Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 suara, nilai: 4,00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Perokok Pasif Berisiko Sama dengan Perokok Aktif

passive

Tanya:

Dok, di semua literatur yang telah saya baca mengatakan bahwa perokok pasif menerima dampak yang lebih buruk dari pada perokok aktif.
Pertanyaannya, kenapa perokok pasif menerima dampak yang lebih buruk mengingat perokok aktif juga menghirup asap yang dihembuskannya?

Thanks. -Ferdy-

Jawab:

Berbagai studi menyebutkan bahwa perokok pasif (orang yang tidak merokok, tetapi di lingkungan terdekatnya ada orang yang merokok) mempunyai risiko yang sama dengan perokok aktif dalam hal:

- Kemungkinan mendapat serangan kanker paru, kanker payudara, kanker ginjal, kanker pancreas, kanker otak, akibat mendapatkan nikotin dari asap rokok.

- Kemungkinan mendapatkan penyakit jantung dan pembuluh darah (stroke)

- Kemungkinan mendapatkan serangan asma bronkhiale

- Kemungkinan mendapatkan gangguan kognitif dan dementia (mudah lupa)

- Apabila wanita hamil, berkemungkinan lahir premature, atau bayi lahir cukup bulan tapi berat badan kurang dari normal.

- Mudah mendapatkan serangan infeksi di hidung dan tenggorokan.

- Pada anak-anak: mudah terserang asma, meninggal di usia muda, infeksi paru, mudah mendapatkan alergi, mudah terserang TBC Paru.

Mekanisme mengapa perokok pasif dapat berisiko yang sama dengan perokok aktif, karena perokok pasif  juga menghirup kandungan karsinogen (zat yang memudahkan timbulnya kanker yang ada di asap rokok) dan menghirup 4000 partikel lain yang ada di asap rokok, sama dengan perokok aktif.

Dengan demikian perokok pasif sama berbahayanya dengan perokok aktif. Oleh karena itu, sebaiknya kita mengingatkan perokok aktif agar tidak merokok di sembarang tempat. Manfaatkanlah area khusus untuk merokok. Tidak merokok di tempat umum. Alangkah baiknya bila berusaha berhenti merokok secepatnya. Jangan mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap, karena sulit untuk berhasil. Tapi kalau mencoba berhenti merokok akan lebih berhasil.

foto:sylvietanaga.files.wordpress.com/

 Tentang Penulis: Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro

Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro Dr. Muchlis Achsan Udji Sofro, SpPD-KPTI, salah satu dokter spesialis penyakit dalam yang juga ahli penyakit tropis infeksi yang lahir di Pemalang. Staf Divisi Penyakit Infeksi & Tropik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi/Fakultas Kedokteran UNDIP. Organisasi: 1. Ketua Tim HIV-AIDS RSUP Dr Kariadi-Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, sejak 2002 sampai sekarang 2. Sekretaris Sub Tim DALINOK. Komite Medis RSUP Dr Kariadi Semarang. 3. Anggota Tim ”Emerging Infectious ... Selengkapnya »
 
  • Website Pribadi/Blog:
  • Tulisan di NetSains: 30 Tulisan
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 2 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

  • Ray Indradi mengatakan:

    Jadi bukan lebih berbahaya perokok pasif ya dok. ada yang menyebutkan karena ukuran partikel dari hasil hisapan itu lebih kecil sehingga bisa lebih terpenetrasi dalam tubuh.

    Selain itu juga dijadikan alasan bagi yang merokok (saya tidak merokok) untuk enggan berhenti merokok, meskipun bukan dengan nada yang terlalu serius.

    Mohon tanggapannya.

    Terima kasih

    Regards,

    Ray

  • Dery Kurniawan mengatakan:

    Apakah saringan pada hidung kita bisa menyaring zat berbahaya pda asap rokok dok ?

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.