Sekitar 5 milyar tahun dari sekarang Matahari akan menjadi “raksasa merah”. Tetapi kehidupan di Bumi akan merasakan efeknya jauh sebelum tanda-tanda penuaan terjadi. Apa yang bisa kita lakukan untuk bertahan?.
Takdir Bumi 5 milyar tahun dari sekarang adalah spiral kematian menuju Matahari. Siring menuanya Matahari, gravitasinya pun ikut melemah, dan orbit Bumi akan berpindah ke orbit Mars. Bagaimanapun juga pada jarak ini Bumi masih akan mendapatkan efek dari pembengkakan Matahari. Gravitasi dari Tata Surya yang membengkak akan menghambat kecepatan orbit Bumi, bahkan menyebabkan Bumi bergerak secara spiral menuju Matahari. Gesekan dengan gas yang dihasilkan oleh Matahari akan mempercepat prosesnya, dan menyeret kita ke bola api raksasa.
Tetapi mempertimbangkan kematian Bumi jauh di masa depan mungkin sia-sia bagi manusia saat ini, siapa yang mau bertahan dari perubahan besar-besaran 1 milyar tahun dari sekarang, 4 milyar tahun sebelum akhir?. Sebenarnya, Matahari akan menghancurkan Bumi dengan cukup energi pada saat ini untuk menyebabkan seluruh air di samudera menguap dengan seketika dan melepas karbon dioksida dari batu konkrit. Itu dikarenakan inti Matahari saat ini sedang mengalami pemanasan sebab reaksi fusi bergerak mendekati inti helium “debu”.
Dalam 1 milyar tahun Bumi akan menjadi kembaran Venus dengan karbon dioksida yang tebal di atmosfer. Secara Topografi, permukaan Bumi akan berubah seperti Titan hari ini. Pada garis ekuator akan dipenuhi oleh bukit pasir yang maha luas dan semua air di kutub akan menguap bahkan darah di dalam tubuh kita akan menguap kurang dari satu detik. Perubahan ini akan benar-benar merubah Bumi secara keseluruhan.
Asteroid juga bisa menjadi pemusnah kehidupan jika kita tidak cepat mengembangkan teknologi untuk memantulkan kembali mereka. Nanoteknolpgi juga bisa menjadi kandidat utama jika digunakan untuk senjata pemusnah masal atau kepunahan oleh mesin pintar seperti pada film “Terminator”.
Ketidakhadiran kehidupan berintelejensi tinggi di luar angkasa, yang sekarang dikenal dengan Fermi Paradox, membuktikan bahwa peradaban extraterrestrial memiliki umur yang pendek karena mereka mudah dihancurkan oleh alam ataupun oleh diri mereka sendiri, jika tidak mereka sudah mengunjungi kita sekarang.
Tetapi mari kita lebih optimis sebentar dan berasumsi bahwa manusia lebih stabil, dan teknologi yang dikembangkan bertujuan untuk kebaikan ras manusia dan planet kita untuk milyaran tahun kedepan.
Mengetahui bahwa Bumi kita akan dihancurkan oleh evolusi dari Matahari, peradaban maju di Bumi seharusnya menciptakan proyek engineer luar bisaa untuk membuat Bumi bisa ditinggali sekitar 5 milyar tahun kedepan.
Sebuah studi yang dipimpin oleh D. G. Korycansky di Universitas California, Santa Cruz, menggambarkan sebuah peluang yang tinggi, budget yang tinggi, dan Ibu dari semua proyek AstroEngineering yaitu “Mengubah Bumi Menjadi Pesawat Luar Angkasa”. Ide dasarnya menggunakan sebuah komet atau Asteroid untuk mentransfer dan mengubah energi orbit dari Jupiter ke Bumi dalam sebuah permainan hidup dan mati “billiard” antar planet.
Sebuah orbit Asteroid dapat berubah dan melayang mendekat ke Bumi. Planet kita akan meningkatkan energinya seiring semakin dekat Asteroid itu. Hanya jika Asteroid itu setidaknya berada 100 Km dan tidak lebih dari 10.000 Km. energi ini dapat memperlebar lingkar orbit Bumi, dan menyeretnya menjauh dari Matahari.
Pada sebuah lompatan trajectory, sebuah Asteroid mengayun didekat Jupiter dan menyerap energi momentum dari orbit Jupiter, dan membawa energinya pergi ke Bumi. Hal ini membuat orbit Jupiter mengecil dengan kata lain kita mendekatkan Jupiter ke Matahari dan membuat proses kebalikannya pada Bumi sehingga Bumi mendapat hasil yang juga sebaliknya yaitu menjauh dari Matahari.
“Untuk membuat jumlah energi yang diterima Bumi tetap sama, maka ayunan momentum dari Asteroid harus terjadi sekali setiap 6000 tahun” cetus Korycansky.
Tetapi mega proyek ini bisa membuat kehancuran bahkan sebelum proses penuaan Matahari terjadi, hal ini karena jika asterioid ini terlalu dekat maka akan terjadi hantaman luar bisaa. Hal yang kurang meyakinkan inilah yang belum bisa membuat pemerintah dunia turun tangan dalam proyek ini.
Hambatan yang lain adalah waktu pertemuan dengan Asteroid bisa sampai ribuan tahun. Peradaban di masa depan mungkin akan melupakan proyek ini, atau yang lebih buruk adalah mereka melihat Asteroid yang mendekat adalah ancaman bagi Bumi dan menghancurkannya!
Jika begitu, ras manusia harus menanam sebuah transponder ke dalam Asteroid dan menyiarkan sebuah pesan ke peradaban masa depan tentang asal Asteroid itu dan tujuannya. Lalu Asteroid itu diterbangkan ke angkasa dan dirancang untuk kembali ke Bumi setiap 6000 tahun.
Bayangkan sebuah masa depan dimana Bruce Willis (seperti sebuah film sains fiksi tahun 1998, Armageddon) mendarat disebuah Asteroid dan menanam sebuah transponder di dalam Asteroid itu. Sulit dipercaya memang!
Bagaimanapun juga, mengubah orbit suatu planet di dalam Tata Surya yang telah stabil bisa mengacaukan orbit benda angkasa lainnya. Sebagai permulaan mengubah orbit Jupiter bisa mengacaukan orbit sabuk Asteroid di belakangnya dan membawa Asteroid-Asteroid tersebut masuk kedalam Tata Surya “lingkar dalam”.
Sebuah simulasi komputer tentang evolusi dinamis dari Tata Surya oleh Jacques Laskar dari Observatorium Paris memprediksikan perubahan sekecil apapun di dalam Tata Surya bisa membuat kekacauan dalam waktu 3 milyar tahun, bahkan walaupun perubahan tersebut bukan ulah ras manusia.
Dia menjalankan 2051 simulasi numeris dari evolusi dinamis Tata Surya untuk jangka 5 milyar tahun. Dalam sebuah simulasi menunjukan orbit Merkurius menjadi sangat eksentrik dan bahkan ia jatuh kedalam gravitasi Matahari atau bertabrakan dengan Venus. Dalam simulasi yang lain, eksentrisitas Merkurius membuat momentum anguler dari planet “lingkar luar” berubah, ini mengacaukan stabilitas semua planet 3.4 milyar tahun dari sekarang. Nyaris semua simulasi menunjukan bahwa Merkurius, Venus, atau Mars bertabrakan dengan Bumi.
Dalam sebuah simulasi menunjukan pertemuan dekat Mars dan Bumi yang hanya dipisahkan oleh jarak sejauh 500 mil! Sebuah pemandangan yang akan memukau semua mata kehidupan tinggi di Bumi. Mars mungkin saja terbelah dan kepingannya berjatuhan ke Bumi. Apa yang tertinggal dari Mars hanyalah debu yang mengelilingi planet kita yang sekarat – saat itu mungkin keadaannya seperti Bumi milyaran tahun yang lalu.
Skenario ini masih mungkin dilakukan tetapi didahului oleh penelitian terhadap bintang tua lain dengan melakukan survey inframerah di dekat bintang tersebut. Tembakan inframerah akan menunjukan pijaran piringan debu disekitarnya yang mungkin disebabkan oleh tabrakan antar planet yang terdisintegrasi. Secara kasar satu dari seratus system yang telah disurvey haruslah menunjukan piringan debu jika simulasi benar-benar nyata.
Bagaimanapun juga, kita tidak akan pernah bisa memastikan apakah piringan debu tersebut disebabkan oleh tabrakan alami atau hasil dari disintegrasinya orbit planet yang tidak terkendali.
Meskipun masa depan yang akan kita hadapi benar-benar suram, ini sangat menggelikan bagi beberapa orang yang berpikir bahwa mereka akan mati sebelum merasakannya. Kita adalah SATU-SATUnya species cerdas di Bumi ini, di Tata Surya ini! Maka kita harus mengambil langkah untuk menghadapi masa depan kita. Peradaban kita mungkin bisa membuat planet artifisial mini yang akan mengubah orbitnya sesuai dengan Habitable Zone. Material mentah mungkin bisa kita dapatkan dari Asteroid dan komet yang jatuh. Biaya eksplorasi mungkin gratis untuk pergi ke planet atau bulan yang bertahan dari evolusi Matahari. Dengan semangat kita untuk bertahan, dikombinasikan dengan super-teknologi, mungkin ras manusia masih mempunyai harapan untuk hidup, bahkan melebihi usia Matahari!!
Oleh: Ray Villard news director for the Hubble Space Telescope
Diterjemahkan oleh: Ferdy Sandika Tri Setiya
Sumber: http//www.astrobiology.nasa.gov



waoo…benar2 menarik
Ketika peradaban manusia masuk ke tipe 1, manusia bisa membuat planet artifisial. Tapi menurutku sih lebih efisien menciptakan lingkungan habitable pada planet yang mudah dijangkau. Misalnya menciptakan siklus air dan oksigen di Mars.
Kita tak sendirian dialam ini.Yang bisa mengunjungi kita harus memiliki peradapan lebih tinggi agar bisa kebumi,dengan teknologinya system kita dapat dikendalikan mereka.Semakin tinggi peradapan maka tingkat kesadaran juga tinggi tidak saling menghancurkan
well, klo gitu peradaban kita masih sangat primitif ya, mengingat perang di irak, palestina… yang klo diingat ingat hanya mementingkan SARA hingga mengabaikan nasib umat manusia itu sendiri…
bukannya bekerja sama untuk menyongsong masa depan….. malah mementigkn SARA
Apakah alien itu ada?secara pribadi aku masih ragu tak tahu sendiri hanya kesaksian.Yang membingungkan mengapa bisa terjadi transmutasi body energi ke materi setelah ditemukan jasad fairy(peri) dan jenglot.Biarpun disana banyak teori tentang plasma body dari darkmatter sebagai penyusun kehidupan sebelum carbon based.Tentunya teori itu melahirkan dunia ginie,angel,fairy,deities dan alien.Kalau kita bisa menguasai teknologi itu manusia bisa hidup dialam jinn(pararel universe) atau dikantung doraemon
:P