbal juga akan lebih mudah dipahami oleh orang lain. Contoh komunikasi verbal melalui media antara lain adalah saat presentasi di depan kelas, berkomunikasi lewat telpon, membaca koran, menonton televisi, mendengarkan siaran radio dan lain sebagainya.

Sementara contoh komunikasi verbal melalui tulisan antara lain adalah media surat, gambar, grafik, lukisan dan lain sebagainya. sementara komunikasi non verbal adalah salah satu cara untuk menyampaikan sebuah pesan secara tidak langsung. Bentuk komunikasi ini cukup sulit dimengerti. Misalnya sentuhan, gerakan tubuh, kronemik dan juga vokalik.

Ciri-Ciri Komunikasi Verbal

Secara umum diketahui bahwasanya ciri-ciri komunikasi verbal adalah sebagai berikut:

  1. Bersifat dua arah. Komunikasi verbal dilakukan secara dua arah, ada yang berkedudukan sebagai komunikator dan juga ada yang berkedudukan sebagai komunikan
  2. Bersifat eksplisit
  3. Disampaikan secara tertulis maupun lesan

Jenis-Jenis Komunikasi Verbal

jenis komunikasi verbal

1. Mendengar dan Membaca

Salah satu jenis dari komunikasi verbal adalah mendengar dan membaca.  Mendengar adalah kegiatan yang dilakukan untuk menangkap suatu bunyi. Dari mendengarkan ini, anda bisa menarik sebuah kesimpulan atau makna dari bunyi yang Anda tangkap tersebut. Kegiatan mendengar ini sebenarnya melibatkan 4 unsur di dalamnya, yaitu mendengarkan, memahami, memperhatikan dan mengingat.

Selain mendengar jenis komunikasi verbal lainnya adalah membaca. Membaca adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia  untuk mendapatkan informasi dari suatu yang ditulis. Misalnya membaca koran, membaca majalah dan lain sebagainya. Sedangkan untuk jenis komunikasi verbal mendengar, contohnya adalah mendengarkan radio, mendengar televisi dan lain sebagainya

2. Berbicara dan Menulis

Jenis komunikasi verbal selanjutnya selain mendengar dan membaca adalah berbicara dan menulis. Berbicara adalah berkomunikasi secara vokal atau lisan. Sementara menulis adalah berkomunikasi non vokal.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelancaran Komunikasi Verbal

Dalam melakukan komunikasi verbal terlebih berbicara di depan umum terkadang seseorang mengalami kesulitan. Kelancaran komunikasi verbal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Faktor Pengetahuan

Seseorang dengan ilmu pengetahuan yang luas akan mendorong untuk berbicara secara lancar. Apalagi dengan perbendaharaan kata yang dimiliki, tentu bahasa yang digunakan akan jauh lebih mudah untuk berkomunikasi.

2. Faktor Biologis

Selain faktor ilmu pengetahuan atau intelegensi yang dimiliki oleh seseorang, kelancaran berbicara juga dipengaruhi oleh faktor biologis. Hal ini terjadi bagi mereka yang memiliki kelainan, misalnya mereka yang memiliki bibir sumbing akan cukup sulit untuk berbicara.

3. Faktor Pengalaman

Orang yang berpengalaman akan mampu berkomunikasi secara lancar dan baik kepada orang lain. Karena pengalaman yang dimilikinya telah mengantarkan ke dalam berbagai situasi kondisi di kehidupan nyata.

4. Faktor Kepribadian

Ternyata kepribadian seseorang juga mempengaruhi kelancaran  komunikasi verbal lho. Seseorang yang memiliki sifat pemalu atau pendiam cenderung kesulitan untuk melakukan komunikasi. Mereka akan cenderung sedikit bicara atau hanya berbicara yang penting-penting saja atau bahkan tak mampu untuk berbicara (gagap).

5. Faktor Budaya

Budaya ternyata juga mempengaruhi kelancaran dalam komunikasi verbal. Bahasa setiap suku terkadang berbeda. Dan tidak semua orang mampu memahami bahasa daerah tersebut. Misalnya bahasa Sunda, bahasa Batak, bahasa Jawa dan lain sebagainya.

Contoh Komunikasi Verbal

Ada berbagai contoh komunikasi verbal yang bisa dilakukan. Misalnya melalui surat menyurat, mungkin jika saat ini lebih sering menggunakan chatting melalui whatsapp, telegram dan media sosial lainnya. Bercakap-cakap melalui telepon juga termasuk contoh komunikasi verbal.

Contoh lainnya adalah mengucapkan salam:

Ayah :” selamat pagi nak”

Anak: “selamat pagi pak”

Ayah :”jangan lupa sarapan sebelum berangkat ke sekolah”

Anak :”baik pak”

Dalam percakapan tersebut menjelaskan adanya komunikasi verbal yang dilakukan oleh ayah dan anak. BACA ARTIKEL TERKAIT: Teori Komunikasi Interpersonal Menurut Para Ahli

Komunikasi Non Verbal

Komunikasi Non Verbal

Komunikasi non verbal  menurut Edward Sapir adalah sebuah kode yang luas yang ditulis tidak di mana pun juga. Tidak diketahui oleh seorang pun dan tidak dimengerti oleh semua (an elaborate code that is written nowhere, known to none, and understood by all).

Sedangkan pengertian komunikasi nonverbal menurut Molandro dan Barker dari Ilya Sunarwinadi adalah komunikasi antar budaya memberikan batasan-batasannya sebagai berikut:

  • Komunikasi nonverbal ialah komunikasi tanpa kata-kata
  • Komunikasi nonverbal terjadi jika individu berkomunikasi tidak memakai suara
  • Komunikasi nonverbal ialah hal yang dilakukan seseorang yang diberi makna orang lain
  • Komunikasi nonverbal ialah pembelajaran tentang ekspresi wajah, waktu, sentuhan, gerak, bau, perilaku mata, dan lain-lain.

Jenis-Jenis Komunikasi Non Verbal

1. Sentuhan

Sentuhan merupakan sebuah kegiatan yang saling bersentuhan antara kulit dengan kulit. Misalnya bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, mengelus-elus, pukulan, berpelukan dan lain-lain.

Melalui sentuhan tersebut, Anda bisa mengetahui perasaan ataupun keinginan. Melalui sentuhan jika bisa dimengerti pesan yang ingin disampaikan misalnya rasa cinta, marah, dendam, tidak rela ditinggalkan dan lain sebagainya.

2. Kronemik

Jenis komunikasi non verbal selanjutnya adalah kronemik. Kronemik adalah penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Misalnya durasi. Durasi bisa menjelaskan maksud atau pesan yang ingin disampaikan. Sekalipun hal ini cukup sulit untuk dimengerti.

3. Gerakan Tubuh atau Kinesik

Gerakan tubuh termasuk dalam jenis komunikasi non verbal. Hal ini bisa dilihat dari ekspresi wajah, isyarat, sikap tubuh dan juga kontak mata. Misalnya kepala mengangguk menandakan iya atau setuju akan suatu hal. Sementara menggelengkan kepala mengartikan tidak atau menolak. Ada pula mengernyitkan alis yang menandakan sedang heran dan masih banyak contoh lainnya.

4. Jarak Personal

Jarak yang menunjukkan perasaan masing-masing pihak yang terlibat dalam komunikasi. Hal ini juga biasanya menunjukkan tingkat keakraban dalam sebuah hubungan.biasanya berada di jarak setengah kaki sampai empat kaki.

5. Jarak Sosial

Jarak yang menunjukkan perasaan masing-masing pihak yang terlibat dalam komunikasi dengan orang lain. Biasanya pada jarak 4 hingga 12 kaki.

6. Komunikasi Objek

Hal yang paling sering terjadi adalah penilaian seseorang terhadap benda yang dimilikinya. Misalnya jenis pakaian. Orang-orang akan cenderung menilai bahwa orang tersebut orang miskin ketika berpakaian seperti gembel sekalipun dia kaya raya. Dan lain-lain.

Nah itulah beberapa hal yang membedakan antara komunikasi verbal dan juga komunikasi non verbal. Apapun jenis komunikasi yang digunakan yang terpenting adalah maksud atau pesannya tersampaikan. Hanya saja dengan komunikasi verbal maka pesan yang hendak disampaikan akan lebih mudah dimengerti.

Misalnya menyampaikan perasaan Anda secara langsung kepada orang yang Anda cintai  akan lebih mudah dimengerti orang orang yang Anda cintai tersebut daripada hanya sekedar tatapan penuh cinta.

0 Shares:
1 comment
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like