Netsains.Com – Siapa bilang kaum Hawa lemah dalam bisang sains? Terbukti tahun ini kembali tiga orang peneliti perempuan berbakat dari Indonesia kembali dianugerahi penghargaan L’Oréal Indonesia Fellowships For Women in Science didukung oleh Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO.
Sejak diperkenalkan tahun 2004, 14 (empat belas) perempuan peneliti muda Indonesia telah menerima penghargaan For Women in Science – 3 (tiga) diantaranya meraih penghargaan di tingkat internasional. Program fellowship nasional ini merupakan kemitraan unik antara pihak swasta dan instansi pemerintah yang ditujukan untuk mengakui, menyemangati dan mendukung perempuan peneliti muda di awal karir mereka.
Perempuan peneliti muda Indonesia yang telah diakui prestasinya melalui program For Women in Science berasal dari perguruan tinggi dan instansi penelitian di seluruh Indonesia yang beragam. Proses sosialisasi untuk pencarian kandidat telah dilakukan sejak akhir bulan Juli 2009 ke berbagai universitas dan institusi penelitian, di antaranya adalah Lembaga Eijkman, Jakarta; Institut Teknologi Bandung (ITB) – Bandung; Universitas Gadjah Mada (UGM) – Yogyakarta; dan Universitas Andalas (UNAND) – Padang. Telah tersaring 21 kandidat dari pulau Jawa dan Sumatera yang telah memenuhi kriteria program tersebut dan sebanyak 8 (delapan) finalis telah berhasil lolos, untuk kemudian dipilih 3 (tiga) pemenang: 2 (dua) untuk kategori Life Sciences dan 1 (satu) untuk Material Sciences yang diumumkan pada hari ini.
Dr. Herawati Sudoyo, Direktur Eksekutif Lembaga Biologi Molekuler Eijkman sekaligus perwakilan dewan juri Life Sciences dalam program tersebut mengatakan, “Setelah selama 6 tahun berturut-turut saya dipercayakan menjadi Ketua Dewan Juri. Saya melihat konsistensi dari L’Oréal dalam membuktikan komitmennya untuk memajukan sains. Para pemenang terdahulu pun senantiasa dipantau dan masih berkontribusi, baik di program L’Oréal yang lain seperti L’Oréal Girls Science Camp maupun sebagai pembicara di acara road show program For Women in Science. Cukup sulit bagi kami dewan juri untuk menentukan pemenang-pemenang tahun ini, karena memang semua hasil penelitian yang kami terima sangat bagus dan relevan untuk diaplikasikan di Indonesia.”
Dr. Syahril, DIC M.Eng., Kepala Pusat Diseminasi Iptek Nuklir, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), selaku perwakilan dewan juri Material Sciences menyampaikan, “Di tahun ke-tiga Material Sciences menjadi kriteria dalam program L’Oréal Indonesia Fellowships For Women in Science didukung oleh Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, kami telah menerima berbagai proposal proyek penelitian yang mempunyai potensi untuk dikembangkan. Dampak dari ketiga penelitian ini juga tentunya dapat dirasakan dalam jangka pendek dan panjang bagi masyarakat lokal.”
Program pencarian peneliti-peneliti perempuan penuh bakat, L’Oréal-UNESCO Fellowships For Women in Science baru-baru ini mendapat penghargaan dari Asia Responsible Entrepreneurship Awards 2009. Hal ini disambut gembira oleh Jean-Christophe Letellier selaku Presiden Direktur L’Oréal Indonesia, “Merupakan sebuah kehormatan bagi kami atas penghargaan Asia Responsible Entrepreneurship Awards 2009 dalam kategori Community Engagement. Hal ini menunjukkan sebuah pencapaian konsistensi komitmen kami akan dukungan terhadap komunitas perempuan peneliti muda di dunia. Semoga di kedepannya, semakin banyak peneliti perempuan berbakat yang dapat membuat dunia lebih baik lagi.”
”Dengan kepercayaan bahwa sains memicu kemajuan, maka selama 11 tahun terakhir ini, L’Oréal telah mendukung prestasi-prestasi penting dalam penelitian ilmiah di seluruh dunia. Komitmen tersebut melatarbelakangi program L’Oréal Indonesia Fellowships For Women in Science didukung oleh Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, maka dengan berkeyakinan penuh, L’Oréal Indonesia akan terus berkomitmen untuk mempertahankan keberlangsungan program ini di masa mendatang,” tambah Mr. Letellier.
Prof. Dr. Arief Rachman, M.Pd selaku Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia Untuk UNESCO mengatakan, “L’Oréal Indonesia Fellowships For Women in Science turut diperkuat dengan dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh ilmuwan terkemuka, berkompeten, berdedikasi dan berpengalaman di bidang Life dan Material Sciences di dalam negeri dan sudah terlibat dari proses penentuan kriteria, pengumpulan hasil riset kandidat sampai pemilihan ketiga pemenang. Penilaian tersebut terdiri dari beberapa aspek yakni: orisinalitas, dampak terhadap sains dan teknologi serta kontribusi penelitian terhadap perkembangan dan kemajuan bangsa serta kemanusiaan, metode pendekatan dan problem statement, track record atau jumlah publikasi yang telah dipublikasikan, penulisan dan tata bahasa, serta memenuhi syarat keluhuran intelektual di antaranya, kejujuran dan ketekunan.”
Dengan penuh harapan optimis, seiring bertambahnya temuan akan peneliti perempuan muda di dunia termasuk di Indonesia, maka berkat ilmu pengetahuan yang kian maju, masa depan dunia tentunya akan menjadi lebih baik lagi, karena perempuan diperlukan di bidang ilmu pengetahuan, dan juga dunia. Dukungan penuh akan sangat berharga, agar sampai kepada masa depan dunia ilmu pengetahuan yang lebih baik dan bermanfaat bagi semua.
Sumber: Pers rilis program L’Oréal Indonesia Fellowships For Women in Science
Foto: L’Oréal Indonesia Fellowships For Women in Science



Sudah selesai membaca artikel ini? Ayo beri komentar!