Netsains.Com - Banyak sekali masalah yang terjadi dalam hidup kita yang terkadang membuat kita bingung mencari solusi atau jalan keluarnya. Terlebih dengan permasalahan yang menyangkut dimensi psikologis, sebab aspek ini tidak nampak jelas. Seseorang cenderung menyimpan permasalahan ini, tidak ditemukan jalan keluar, akibatnya permasalahan bertambah parah. Agar tidak semakin berkelanjutan, lalu kemana kita harus mencari bantuan jika menghadapi permasalahan psikologis seperti ini? Ke psikolog, ataukah psikiater??
Jawabannya tergantung permasalahannya. Dua disiplin ilmu yang sama-sama mempelajari dimensi psikologis seseorang, namun pendekatan yang digunakan berbeda. Terkadang sering timbul tumpang tindih antara keduanya. Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita akan membedakan dahulu antara keduanya. Psikiater, adalah dokter umum, yang mengambil pendidikan spesialis kejiwaan. Latar belakang pendidikannya adalah dokter yang banyak mempelajari aspek fisik, kemudian ia mempelajari aspek kejiwaan pada pendidikan spesialis. Sedangkan Psikolog adalah mereka yang menempuh pendidikan psikologi selama 8 semester, hingga mendapat gelar sarjana psikologi, kemudian mengambil pendidikan Profesi atau Magister Profesi Psikologi guna mendapatkan gelar Psikolog dan izin praktek. Dari awal, Psikolog sudah belajar mengenai dimensi psikologis seseorang, berbeda dengan psikiater yang banyak belajar dimesi fisik. Inilah beda antara keduanya. Sehingga ketika kita mengalami permasalahan yang berkaitan dengan dimensi psikologis, seperti putus pacar, konflik dengan pasangan, perselingkuhan, anak bermasalah, remaja yang mengalami hambatan dalam penyesuaian atau pengembangan diri, maka datanglah ke Psikolog untuk membantu Anda menemukan problem solving atas masalah Anda.
Tetapi ketika Anda menemukan orang di sekitar Anda dengan gangguan kejiwaan berat seperti psikosa, atau istilah awamnya kita biasa sebut “orang gila” yang sering tertawa sendiri, keluyuran tanpa tujuan, pakaian compang-camping, ketika diajak berbicara tidak nyambung, maka pada Psikiaterlah mereka harus dibawa. Sebab jika telah mencapai kondisi yang demikian, aspek fisik juga telah mengalami gangguan yakni terjadinya ketidakseimbangan cairan kimia di otak yang biasa disebut neurotransmiter (Nevid, 2005). Ada beberapa neorotransmiter di otak yang mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Misalnya terlalu banyak jumlah Dopamin dalam otak, menyebabkan kontak realitanya terganggu, adanya halusinasi, suka bicara sendiri, yang kadang sering kita sebut “gila” atau istilah psikologisnya schizofrenia. Guna menormalkan kembali fungsi ini, maka seseorang butuh obat anti psikotik yang bekerja “memblok” atau menghambat kerja dopamin, sehingga halusinasi berkurang, dan mulai ada kontak realita. Obat ini hanya psikiater yang boleh memberikan. Ketika halusinasi sudah berkurang atau bahkan tidak muncul, diajak berbicara mulai bisa nyambung, barulah treatmen psikologis seperti psikoterapi atau konseling, juga penggalian riwayat gangguan secara lebih mendalam dapat dilakukan oleh psikolog.
Untuk memudahkan lagi membedakan antara keduanya, kita ambil contoh ketika seseorang datang dengan keluhan tidak bisa tidur di malam harinya. Ketika ia datang ke Psikiater, maka ia akan mendapatkan obat tidur guna mengatasi gangguannya. Tetapi, ketika ia datang ke Psikolog, maka akan digali sebab musabab mengapa ia tidak dapat tidur, hingga ditemukan akar permasalahannya mengapa seseorang tidak dapat tidur. Apakah murni dimensi fisik, ataukan ada faktor psikologis. Jika murni faktor psikologis, maka treatmen psikologis lah yang akan diberikan. Misalnya, konseling, katarsis, atau jenis psikoterapi lain sesuai dengan permasalahan klien.
Masih bingung harus ke Psikolog atau Psikiater?? Tidak usah bingung dan khawatir. Anda dapat merasakan yang dominan Anda keluhkan saat itu. Jika psikologis, maka datanglah ke psikolog. Jika Anda rasa ada dimensi fisik yang menyertai keluhan Anda, maka datanglah ke dokter atau psikiater. Anda tidak perlu khawatir akan salah tempat, sebab jika mereka para psikolog, dokter, atau psikiater memegang prinsip kode etik maka mereka akan merujuk Anda jika tidak sesuai dengan disiplin ilmu mereka. Tidak asal memberikan terapi atau penanganan, tetapi disesuaikan dengan keahliannya. Misalkan saya sebagai psikolog, ada klien yang datang dan ternyata saya curiga ada dimensi fisik yang menyertai keluhannya. Tidak mungkin saya akan menutup mata dan diam saja lalu saya terapi apa adanya, tetapi saya pasti akan rujuk untuk mendapatkan pemeriksaan fisik dahulu ke dokter umum, psikiater, neurolog, internist, atau dokter yang ahli pada bidangnya sesuai dengan keluhan klien. Begitu juga sebaliknya, saya pun tak jarang menerima pasien rujukan dari dokter yang memang sumber keluhan fisik mereka adalah psikologis. Berdasar hasil cek laborat, bersih tidak ada yang terganggu sama sekali, namun si pasien mengeluhkan adanya sakit yang luar biasa pada bagian tubuh tertentu. Setelah menjalani beberapa sesi psikoterapi maka keluhan si pasien perlahan mulai berkurang. Memang butuh kehati-hatian dalam melangkah dan menetukan pilihan, tetapi bukan berarti dengan kekhawatiran salah menentukan pilihan, Anda menjadi tidak segera mendapatkan penanganan, khususnya masalah yang berkaitan dengan dimensi psikologis Anda. Sebaiknya tidak terlalu memendam banyak masalah, sebab hal ini juga akan menimbulkan masalah baru bagi Anda di kemudian hari. Mengapa demikian, insya’allah nanti akan saya bahas di artikel lain. Minimal berceritalah kepada orang terdekat Anda, teman, sahabat, anak, pasangan, atau orang-orang yang Anda percaya agar beban emosional Anda tidak terlalu berat. Semoga bermanfaat.. (ADB)
Referensi :
Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Green, E. B. (2005). Psikologi Abnormal (Terjemahan). Jakarta : Erlangga.
foto:/departments.weber.edu/



Arigatou Gozaimasu atas infonya
Infonya membantu bgt.. Makasi dok..
Apakah seorang psikolog akan membantu kita untuk menyelesaikan masalah jika permasalahanya terlalu dalam dan kompleks ?
Insya’allah bisa.. selama Anda bisa benar-benar terbuka dengan apa yang terjadi pada diri Anda guna ditemukan akar penyebab masalah yang seseungguhnya. Hal ini perlu agar ditemukan pemecahan masalah yang tepat..
Satu hal yang perlu kita ketahui, bahwa “bekerja dalam dimensi psikologis” tidak sama dengan dimensi fisik.. kl sakit fisik seperti pusing atau demam, mungkin diberi obat sehari dua hari sembuh.. tapi kl dimensi psikologis, tidak cukup dalam waktu itu.. mungkin butuh beberapa kali sesi terapi dengan psikolog jika memang problemnya cukup komplicated seperti yang Anda bilang.. Bayangkan saja ketika kita sudah terbiasa dengan pola perilaku tertentu dari kecil.. misalnya terbiasa meletakkan sesuatu benda yang kita punya pada tempatnya, dan itu terbentuk selama 10-20 tahun sejak kita anak-anak.. apakah cukup mudah jika kita akan merubahnya menjadi perilaku yang tidak teratur misalnya, hanya dalam satu dua minggu.. Saya rasa sangat sulit.. jadi pesan saya jika Anda memutuskan berkonsultasi ke psikolog, Anda harus sabar karena problem yang terjadi sekian tahun tidak cukup diselesaikan dengan satu dua hari.. teruslah berproses untuk menjadi pribadi yang lebih baik..
Salam, Adib..
i was bad…
i always fault ,,,why?
Ya coba dicari penyebabnya.. bicarakan dengan orang lain, atau coba dicari akar masalahnya.. pelan-pelan bakalan ktm.. ato kl mau yg lebih mahir ya ke profesional, psikolog misalnya.. minimal akan membantu anda menemukan akar penyebabnya guna ditemukan solusi yang tepat..
Semangat..
dok Q mau tanya Q punya temen temen Q t Lesbi Tp dia g Spenuhnya Lesbi Dia Jg trtarik Sm Cwo,Dia Jg Bs Pcran
tp Kdng Aneh Dia Pnya Shabat Dia Chyang Bget Ma Shabatnya Kdbg Dia Skt Ht Lo Shabatnya B’Hub Dgn Orng Lain
Pa tmen Q emg Da kelain nan ya dok
Kl ngomongin konteks lesbian, dan yang Anda maksudkan dengan “kelainan” itu adalah penyakit atau gangguan, maka saya bisa katakan itu bukan kelainan. Mengapa? sebab dalam pedoman penegakan diagnosa, Lesbian ato homoseksual bukan termasuk gangguan psikologis lagi.. Hal ini serupa dengan pilihan hidup.. kita mau jadi homo, hetero, atau biseks itu adalah pilihan.. Namun, budaya kita yang menganggap hal ini sebagai sesuatu yang Abnormal, lain daripada yg lain, dan tidak bisa diterima..
Semoga cukup menjawab..
Salam..
saya sedang mencari psikolog yang bagus di jogja.. karena anda pernah di jogja,,, kalau boleh saya minta recomendasi psikolog yang bagus di jogja.. nama beserta alamat prakteknya.kalau bisa disekitar UGM saja. trmkasih.mhon bantuannya
Maaf kl boleh tau untuk klien apa? Anak, Remaja, atau Dewasa.. atau untuk kepentingan rekruitmen karyawan?
Sebab Psikolog punya spesifikasinya sendiri..
Atau kl memang masih bingung, saya bisa merekomendasikan anda ke Unit Konsultasi Psikologi (UKP) di Fakultas Psikologi UGM..
Tempatnya di Fakultas Psikologi UGM yang deket Masjid Kampus.. Di sana bpk/ibu bisa bertanya dimana UKP berada.. deket kok dari karcis penjagaan mau masuk Fakultas Psikologi UGM..
Di sana bpk/ibu akan dibantu menemukan Psikolog yang cocok untuk permasalahan Anda.. Sebab semua Psikolog yang ada di sana adalah dosen dan praktisi dari fakultas Psikologi UGM yang akan dipasangkan sesuai dengan permasalahan Anda..
Semoga cukup membantu..
dok q mau tanya… q sering tidur malam n susah bgt tidur agak sorean paling cepat ya jam 12malam, kadang jg sebelom tidur sering ngayal ttg masa depanq, semuanya yang indah2…. dok pagi2 q susah bgn n kadang q suka gampang emosi n kerja kadang sama sekali tidak konsentrasi. apakah qmesti ke psikiater gag???? akar masalahnya q sering pendam masalah n gak berani curhat karena gak percaya org tersebut akan simpan baik2…. tolong ada rekomendasi gak n brp biayanya???
Memendam masalah memang akar dari semua masalah, sebab dengan memendam masalah membuat masalah tidak terselesaikan dengan baik. Mungkin konflik akan mereda saat itu, namun tidak terselesaikan dengan baik dan masih ada ganjalan (meskipun sedikit). Ganjalan-ganjalan inilah yang lama-lama akan menumpuk dan membuat Anda mudah sekali tersulut. saran saya, sebaiknya Anda coba menemukan teman untuk berbagi (share),tidak harus ke Psikolog atau Psikiater, namun Anda bisa ke siapa saja orang yang membuat Anda nyaman dan Anda percaya. Terlepas apakah Anda akan mendapatkan problem solving atau tidak, minimal emosi negatif Anda tersalurkan ke luar. Memang sebaiknya ke seorang ahli seperti psikolog atau psikiater guna mendapatkan pemecahan yang lebih baik.. saya kurang tau dimana Anda bisa mendapatkan konsultasi, sebab saya tidak dapat info dimana Anda berada. Banyak sekali penyedia jasa psikologi di kota-kota di Indonesia, tentunya dengan tarif yang beragam. semoga cukup membantu.. Salam Hangat, Adib.
dok..misal nya ada keinginan ingin berbuat konyol itu bagian dari apa yaa trus punya pikiran yang aneh22
Keinginan berbuat konyol yang seperti apa kalo boleh tau..?? Mungkin Anda sedang dalam masa remaja yang senang dengan mencoba-coba hal-hal baru atau bereksperimentasi.
dok..misal nya ada keinginan ingin berbuat konyol itu bagian dari apa yaa trus punya pikiran yang aneh22
Dok,saya pny bgtu byk dendam,kejadian2 masa lalu.
saya selalu berusaha utk tdk mengingat2 kejadian2 masa lalu itu……..
bkn hanya masalah dendam….. sekarang nii byk masalah saya alami……
saya cukup diam,tak bcra kpd cp pun…tp yg saya rasa,saya tersiksa……..
terkadang,kejadian2 masa lalu yg mbwt saya kecewa,sakit hati,terpuruk,,dsb teringat oleh saya…… dan smw itu mbwt saya buntu n lepas kendali…. lepas kendali..!! saya seperti orang tak beriman,tak pny cp pun di dunia nii..
saya menangis sejadi2nya……. begitu lama,mengurung diri.. Dan….. saya ‘normal’ lg…….
bbrp hari kmudian.. ‘kambuh’ lg…. ‘normal’ kembali…… dan bgtu seterusY,,,,,,,
Saya bingung… apa yg sebenarY tjd pd saya?????????????
Anda sedang mengalami kondisi psikologis yang tidak stabil. Hal ini dikarenakan problem-problem di masa lalu Anda yang tidak terselesaikan dengan baik. Coba hubungi seorang profesional (Psikolog atau Psikiater), untuk membantu Anda melepaskan beban-beban psikologis Anda, dan membantu Anda menemukan cara untuk mengatasi hal ini.. Jika Anda berada di Kota Malang-Jawa Timur, mungkin saya bisa membantu Anda.. tinggalkan alamat email Anda, saya akan menghubungin Anda.. terima kasih..
terima ksh dok atas masukanY…….
yuyunshariayuwahyunikesoema@yahoo.com
saya tidak tahu, ap ini, yg sy igin tahu adalah bgaimana mmecahkan msalah2 sy yg mmbuat sya pusing, stress, mmbbani hdup sya. msalh sya ini msalh hti..perasaan…
Saya bisa mengerti apa yang Anda rasakan.. Dimensi perasaan memang suatu hal yang sangat menguasai diri kita. kita rela melakukan apapun ketika dimensi ini yang bekerja. Sedang marah, kecewa atau sedih, terkadang kita dapat melakukan apa saja yang jika dipikir secara logika hal ini tidak masuk akal. Saran saya, untuk saat ini sepertinya Anda sedang mengalami kondisi emosional yang sedang tidak stabil. Coba keluarkan emosi-emosi negatif ini dengan cara Anda, misalnya berbagi ke teman, curhat, menuliskannya pada buku harian, jalan-jalan, main games, atau hal lain yang dapat Anda lakukan untuk melepaskan emosi negatif Anda. selanjutnya, Anda perlahan akan mulai dapat berfikir untuk menemukan sebuah solusi guna mengatasi permasalahan Anda. Jangan pernah memutuskan apapun ketika Anda sedang dalam keadaan emosional. Semoga cukup membantu.. salam hangat, Adib
Dok, saya terkena pobia sosial + depresi, saya harus ke psikolog atau psikiater ? saya tinggal di surabaya, apakah dokter pny referensi ?
Trims
Maaf kalo boleh tau, Anda mengatakan diri Anda fobia sosial itu dengan ciri-ciri seperti apa? jangan-jangan cuman sebatas kecemasan biasa.. Atau mungkin sudah ada profesional yang menegakkan diagnosa bahwa Anda fobia sosial?
Kalo memang benar demikian, sebaiknya Anda menjumpai seorang Psikolog yang dapat memberikan Psikoterapi untuk mengatasi masalah Anda. Saya bisa bantu, tapi saya di kota Malang..
Saya belum punya relasi di surabaya, tapi yang saya tahu di Fakultas Psikologi UNAIR (081230003884), atau Universitas Surabaya (031-2981274), dan beberapa biro jasa psikologi yang saya searching by google al: Sinergi Optima (031-5023584), Tjiptoning (031-7312012)
Kalo mau coba menghubungi biro tersebut by telp, coba tanya dahulu apakah biro psikologi mereka menyediakan jasa psikoterapi. sebab tidak semua biro psikologi menyediakan jasa ini karena mungkin mereka hanya berfokus pada rekruitmen karyawan misalnya.. Semoga cukup membantu.. Salam Hangat, ADIB
Terima kasih sekali atas infonya dok, akan saya coba.
Saya taunya dari internet dok, misalnya:
http://helpguide.org/mental/social_anxiety_support_symptom_causes_treatment.htm
Yang saya rasakan cocok seperti ciri2 yg terdapat dlm tulisan tsb.
selamat sore dok,, saya budi di jogja, kebetulan sy punya permasalah yang sy kadang bingung menghadapinya,,mungkin ini jiwa saya atau mengadapi emosi/nafsu sendiri belum bisa menatanya dengan baik,, dan sy mau tau kenapa bisa kyk gitu,,krn sy mau jauh lebih baik,, masalahnya berhubungan dengn pasangan,, sy sudah nikah,, ttp keinginan selingkuh sangat besar dan selalu membayangi setiap melihat wanita agak cantik saja ( maaf ),,walau sampai saat ini alhamdulillah sy masih bisa menjaga untuk tidak sampai melakukan sex dengan orang lain,, tp mendekati sy masih gak bisa menahannya, tp sy butuh motivasi atau cara biar sy lebih kuat menahan itu,,, sy harus konsultasi kemana dijogja supaya bisa lebih detail,, maaf kalau terlalu panjang, wassalam ( mohon infonya )
Coba menghubungi Unit Konsultasi Psikologi (UKP) Fakultas Psikologi UGM. Jalan Humaniora, di Fakultas Psikologinya.. Fakultas Psikologi terletak di dekat Masjid Kampus. Jika sudah ketemu Fakultas Psikologi, tanya pak satpam dimana letak UKP.
Di UKP minta saja untuk dibuatkan jadwal dengan Ibu Budi Andayani (Bu Ani). Beliau seorang Psikolog ahli dalam masalah perkawinan. Jika terlalu sulit untuk bertemu beliau karena kesibukannya, Anda coba minta saran ke petugas UKP kira-kira bisa merekomendasikan Psikolog siapa yang bisa membantu masalah perkawinan. Maaf saya kehilangan nomer telpnya, jadi Anda langsung datang ke sana aja untuk membuat janji.
Semoga cukup membantu.
Dok.., saya susah melupakan kejadian ms lalu yg tdk menyenangkan. Bisa sj sy melupakan, tp jika bertemu atu hanya dg melihat lg dg org2 dr ms lalu perasaan sy jd kembali jelek lg, pdh sdh tak ada mslh.. Kira2 gmn tu dok. Mhon jg refrensi untk di Bali.
Nah itu tandanya Anda belum bener2 fine dengan masa lalu Anda yang kurang menyenangkan. Anda hanya melupakan, tetapi tidak membereskannya. Ibarat luka, sekarang memang sudah kering. Tapi kok masih sakit ya? ternyata dalamnya masih bernanah, sebab dulu proses keringnya salah.
Nah sekarang coba bicarakan itu dengan psikolog, untuk Anda dapat “berdamai” dengan masa lalu Anda yang kurang menyenangkan.
Saya merekomendasikan Hipnoterapi jika memang Anda merasa sudah fine, tapi sepertinya belum. mungkin Anda tidak menyadari itu, sehingga hipnoterapi dapat membantu mengungkap itu.
Ini beberapa alamat biro psikologi di Bali..
http://id.zipleaf.com/Companies/Bahagia-Biro-Psikologi
http://id.zipleaf.com/Companies/Biro-Psikologi-Dasa-Bratha_18166
http://www.pradnyagama.baliklik.com/
Selebihnya coba googling aja..
Semoga cukup membantu..
dok,saya pny bnyk problem,smpe skrg saya masi menyimpannya smampuku..pgn ngobrol,tp bs ga kalo ngobrolnya lbh privat?mgkn byphone,videocall,ym,or anything yg ptg kprivasiana trjaga.ktemu dtempat praktek jg gpp,tp saya agak pemalu n ga pede. .thx ia,gbu
Dok,ada referensi alamat dokter psikolog yg praktek di malang?trims sebelumnya
Saya ada di Malang.. ada yang bisa dibantu?
Dok, saya masih baru di Malang,dan butuh konsultasi sehubungan dengan masalah keluarga. Mohon info kemana saya bisa menghubungi psikolog yang sesuai sehub dengan hal tersebut dan kalau bisa disertakan alamat dan contact num.nya Terimakasih sebelumnya.
Iqbal
Dok, saya punya cukup banyak masalah dan saya pendam sendiri saja, karena saat saya mau cerita pd orang lain saya malu dan tidak ingin menceritakannya. Lalu, saat saya sedih saya tidak bisa menangis. Bagaimana pendapat dokter tentang keadaan saya? Terima kasih
Mungkin Anda terlalu memnutup diri Anda dari segala hal yang Anda rasakan. Anda selalu tanamnka bahwa Anda harus kuat, tegar, tidak boleh mengeluh.. sehingga ketika ada kejadian yang mestinya Anda bisa menangis kayak orang pada umumnya, Anda tidak bisa.. Hal ini kurang baik bagi kesehatan psikologis Anda. Saran saya, coba Anda share dengan siapa saja orang yang Anda percaya, lebih baik lagi kalo Anda mau datang ke psikolog. Mungkin tidak langsung membahas masalah yang berat, hanya ngobrol hal-hal yang ringan saja.. dengan ini akan membantu Anda sedikit terbuka pada orang lain, hingga lama-lama Anda akan mulai terbuka lebih dalam dan akan ketemu dimana letak masalah Anda..
dok,sya mengalami cemas,panik dn ketakutan tnpa sebab dlm hidup saya, hidup spertinya membosankan kesana gk brani keseni gak berani, udah 4 bulan ini sya diam drmh, sya kehilangan smngat hidup, sperti orang bodoh dn gk berguna,..rasanya ingin sllu bunuh diri,..pdhl saya dulu orangnya sangat produktif, kerja dn kerja terus..dn akhirnya sya kehilangan jati diri dn ketakutan.sya mau tanya pak saya ini sedang mwngalami apa..dn sya mesti kmn, saya bingung..dn di bali ada psikolog ato psikiater yg bisa membantu saya..mohon bantuannya pak, trima kasih..
Saya punya ANAK ANGKAT PEREMPUAN tunggal, usia 7 tahun 4 bulan. Rajin sholat sejak usia 4 tahun, mengaji sampai juz 17, sudah 2 kali saya ajak Umroh.
Beberapa bulan lalu saya ikutkan ‘Finger Printing’ sehingga kami tahu Kelebihan dan Kekurangan, sifat (cenderung ekstrovert, mudah tersentuh hatinya, suka memimpin teman, suka memasak, dll.), maupun hobi Anak sehingga lebih tepat dalam mengarahkannya.
Yang membuat saya BIMBANG adalah ketika saya sampaikan ke konsultan, bahwa dia adalah anak angkat saya dan akan saya sampaikan saat dia kelas 6 SD atau sesudah dia Haid(karena saya tidak ingin memutuskan nasab dan di Akte Kelahiranpun tertulis Anak Angkat yang sah dari:)Konsultan bilang: sebaiknya DIKATAKAN SESEGERA MUNGKIN.
Sampai saat ini saya belum sanggup menyampaikan, Ada nasehat buat kami berdua?
Ada alamat Psikolog yang praktek di Jogja?
Jazaakumullohu khoiron katsiiron.
Memang lebih cepat lebih baik.. indikasi cepat itu sendiri tergantung dari masing-masing orang.. bisa jadi sehari cepat bagi saya, namun bagi ibu butuh waktu berminggu2.. semua itu tergantung dari kesiapan kedua belah pihak.. Kalo ibu merasa sudah siap, dengan pertimbangan kondisi psikologis ibu dan ibu melihat anak sudah cukup bisa menerima penjelasa, mulailah dari saat itu. Tidak ada batasa waktu yang pasti, hanya saja jika memang ingin menyampaikan lebih cepat, ibu harus mempersiapkan diri untuk menghadapi itu semua. Jangan sampai anak yang sudah nyaman dengan ibu, merasa syok & akan mengacaukan semua kelebihan yang ia punya ketika ia juga belum siap menerima kenyataan bahwa ibu bukanlah orang tua kandungnya.. termasuk ketika ia tahu kenyataan & minta bertemu dengan orang tua kandungnya mungkin ibu harus siap juga..
Untuk melihat seberapa siap dia, mungkin ibu bisa ajak dia becanda.. misal dengan pertanyaan2 ringan seperti “de’ gmn kl misal ibu bapak ini bukan orang tua kandung ade’?” atau minta pendapat dia tentang “orang tua kandung & orang tua angkat” apa pesepsinya tentang kedua hal ini. Hasilnya nanti bs ibu share’kan ke saya by email biar lebih cepat saya respon.
Termasuk coba dipikirkan ulang, apa tujuan ibu menyampaikan jika dia bukan anak kandung, kemungkinan baik buruknya untuk perkembangan anak & kondisi saat ini..
Jika ingin lebih detail, datangnya ke Unit Konsultasi Psikologi Fakultas PSikologi UGM, Jln Humaniora.. Fakultas Psikologi dekat Masjid Kampus UGM. Di sana nanti ibu akan direkomendasikan kepada Psikolog profesional yang dipilih berdasar permasalahan ibu. Semoga cukup membantu..
Salam hangat, Adib
nice info, saya tertarik sekali dgn psikolog. bhkan sya bercita-cita ingn mnjdi psikolog…
Thanks.. Amien.. semoga bisa menjadi Psikolog profesional yang bisa membantu banyak orang.. Good Luck.. Salam hangat, Adib
Dok,anak saya berumur 4 th terkadang suka ketakutan seperti melihat mahkluk halus klo sudah ketakutan terkadang dia suka tidak mengenali orang tuanya,anak saya tergolong aktif dan emosinya terlalu tinggi jadi suka marah2 kadang klo bermain suka memukul temannya apakah anak saya mempunyai indera ke-6?klo mau konsultasi dengan piskiater di malang di mana ya?terima kasih
Saya ada di malang ibu.. mungkin lebih baik jika ibu bertemu langsung dan mengkonsultasikan masalah ibu.. Banyak penyedia jasa layanan psikologi di malang, salah satunya di PLP (Pusat Layanan Psikologi) Fakultas Pikologi UMM. Jl. Raya Tlogomas 246, GKB 1 lantai 4
Telp. 464 318/319 pesawat 210 atau minta disambungkan ke PLP
Atau jika ibu ingin berkonsultasi dengan saya, silahkan email ke saya, nanti saya akan hubungin ibu..
Semoga cukup membantu.. salam hangat, Adib
Dok,sy wanita umur 26 thn ingin berkonsultasi dgn psikolog. Ada rekomendasi yg bagus? Sy di wilayah jakarta.kalau bisa dokter wanita.Terimakasih
saya punya anak umur 4th, sekolah TK,, dia susah bergaul dgn teman2nya,,kl dikelas selalu saya temani duduk dibelakangnya,,kl tmn2nya main dia tdk mau ikut main katanya takut. anak saya jg cepat panik. Bagaimana caranya agar anak saya tidak takut dgn lingkungan yg baru dia kenal??
dok, saya ingin tanya apakah jika seorang pria memanggil seorang pria lain dengan sebutan sayang juga berkata-kata mesra dengan pria tersebut bisa dikatakan jika pria tadi memiliki ketertarikan dengan pria??
saya punya seorang pacar, belakangan saya menemukan emailnya yang dikirimkan utk seorang pria yang isinya adl kata2 mesra, padahal dia tidak pernah memperlakukan saya seperti itu..
apakah dia bisa disebut homoseks atau mungkin sbg biseks??
terimakasih
Indikasi ketertarikan tidak hanya dilihat dari kata-kata sayang yang diucapkan.. sebaliknya sayang-pun juga bukan berarti sebuah indikasi dari ketertarikan.. bisa jadi itu hanya becanda atau sebutan biasa antara dia dengan sahabatnya..
Kalo memang benar itu sayang yang sesungguhnya, memang ada kemungkinan itu salah satu indikasi jika pacar Anda homoseksual.. tetapi belum bisa dipastikan hanya dari satu aspek ini saja.. Sekali lagi saya tegaskan ini hanya satu indikasi, lalu jangan langsung Anda menyimpulkan jika pacar Anda homoseksual.. Coba dicari data lagi untuk memastikan dugaan Anda..
Semoga bermanfaat.. Salam hangat, Adib
Dok..bisa bantu saya info alamat dokter psykolog dibali? Makasih Dok atas bantuannya..
saya mau cerita,dr kecil orgtu saya udah pisah.srg sy mendpt pelecehan seksual dr org sekitar sy.wkt smp sy kehilangan virgin.dan kdg sy bs berpikiran bhkan membayangkan dgn sama jenis melakukan sex,sy prnh diajk mama menunggu papa wktu sy kecil.dan sy melihat papa dgn wanita lain.sakit hati sy.bgtu beranjak dewasa,sy mulai jatuh cinta dan sy srg disakiti.hingga membuat sy jd tdk prcya dgn laki2.dan itu membuat sy tia kali berpcrn,sy sll berpikiran jelek dgn pasangan sy.dan sprtinya membuat psngan sy jd tertekan dgn sy.srg jg ada yg sampai menyuruh sy ke psikiater krn pikiran sy yg trll negatif.ada apa dgn sy yaa?
saya punya problem dlm perkawinan .suami saya sering mengkianati saya.lalu saya jadi tidak percaya sm perkataannya lalu selalu menjadi curiga biarpun dia bersumpah tdk berselingkuh.danjadinya saya jadi tertekan.bagaimana solusi dok utk keluar dr mslh ini.
haruskah aku berbagi,,sudah 2thn aku m’galami sakit namun p’yakitku ini dibilang unik mkn hanya uku yg m’galami.aku hrs b’sabar m’nunggu smua ini,aku punya p’yakit yg dibilang takut tdk sptnya geli melihat cicak/kotorannya sampai2 jejak aki cicak dmnpun aku lap apalagi kotoraannya namun sudah dib’sihkan ttp kotor anggapku sampai alas kaki yg aku pakai stlh m’nginjak jejak/kotorannya kemanapun jejak kakiku sendiripun kotor shg aku spt org yg dalam peperangan takut dgn ranjau yg aku pasang sendiri.aku dah brobat ke psikistri namun blom ada prubahan sedikitpun.ksimpulan dokter rasa cemas yg t’lalu m’dalam hingga aku tdk bisa m’bedakan mana yg bersih & mana yg kotor.stiap aku tanya ke seorang dia anggap bersih namun aku blom bisa menerimanya hingga pikirankupun tdk bisa b’fikir yg positif anggapku smuanya kotor.sbenarnya apa yg saya derita???????????????????????????????????????