Tips Lengkap dan Contoh Surat Perjanjian Hutang

Utang piutang tampaknya sudah menjadi hal lumrah di era sekarang ini. Terlebih lagi di dunia bisnis yang sangat erat dengan utang piutang terpenuhinya kebutuhan operasional bisnis serta pengembangan bisnis.

Perjanjian utang piutang pun tak hanya membawa keuntungan pada satu pihak saja, namun pada kedua belah pihak.

Untuk pihak pertama atau pihak yang meminjam, surat ini berguna sebagai pengingat serta bentuk tanggung jawab yang perlu dilunasi kemudian hari.

Sedangkan untuk pihak yang memberi piutang, surat perjanjian utang piutang berfungsi untuk jaminan keterangan apabila terjadi hal-hal di luar ekspektasi atau di luar perjanjian tersebut.

Perjanjian Hutang

Faktor Penting Penulisan

Untuk membuat surat perjanjian utang piutang yang dapat dijadikan pegangan. Anda perlu memperhatikan beberapa faktor berikut:

1. Komponen yang Dicantumkan

Secara umum, pembuatan surat perjanjian utang piutang tidaklah jauh berbeda dengan surat resmi lainnya. Dimana strukturnya terdiri dari 3 bagian utama, yaitu pembuka, isi dan penutup. 

Pada bagian isi surat perjanjian utang piutang biasanya juga akan tertuliskan poin-poin yang menjadi kesepakatan kedua belah pihak.

Kemudian pada bagian penutup terdapat tanda tangan dengan nama lengkap kedua belah pihak yang bersangkutan serta saksi. Materai juga wajib ditempelkan pada surat resmi ini demi kekuatan hukum yang legal.

2. Hitung Dana yang Dibutuhkan

Meskipun kebutuhan dana Anda relatif besar, namun ada baiknya Anda mempertimbangkan dengan matang besar kecilnya dana yang dipinjam. Pastikan dari jumlah tersebut Anda sanggup melunasinya tepat waktu.

Sebab ketika semua data sudah dituliskan dalam surat perjanjian utang piutang dan Anda tidak bisa melunasi sesuai data yang ada, maka sanksi hukum bisa Anda dapatkan.

3. Pertimbangkan Untung Ruginya

Meskipun pada dasarnya pembuatan surat perjanjian utang piutang ini untuk mengurangi kerugian dari kedua belah pihak, namun tak menutup kemungkinan jika tetap ada risiko yang mungkin Anda dapatkan.

Untuk itulah, sebelum menulis surat perjanjian yang nantinya ditandatangani di atas materai, Anda telah mempertimbangkan untuk rugi dari perjanjian tersebut.

Pelajari dengan seksama bagaimana poin atau isi dari surat perjanjian guna mendapat keseimbangan untung rugi dengan pihak terkait.

Dengan penjabaran di atas, sudahkah Anda mendapat gambaran untuk membuat surat perjanjian utang piutang?

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa pelajari contoh surat perjanjian utang piutang berikut ini.

Perjanjian Hutang

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang Pertama

SURAT PERJANJIAN UTANG USAHA

Pada hari ini Selasa, 18 Mei 2018 kami yang bertanda tangan di bawah ini telah bersepakat melakukan Perjanjian Utang Piutang yaitu:

  1. Nama : Ahmad Nirwandi

Umur : 32 Tahun

Pekerjaan : PNS

Alamat : Jalan Bambu Kuning No.64, Bandung

Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

  1. Nama : Subhan Maulana

Umur : 40 Tahun

Pekerjaan : Swasta

Alamat : Jalan Diponegoro NO. 54, Bandung

Maka dengan adanya surat perjanjian ini masing-masing Kedua Belah Pihak telah menyetujui beberapa ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di bawah ini. Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

  1. PIHAK PERTAMA sudah menerima uang tunai sebesar Rp. 720.000.000,- (Empat Ratus lima puluh Juta Rupiah) dari PIHAK KEDUA yang mana status uang tunai tersebut ialah pinjaman atau utang.
  2. PIHAK PERTAMA berkenan menyerahkan barang jaminan yakni ……., yang nilainya barang tersebut setara dengan uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA bersedia memenuhi janji akan melunaskan uang pinjaman KEPADA PIHAK KEDUA dengan kurun waktu selama 10 (Sepuluh) bulan dihitung semenjak penandatanganan Surat Perjanjian ini.
  4. Bilamana kedepannya dikemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak mampu melunasi utang tersebut, maka PIHAK KEDUA mempunyai hak penuh terhadap barang jaminan baik untuk dimiliki pribadi ataupun untuk dijual kepada orang lain.
  5. Surat Perjanjian ini ditulis dalam 2 (Dua) Rangkap bermaterai cukup dan setiap rangkap memiliki kekuatan hukum yang setara, masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
  6. Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari Pihak manapun di Bandung pada hari, tanggal dan bulan seperti tersebut di atas.

Demikianlah surat perjanjian utang piutang ini dibuat bersama di depan saksi-saksi, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan untuk dijadikan sebagai pegangan hukum bagi masing-masing pihak.

 

Bandung, 17 Mei 2018

Pihak Pertama                                                                                          Pihak Kedua

 

 

Ahmad Nirwandi                                                                                  Subhan Maulana

Sanksi I                                                                                                         Sanksi II

 

 

Hendra Santoso                                                                                      Ramli Bachtiar

Hutang

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang Ke-2

SURAT PERJANJIAN UTANG PIUTANG

Pada hari ini Sabtu Tanggal Dua Puluh Tiga Bulan September Tahun Dua Ribu Tujuh Belas, kami yang bertanda tangan di bawah ini setuju mengadakan Perjanjian utang Piutang yaitu:

1. Nama :  Jeni Alika
Umur :  27 Tahun
Pekerjaan :  Swasta
Alamat :  Jalan Mertoyudan Timur No. 09, Magelang

Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

2. Nama :  Putri Anandira
Umur :  30 Tahun
Pekerjaan :  Wiraswasta
Alamat :  Jalan Ahmad Yani No. 12, Magelang

Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

Maka melalui surat perjanjian ini disetujui oleh Kedua Belah Pihak ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di bawah ini:

  1. PIHAK PERTAMA telah menerima uang tunai sebesar Rp.500.000.000,- (Delapan Ratus Juta Rupiah) dari PIHAK KEDUA yang dimana uang tunai tersebut adalah utang atau pinjaman.
  2. PIHAK PERTAMA bersedia memberikan barang jaminan yakni …………., yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA.
  3. PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi uang pinjaman KEPADA PIHAK KEDUA dengan tenggang waktu selama 08 (Delapan) bulan terhitung dari sejak ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.
  4. Apabila nantinya dikemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak dapat membayar utang tersebut, maka PIHAK KEDUA memiliki hak penuh atas barang jaminan baik untuk dimiliki pribadi maupun untuk dijual kepada orang lain.
  5. Surat Perjanjian ini dibuat dalam 2 (Dua) Rangkap bermaterai cukup dan masing-masing rangkap mempunyai kekuatan hukum yang sama, masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.
  6. Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari Pihak manapun di Magelang pada hari, tanggal, dan bulan seperti tersebut di atas.

Demikianlah surat perjanjian utang-piutang ini dibuat bersama di depan saksi-saksi, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan untuk dijadikan sebagai pegangan hukum bagi masing-masing pihak.

PIHAK PERTAMA,

Jeni Alika

PIHAK KEDUA,

Putri Anandira

Saksi-saksi :

NAMA TANDA TANGAN
  1. Ahmad Huda
  2. Satrio B
  3. Rahma Sari
  4. Sita Warista
  1. ………………………..
  2. ………………………..
  3. ………………………..
  4. ………………………..

 

Contoh surat perjanjian utang piutang di atas bisa Anda jadikan referensi dan ubah sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Nah itulah tadi beberapa penjelasan tentang surat perjanjian beserta contohnya dengan lengkap. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. 

Demikian sekilas info mengenai surat perjanjian, semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat untuk Anda.  

BACA JUGA:

No Responses

Leave a Reply