Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Pendidikan Antikorupsi Sejak Sekolah

pinCICAKBelajar tentang Antikorupsi sejak di bangku sekolah? Kenapa tidak. Demi mencapainya, World Vision Indonesia bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mensosialisasikan UU Antikorupsi dan Pendidikan Anti Korupsi kepada masyarakat sejak dini.

Sebanyak 70 guru yang merupakan perwakilan dari Kabupaten Manggarai, Alor, Flores Timur, Sumba Timur, Kupang, Timor Tengah Utara dan Rote di Wilayah NTT mendapatkan seminar pada tanggal 4 – 5 September 2009 di Balai Diklat Dinas Sosial Propinsi NTT, Kupang. Selain para guru, seminar ini juga dihadiri oleh dinas pendidikan setempat, tokoh agama dan beberapa NGO lainnya.

Amsal Ginting, Pejabat Kepala Kantor Regional World Vision ADP NTT, wakil dari World Vision Indonesia yang memfasilitasi pelaksanaan program ini menyatakan, ”World Vision dan KPK mempunyai visi yang sama untuk membangun pendidikan nilai atau karakter sejak dini tentang pendidikan anti korupsi.”

Program yang baru pertama kalinya diselenggarakan di Wilayah NTT ini dibuka oleh Yoseph A. Mamulak, Asisten Pemerintahan Setda Propinsi NTT (Mewakili Gubernur NTT) dan Bapak Yudi Purnomo, Fungsional Deputi Direktorat Pendidikan dari Pelayan Masyarakat KPK.

KPK menyambut baik inisiatif ini dan mendukung tekad World Vision untuk memfasilitasi upaya sosialisasi pendidikan anti korupsi sejak dini tersebut. ”Kami sangat antusias terhadap pelaksanaan sminar ini, mengingat yang akan hadir adalah para guru SD, yang kelak akan meneruskan pendidikan anti korupsi kepada murid-muridnya,” ungkap Yudi Purnomo.

”Visi kami adalah anak yang hidup seutuhnya, selain cukup sehat, bersekolah, juga harus memiliki ahlak yang baik. Kerjasama dengan KPK ini akan memberdayakan masyarakat khususnya menyiapkan generasi penerus yang anti korupsi,” ungkap Amsal

Amsal menambahkan, ”Kami menyadari bahwa pendidikan antikorupsi harus dilakukan sejak dini untuk menciptakan masa depan bangsa yang lebih baik. Mari didik anak-anak kita untuk bisa menumbuhkan karakter yang dibangun berlandaskan nilai-nilai kejujuran, integritas dan keluhuran. Mari berikan pendidikan terbaik untuk mereka. Stop Korupsi!”

Pelaksanaan program ini akan terus dikembangkan untuk jangka waktu ke depan sehingga kesadaran publik mengenai anti korupsi dapat terus ditingkatkan.

Sekilas World Vision

World Vision Indonesia adalah lembaga kemanusiaan Kristen internasional yang bekerja untuk menciptakan perubahan pada kehidupan anak-anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. World Vision melayani semua orang tanpa membedakan agama, ras, suku atau jender. Dalam skala global, World Vision melayani di 97 negara dan mendukung lebih dari 3 juta anak.

foto:kamicicak.blogspot.com

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
  • dududj2006
    tujuannya baik sekali,namun jika saja terlaksana mudah2an tidak menjadi pisau bermata dua,karena tentunya dalam pelaksanaannya akan ada materi pengenalan tentang "korupsi",termasuk cara "melakukan"nya dan pencegahannya,oleh karena itu "pendidikan moral" yang "tepat" dapat disertakan berbarengan dengan pelaksanaan pengajarannya!mudah2an!
  • eman
    Semoga tidak terjadi ironi dari para peserta, penceramah dan pembuka acara serta khususnya dari para pendidik dikemudian hari.
  • deny
    bagus itu,, untuk mewujudkan cita-cita indonesia yg sudah salah kaprah gni qt harus mulai dr dini lg, moga sukses,, terus berkarya,,
  • saya mendukung program ini. bahkan sekarang dari sejak sekolah, para siswa sudah terbiasa dengan korupsi, misal, menyontek dsb.

    Kenapa Jawa malah belum di kunjungi?
blog comments powered by Disqus