Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook

Pengumuman:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Porfirin, Molekul yang Mewarnai Hidup

porphyrin dari PubChemNetsains.Com - Tahukah anda bahwa berbagai proses kehidupan seperti fotosintesis, regulasi gen, metabolisme obat, hingga sintesis hormon tak dapat berjalan baik tanpa keberadaan suatu molekul istimewa yang dikenal dengan nama porfirin? Apakah sebenarnya porfirin itu dan bagaimana perannya dalam kehidupan?

Porfirin adalah suatu senyawa organik yang mengandung empat cincin pirol, suatu cincin segi lima yang terdiri dari empat atom karbon dengan atom nitrogen pada satu sudut. Senyawa ini ditemukan pada sel hidup hewan dan tumbuhan, dengan berbagai macam fungsi biologis. Empat atom nitrogen di tengah molekul porfirin dapat mengikat ion logam seperti magnesium, besi, seng, nikel, kobal, tembaga, dan perak. Tiap-tiap logam yang diikat akan memberikan sifat yang berbeda-beda. Jika logam yang diikat di pusat adalah besi, maka kompleks porfirin disebut ferroporfirin, atau heme.

Empat gugus heme ini dapat bergabung menyusun hemoglobin, molekul dalam sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Sementara vitamin B12 mengandung molekul porfirin dengan ion kobal di tengahnya. Pada klorofil yang merupakan molekul penting pada tanaman yang menangkap energi matahari dan memberi warna hijau, molekul porfirin mengikat ion logam pusat magnesium (Mg).

Lalu apa yang terjadi jika metabolisme porfirin terganggu oleh satu atau lain hal? Misalnya bayangkan saja jika proses pembentukan hemoglobin mengalami kelainan sehingga porfirin terakumulasi (tertumpuk) dan dieksresikan pada urin atau tinja. Kelainan ini dikenal dengan nama porfiria, suatu penyakit yang ditengarai memiliki keterkaitan dengan legenda vampir.

Porfiria pun sempat menjadi inspirasi bagi kelompok musik AFI (A Fire Inside) dari Amerika. Kelompok musik ini menggubah lagu yang bercerita tentang orang-orang yang terasing berjudul “Porphyria Cutaneous Tarda”, jenis porfiria yang paling sering ditemui, termasuk tipe yang menyerang saraf kulit. Dengan segala fungsinya dalam mahluk hidup, porfirin adalah salah satu molekul istimewa yang telah mewarnai kehidupan kita semua.

Gambar diambil dari pubchem.nlm.nih.gov

 Tentang Penulis: Fajar Ramadhitya Putera

Fajar Ramadhitya Putera Pengajar farmasi dan penulis artikel-artikel kefarmasian di berbagai koran dan ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 6 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.