Cara Mudah Membuat Review Jurnal

Contoh Review Jurnal – Ketika mendapat tugas untuk review jurnal, mungkin Anda sering kali mengeluh “bagaimana sih cara mereview jurnal supaya lebih mudah dan cepat namun dengan hasil informatif dan lengkap?”.

Untuk menjawab pertanyaan itu sebenarnya sangatlah mudah, ada beberapa hal yang bisa Anda coba untuk mempermudah membuat review.

1. Pilih Jurnal dengan Jumlah Halaman Sedikit

review jurnal

 

Bagi Anda yang ingin mengerjakan tugas dengan cepat dan anti ribet, trik pertama yang wajib dicoba ialah dengan memilih jurnal yang memiliki halaman sedikit.

Jurnal semacam ini biasanya sudah mengemas informasi sesingkat mungkin sehingga Anda bisa lebih mudah mengulik info penting di dalamnya.

2. Pilih Jurnal dengan Banyak Nilai Positif

review jurnal

Mengapa Anda lebih disarankan untuk mereview jurnal yang memiliki banyak nilai positif? Sebab dari isi jurnal tersebut Anda akan lebih mudah menjabarkan kelebihan yang ada di dalamnya.

Usahakan untuk meminimalisir opini agar hasil yang didapat terkesan lebih real.

3. Pilih Jurnal yang Sering Direview

review jurnal

Trik terakhir yaitu dengan memilih jurnal yang sering di-review, agar Anda bisa melihat atau mencari referensi yang relevan dengan apa yang akan Anda review. 

Dengan trik di atas, tampaknya review jurnal bukan lagi menjadi tugas yang memberatkan bukan? Nah untuk penulisannya sendiri, berikut langkah-langkah untuk review jurnal yang baik dan benar:

  • Lakukan review jumlah halaman jurnal
  • Membaca hal pokok/penting dalam jurnal tersebut
  • Penulisan review bagian: Membuat pembuka
  • Membuat daftar isi
  • Penulisan review bagian: Membuat judul
  • Penulisan review bagian: Membuat Keterangan jurnal
  • Memperkenalkan jurnal yang Anda teliti
  • Metode review yang digunakan
  • Sumber jurnal
  • Isi dari review yang Anda buat
  • Kesimpulan
  • Penulisan review bagian: Membuat penutup.

Nah untuk lebih jelasnya, Anda bisa langsung lihat contoh review jurnal di bawah ini.

Review Jurnal Intervensi Person-Centered Therapy

Judul A Person-centered Approach to Studying the Linkages among Parent–Child Differences in Cultural Orientation, Supportive Parenting, and Adolescent Depressive Symptoms in Chinese American Families.
Jurnal Journal Youth Adolescence
Volume & Halaman Vol. 37, Hal. 36-49
Tahun 2009
Penulis Scott S. Weaver & Si Yeong Kim
Reviewer HIDAYANI (117106009)
Tanggal 24 Oktober 2018

 

Tujuan Penelitian Tujuan utama dari penelitian ini ialah untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana orientasi budaya Tionghoa, orang tua imigran serta anak-anak mereka dapat berinteraksi untuk menghasilkan peningkatan gejala depresi di kalangan remaja melalui lingkungan pengasuhan yang kurang mendukung.
Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah 450 keluarga Amerika Cina yang berada di California Barat berpartisipasi di penelitian masa sekarang. Remaja (56,8% perempuan) berusia rata-rata 12 tahun (SD = 0,73) pada gelombang pertama dan 16,05 tahun (SD = 0.80) pada gelombang kedua. Anak-anak remaja yang terutama (76%) kelahiran US. Kebanyakan orang tua (85% dari ayah, 91% dari ibu) yang kelahiran asing. Rata-rata usia pada saat imigrasi adalah 30,45 tahun (SD = 10.13) untuk ayah dan 29,30 tahun (SD = 8.90) untuk ibu. Lama waktu di AS rata-rata 17,56 tahun (SD = 9.83) untuk ayah dan 15,64 tahun (SD = 8.46) untuk para ibu. Mayoritas dari kedua ayah (63,2%) dan ibu (68,3%) melaporkan mencapai sekolah tinggi atau tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Kisaran pendapatan tahunan keluarga rata-rata adalah $30,011-$44,500, meskipun distribusi pendapatan ditunjukkan variabilitas yang cukup besar, dengan 13% melaporkan kurang dari $15.700 dan 6,2% melaporkan lebih dari $105.800. Sebagian besar remaja (86%) tinggal dengan kedua orang tua, dengan 10,8% hidup dengan hanya ibu mereka, 1,2% hidup dengan hanya ayah mereka, serta remaja yang tersisa tinggal di konfigurasi struktur keluarga lainnya.
Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuesioner. Kuesioner ini diberikan pada remaja dan orang tua keturunan China Amerika.
Definisi Operasional Variabel Dependen Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Adolescents’ cultural orientation (orientasi budaya remaja).

  • Tsai dan Chentsova (Weaver & Kim, 2009) menyatakan bahwa mode diferensial dan tingkat akulturasi dapat mengakibatkan perbedaan orangtua dan anak dalam budaya orientasi, yang diartikan sebagai sejauh mana individu dipengaruhi dan secara aktif terlibat dalam tradisi, norma, serta praktik budaya tertentu.
  • Portes (Weaver & Kim, 2009) menjelaskan bahwa orang tua imigran dan anak-anak mereka baik pengalaman kekuatan asimilasi, anak-anak sering berasimilasi di tingkat yang lebih cepat dari orang tua mereka, hak ini disebut dengan disonan akulturasi.
Cara & Alat Mengukur Variabel Dependen Cara dan alat yang digunakan untuk mengukur variabel dependen yaitu:

  • Cara yang digunakan untuk mengukur variabel dependen yakni melakukan perekrutan untuk indikator remaja keturunan Cina-Amerika. Penelitian dibagi dua gelombang, gelombang pertama pada tahun 2003 dan gelombang kedua 2007.
  • Alat yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuesioner. Kuesioner yang digunakan terdiri atas dua versi, yaitu versi bahasa Inggris dan versi bahasa China.
Definisi Operasional Variabel Independen Variabel independen dalam penelitian ini merupakan person centered approach.

  • Pendekatan berpusat pada orang telah dianggap mampu keuntungan untuk meneliti tentang remaja dan keluarga (Bergman 2002; Mandara 2004). Aspek utama dari pendekatan berpusat pada orang adalah penekanan pada pemahaman terhadap individu secara keseluruhan, bukan pada karakteristik individu atau variabel itu sendiri. Kekuatan dari pendekatan berpusat pada orang adalah kemampuannya untuk mengakomodasi non-linearities dan interaksi yang tidak dapat dengan mudah terwakili dalam berpusat variabel model (Bergman, 2002).
Langkah-langkah Terapi Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah:

  1. 1. Tahun 2003 dilakukan perekrutan di tujuh sekolah menengah di daerah metropolitan utama California Barat dengan bantuan dari administrator sekolah (dipilih berdasarkan kriteria).
  2. 2. Meminta persetujuan dari keluarga mengenai penelitian tersebut.
  3. 3. Peserta diberi paket kuesioner yang akan dikumpulkan dua sampai   tiga minggu setelah surat oleh staf penelitian diterima peserta.
  4. 4. Melakukan studi tingkat lanjut pada tahun 2006.
  5. 5. Membagikan dua versi kuesioner kepada peserta, yaitu kuesioner  dalam bahasa China dan bahasa Inggris.
Hasil Penelitian Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan beberapa dukungan untuk gagasan bahwa disonansi generasi berhubungan dengan dukungan orangtua dan tingkat kebersamaan simtomatologi depresi. Secara umum, memiliki orangtua dengan profil bicultural tampaknya paling menguntungkan jika remaja sama memiliki profil bicultural. Hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian ini bukan ibu atau ayah bicultural, melainkan kombinasi dari sebuah biculturally orangtua dan remaja. Konfigurasi ini mungkin optimal, karena melibatkan jarak minimal antara orangtua dan anak di kedua budaya China dan Amerika saat masih berada pada lingkungan keluarga yang memiliki aspek nilai-nilai budaya dan tradisi Cina serta sama dihargainya oleh orang tua dan anak.
Kekuatan Penelitian Kekuatan penelitian ini adalah alat yang digunakan dalam penelitian berupa kuesioner cukup mudah digunakan oleh subjek penelitian sehingga dalam pengambilan datanya tidak dibutuhkan waktu yang lama seperti pada metode kualitatif.
Kelemahan Penelitian Kelemahan penelitian ini adalah rentan waktu penelitian yang digunakan pada wave 1 ke wave 2 cukup jauh, yaitu 4 tahun sehingga subjek yang dapat ikut pada wave 2 hanya 85%.

Semoga contoh review jurnal yang sudah dituliskan di atas bisa membantu Anda.

BACA ARTIKEL TERKAIT : 

 

Leave a Reply