JAKARTA, Netsains – Pehobi komik pasti tak asing dengan tokoh GI Joe, Return to Labirynth atau Ninja Tales. Ya, itu adalah serial komik yang diproduksi di luar negeri. Namun penggambarnya adalah orang Indonesia. Salah satunya adalah Chris Lie, alumni Arsitektur ITB melanjutkan ke Fulbright scholar pada2003-2007 dan Savannah College of Art and Design (MFA in Sequential Art; Excelsus Laureate-2006).
Mengapa Chris lebih suka bekerja bagi industri komik luar? Bagaimana tanggapannya mengenai komik Indonesia? Berikut obrolan eksklusifnya dengan Netsains.
Netsains (NS) :Apa kegiatan sekarang? Masih terlibat dalam project komik di LN? Komik apa saja? Terlibat sebagai apa? Ilustrator atau lainnya?
Chris Lie (CL): Sesuai dengan profesi saya sebagai komikus, kegiatan saya setiap hari adalah menggambar dan memanage beberapa proyek komik. Kebanyakan proyek yang saya kerjakan terbit di luar negeri, baik dalam bentuk komik, action figures (mainan), game card, ataupun PC game. Untuk komik antara lain serial Return to Labyrinth (Tokyopop), Drafted series (Devil’s Due), dan beberapa cover untuk komik GI Joe. Sedangkan untuk toys dan game, saya bekerja sebagai concept designer, kebanyakan untuk perusahaan mainan Hasbro.
NS:. Apakah banyak orang Indonesia yang ikut dalam project komik di LN?
CL: Setahu saya sudah lumayan banyak, terutama di bidang pewarnaan komik.
NS: Sejak kapan menyukai bidang ini? Diawali dari hobi atau memang sejak dulu ingin berkarir di bidang komik dan ilustrasi?
CL: Cita-cita saya ingin menjadi astronot, tetapi ketika SMA saya baru sadar bahwa sekolahnya tidak ada di Indonesia. Kemudian saya ingin menjadi pelukis, tetapi kurang direstui. jadilah saya mengambil jurusan Arsitektur di ITB. Ketika kuliah, saya mulai mengenal dunia komik dari teman-teman kuliah. Keingintahuan saya berubah menjadi tekad saya untuk “bisa hidup” dari membuat komik, tidak hanya membuat komik sebagai hobi, tetapi sebagai profesi. Ternyata tidaklah mudah melakukan hal tersebut di Indonesia, butuh 8 tahun untuk bisa mencapai apa yang saya impikan ini.
CL: Dilihat dari sisi komikusnya sendiri, hanya segelintir yang bisa menghasilkan karya yang berkualitas. Namun harus dipahami bahwa miskinnya jumlah komikus di Indonesia juga karena iklim industrinya yang tidak mendukung. Profesi komikus tidak bisa hidup layak di Indonesia. Sehingga tidak bisa disalahkan apabila mereka yang awalnya tertarik menjadi komikus terpaksa banting setir menjalani profesi lain yang bisa menghidupi keluarga.
Akibat soal kualitas, penerbit kurang berminat menerbitkan komik lokal. Di lain pihak penerbit besar juga tidak mau berkorban untuk membiayai komikus menghasilkan karya yang baik dan mempromosikan secara maksimal. Hal ini pun bisa dimaklumi karena sebagai pengusaha, penerbit harus bisa menghasilkan keuntungan, sementara komik Indonesia kurang laku.
Dengan minimnya jumlah komik Indonesia yang beredar di toko buku, pembaca tidak tahu dengan keberadaan komik Indonesia. Kita tidak bisa menyalahkan pembaca yang punya hak untuk memilih komik mana yang bagus menurut selera mereka.
Kesimpulan saya, ini adalah merupakan lingkaran setan. Harus ada usaha dan kesadaran bersama antara penerbit, komikus, pembaca, plus ada dukungan dana dan kebijakan dari pemerintah supaya komik Indonesia punya peluang untuk bangkit dan bertarung dengan komik luar. Istilahnya harus ada bantuan dari pemerintah.
NS: Sains dan teknologi di Indonesia kan masih kurang popular, jika ada pengenalan sains dan teknologi melalui komik, menurut kamu bagaimana? Apakah akan efektif?
Menurut saya, komik adalah salah satu media informasi dan pembelajaran yang efektif, tetapi tetaplah harus didukung oleh media yang lain. Saya mengetahui bahwa banyak LSM yang telah menggunakan komik sebagai media penyuluhan mereka ke daerah-daerah. Dengan bertambah maraknya LSM menggunakan komik dalam waktu 10 tahun terakhir ini, kemungkinan besar keefektifan komik sudah terbukti.
NS: Siapa komikus idola kamu?
Tidak jauh-jauh, komikus filipina bernama Leinil Yu.
NS: Apa kamu ada obsesi bikin karakter komik sendiri? Kalau ya, yang seperti apa?
CL: Obsesi tentu saja ada dan terus bertambah tiap hari. Sebagian sudah terealisasi, sebagian belum. Komik terbaru saya Drafted yang mulai bulan ini terbit bulanan di Amerika, adalah hasil kolaborasi saya dengan mantan editor X-Men, Mark Powers.
foto: jakarta post



beginilah kondisi industri komik indonesia, saling tunggu, malas berjuang, seharusnya kita perjuangkan perindustrian komik indonesia, jangan tunggu orang bergerak, memang bayaran di luar negri lebih besar.
Ambisiku menciptakan sebuah cergam yg menggambarkan tanah airku dengan segala kekayaannya, tetapi sekarang masih tahap belajar. Mungkin setelah lulus kuliah nanti ingin mengumpulkan teman-teman yang seideologi dan sehati dengan saya, yakni menyukai dan cinta budaya Indonesia. Jangan sampai nanti budaya kita yang kaya ini, dibeli atau diakui oleh orang-orang kapitalisme yang berkarya hanya untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya… MERDEKA
Saya boleh gabung bang!
Tunggu di 2009 akan ada komik Indonesia dengan sentuhan profesionalisme
Benar, kita selalu saling tunggu untuk bergerak, cinta kita sama komik indonesia hanya bisa kita buktikan dengan perbuatan, meski berbuah caci maki….bukan dengan sikap ragu-ragu.
apa nama freeware pembuat komik……ksi tau donk please
Coba Comiclife kerens tuh…
dari segi kualitas gambar dan pewarnaan udah ada yang bagus tapi tidak semua.tapi banyak yang lemah dalam hal cerita……masih harus banyak belajar lagi!
Memang bener bro!
Semua dimulai dari cerita…
Baru divisualisasikan dalam bentuk gambar dan teks yang terdiri atas banyak lembar halaman, kemudian dijilid jadi sebuah buku, yang kita sebut komik!
Cerita itu jiwa, komik itu raga…
Mantap dah!
Proyek bikin komik mungkin gak harus peran 1 orang aja kali ya…
Seperti di DC atau Marvel dan lainnya…
1 komik melibatkan banyak orang yang punya tugasnya masing-masing…
Ada ilustrator, penulis cerita, perancang sampul, pewarnaan, dan lain sebagainya, adalah tugas banyak orang yang mungkin berbeda…
Tul nggak!?
Maka dari itu, dengan kolaborasi yang solid, diciptakan komik yang mantap yang kita sebut BERMUTU!
Dimulai dari kolaborasi seperti itu, mungkin jalan untuk komik Indonesia akan terbuka…
Siapa yang mau berangkat duluan???
Bro, mungkin berkenan untuk cek http://www.conceptcomic.com/home.php
karya desainer2 muda Indonesia yang berkolaborasi menciptakan komik Alia.
Saya sih belum pernah baca karena distribusinya sendiri sepertinya masih jarang
Tapi expect the best, deh! Preview karakternya sepertinya sudah ‘matang’ banget penggarapannya.
Ada satu lagi bocoran komik Indonesia di tahun 2009 ini. Hanya saja judulnya masih dirahasiakan
Ternyata komik indonesia memang blom mampu membangkitkan selera pasar,Banyak komik indonesia karyanya selalu menoton
Hanya ikut-ikutan atau menjiplak karya orang laen….maaf nih..cuma saran Bangkit dan maju truss komik indonesia….Tanpa menjiplak atau ikut ikutan….Majulah komik indonesia Kita masih Punya Bibit yang memuaskan…
Perbnyak profil komikus muda yg gaul..lampirin jg contoh tls nya, jd bs tau bacaan komik spt apa yg digemari bnyak anak muda…wass
mari… mari…
Yeah kereeeen.
Terus terang saya lebih suka komik-komik Indonesia, lebih nyambung dan mengena aja suasana dan rasanya. Tapi sayangnya jarang sekali ya, di mana saya bisa mendapatkan komik indonesia? Terutama yg berwarna.
emang sudah banyak sekali komikus indonesia namun sayang sekali kurang ada nya dukungan dari berbagai pihak. mungkin memang harus berdiri sendiri untuk memajukan komik indonesia…karya komikus yg sangat saya sukai dari ” Carok, kapten bandung, para Karakter Jagoan Komik, mereka bisa berdiri sendiri dengan Brand mereka sendiri-sendiri..Smoga d kemudian hari komikus indonesia bisa berkembang seperti komik luar…itu harapan saya…