Beranda > Artikel > Mencegah Pencurian dan Korupsi

Mencegah Pencurian dan Korupsi

Jumat, 30 Oktober, 2009 oleh Andy Wijaya
 

imagesNetsains.Com - Mengapa orang mencuri? Apa yang membuat orang korupsi? Pertanyaan ini bermula ketika saya mulai masuk ke dunia wirausaha.  Bertahun-tahun lalu ketika saya mulai membangun usaha dengan mempekerjakan karyawan, saya mengira bahwa jika saya memberi mereka nafkah yang cukup atau bahkan lebih, jika saya menjalin hubungan seperti teman atau saudara sendiri, memperlakukan mereka dengan hormat, maka mereka tidak akan mencuri dari saya.

Apakah itu yang terjadi? Ya. Beberapa dari mereka sangat loyal. Tetapi beberapa mencuri.  Apa yang salah? Akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa karyawan yang (kelihatannya) baik sekalipun bisa mencuri jika ada kesempatan.

Lalu apa yang harus pebisnis lakukan agar karyawan tidak mencuri? atau pertanyaannya bisa diperluas menjadi: agar rekan bisnis tidak  menipu, agar pegawai pemerintah tidak korupsi, agarpacar saya tidak selingkuh?

Sebenarnya ada tiga alasan mengapa orang berbuat tidak jujur atau mencuri:

1. Sulit dideteksi, atau sulit dibuktikan.
Orang mencuri, berbuat curang, korupsi dan sebagainya, kalau  perbuatannya itu tidak mudah diketahui, atau sulit dibuktikan. Bahkan jika itu gampang diketahuipun, masih ada orang yang melakukannya, jika itu sulit dibuktikan! Orang mencuri, kemudian menyiapkan alibi, menghilangkan semua bukti dan jejak, menutup celah dimana kecurangan mereka dapat dibuktikan.  Maka walaupun semua mata menuju kepada pelaku, tindakan ini tetap dilakukan karena ia tahu bahwa orang tidak boleh dianggap bersalah jika tidak bisa dibuktikan bersalah.

2. Hasil atau reward besar
Orang melakukan kecurangan jika hasilnya besar. Atau cukup besar  menurut ukurannya. Seorang pegawai yang berniat mencuri mungkin  tidak akan mencuri sebuah ballpoint di meja kantornya, atau uang  seratus ribu yang diumpankan oleh majikannya untuk mengetes  kejujurannya. Tetapi pada saat ia disodori uang seratus juta rupiah, yang  menurutnya besar, maka orang tersebut berbuat curang.

3. Hukuman ringan
Orang mencuri jika ia tahu bahwa hukuman dari perbuatannya itu akan ringan. Entah karena peraturan demikian, atau karena ia tahu “Bos tidak akan tega”, “Isteri saya pasti akan memikirkan anak-anak saya”, dan sebagainya  .Semuanya bergantung juga kepada individunya. Ada saat dimana saya berpikir bahwa orang yang taat beragama lah yang bisa dipercaya. Tetapi masalahnya, saya tidak bisa mendeteksi apakah seseorang jujur atau tidak hanya dari penampilannya, atau dari perilakunya selama sepuluh tahun terakhir. Orang bisa berubah, walaupun agamanya tidak pernah berubah

Jadi apa langkahnya untuk mencegah orang berbuat curang?

1. Buat setiap tindakan kecurangan mudah dideteksi.
Buat laporan pembukuan yang tercatat lengkap dan rinci. Gunakan teknologi., seperti pasang kamera security.. Jika Anda takut karyawan merasa tidak nyaman dengan kamera sekuriti, lakukan hal ini: rekam kegiatan karyawan dimana Anda sedang tidak ada di tempat tersebut menggunakan kamera tersembunyi, kemudian beritahukan kepada salah satu bawahan Anda bahwa Anda merekam aktivitas kerja mereka secara diam-diam “tanpa membuat mereka merasa tidak nyaman”
Pernahkah Anda menandatangani suatu perjanjian tanpa saksi? Bagaimana jika Anda bisa merekam kejadian dengan kamera video tersembunyi? apa yang bisa dilakukan orang untuk mengingkari perbuatannya?

2. Perkecil reward atau hasil jika mereka berbuat curang.
Kurangi jumlah uang yang Anda percayakan kepada bawahan Anda.  Misalnya, jika biasanya Anda memberi tugas mereka untuk menyetor uang ke Bank setiap minggu sekali dengan jumlah yang sangat besar, bagilah menjadi beberapa hari dalam satu minggu dengan jumlah yang kecil-kecil.

3. Beritahukan secara implisit, bahwa hukuman yang Anda berikan
Kepada orang yang mencuri adalah besar, dan tidak ada kaitannya dengan loyalitas yang telah diberikan orang itu, masa kerja, maupun hubungan pertemanan atau kekeluargaan. Jelaskan dan buktikan dalam tindakan yang kecil sekalipun, bahwa Anda tegas, memegang prinsip dan tidak berkompromi dengan ketidakjujuran.

“Trust. But verify” (Ronald Reagan)

foto:mukhsonrofi.wordpress.com

Info Tulisan

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

  • Digg
  • Twitter
  • del.icio.us
  • Facebook
  • RSS
  • Turn this article into a PDF!
  • Yahoo! Buzz
  • MySpace
Andy Wijaya
Penulis: Andy Wijaya
Tanggal: Jumat, 30 Oktober, 2009
Tipe Tulisan: Artikel
Kategori:

Cetak Artikel Ini



Biografi Singkat:
Penulis adalah praktisi di bidang alat-alat sekurity atau pengamanan lokasi kerja atau rumah. Termasuk kamera cctv, kamera tersembunyi atau spy camera. Disamping penggunaan alat-alat keamanan, penulis juga mengamati bahwa pelaku kejahatan mempunyai salah satu dari tiga alasan kuat yang mendorongnya mencuri atau melakukan tindakan korupsi.

Tulisan Terkait:

Tata Cara Berkomentar:

  1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
  2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
  3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan ke NetSains
  4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan

Beri Komentar

Anda Member NetSains? Silahkan login disini