Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook

Pengumuman:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Multitasking Sudah Ada Sejak Nenek Moyang Kita

mmediaBisa mengerjakan tugas dari bos, sekaligus main Facebook, chatting, dan browsing? Artinya kita punya kemampuan multitasking, mengerjakan banyak hal sekaligus dalam satu waktu. Rata-rata manusia modern dapat melakukannya. Jangan heran, sebab ternyata kemampuan itu sudah ada sejak zaman batu, tepatnya 70.000 tahun lalu. Ini dibuktikan dengan penemuan sejumlah benda tajam batu di gua Sibudu, dekat pantai samudera Hindia, Afrika Selatan.

Nenek moyang kita sudah mampu memadukan tanaman berperekat dan lemak yang dipanaskan bersamaan dan membuat lem kuat di zamannya, demikian ujar Lyn Wadley beserta dua rekannya dari University of the Witwatersrand di Johannesburg.

Serba Bisa

Lantas, dimana letak bukti kemampuan multitasking mereka? Secara sistematis, menciptakan lem purba dengan teknik Zaman Batu, dibutuhkan pengetahuan adanya bahan perekat alami dari pohon akasia. Bahan ini memiliki komposisi kimiawi beragam dan karakteristik. Untuk bisa menciptakan lem yang efektif, para pembuat lem zaman itu harus bisa menakar resep yang tepat. Di sinilah kemampuan melakukan banyak pekerjaan sekaligus dalam satu waktu sangat diperlukan.

Pembuat harus melakukan pengoplosan, sekaligus juga mengujicoba apakah bahan itu cukup kuat sebagai perekat, dibarengi juga kemampuan mengetahui komponen mana yang sudah cukup atau perlu ditambahkan lagi. Kemampuan multitasking macam ini ternyata sudah dimiliki oleh nenek moyang kita.

Detil dari temuan ini dipaparkan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Wah, ternyata nenek moyang kita sudah cukup cerdas juga ya, dan kita harus berterima kasih karena mereka mewarisi kita kemampuan multitasking. Sehingga sampai hari ini kita bisa bekerja sambil chatting, Facebook, dan cek email juga.

Diterjermahkan secara bebas dari LiveScience.com.

Foto: businesweek

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 Sudah selesai membaca artikel ini? Ayo beri komentar!

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.