Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 suara, nilai: 5,00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

LSD, Anugerah atau Kutukan?

lsd9874327848Albert Hofmann, ahli kimia asal Swiss ini menemukan LSD pada tahun 1938 saat bekerja di Sandoz setelah melewati serangkaian program riset yang sistematis. Hofmann bergabung dengan perusahaan farmasi tersebut di Basel pada musim semi 1929. Ketika pertama kali disintesis pada 1938 dan diuji pada binatang, LSD tak menunjukkan efek yang menarik. Namun seperti diulas di www.flashback.se, pada akhir November 1942, Hofmann mendapat suatu ilham yang membuatnya meneliti ulang LSD. Ketika Hofmann melakukannya, tanpa sengaja ia menelan atau menghirup penemuannya itu dan mengalami pengalaman sensasionalnya dengan LSD.

Sensasi yang Menakjubkan
Pada saat melakukan percobaan untuk menguji efek LSD, Hofmann harus berjuang keras untuk dapat menuliskan catatan risetnya. Ia harus berjibaku bahkan hanya untuk mampu berbicara dengan benar. Ia bahkan sampai perlu meminta asistennya untuk mengantarnya pulang dengan menggunakan sepeda. Seperti diceritakannya di www.hofmann.org, Hofmann mengalami sensasi luar biasa, ketika semua yang ia lihat menjadi bergelombang dan buram.

Rasa pusing dan rasa lemas yang dirasakannya menjadi semakin terasa sehingga ia tak dapat berdiri tegak sehingga harus berbaring di sofa. Ia merasa semuanya menjadi berputar-putar dan berubah bentuk menjadi mengerikan. Perempuan tetangganya yang membawakan susu tampak oleh Hofmann seperti penyihir yang mengenakan topeng warna-warni.

Selama berada dalam pengaruh LSD, Hofmann melompat dan berteriak, lalu jatuh lagi dan terbaring tanpa daya di sofa. Ia merasa dibawa ke dunia lain, tempat dan waktu yang lain. Pada beberapa waktu, Hofmann sempat merasa seperti berada di luar tubuhnya, sebagai pengamat dari luar.
Ketika percobaan selanjutnya, Hofmann terpesona bagaimana persepsi akustik seperti suara derit pintu atau mobil yang lewat dirasakannya menjelma menjadi persepsi optik, dimana setiap suara menghasilkan imaji yang bervariasi.
Yang menarik, Hofmann ternyata mampu mengingat pengalaman selama berada dalam pengaruh LSD secara detil, yang menunjukkan bahwa fungsi mengingat tidak diganggu oleh LSD. Sepanjang percobaan, ia sadar dan dapat mengenali kondisinya namun tak mampu melepaskan diri dari pengaruhnya tersebut. Semua pengalaman dan sensasi yang dialami terasa nyata namun gambaran lain yakni realitas sesungguhnya tetap tersimpan di ingatan sebagai pembanding.

Penemuan yang Menggegerkan

Hofmann kemudian memberi tahu atasannya Professor Stoll tentang percobaan dan pengalaman luar biasanya dengan LSD dan memberikan salinannya pada kepala departemen farmakologi, Professor Rothlin. Sebagaimana diduga oleh Hofmann, keduanya kaget luar biasa. Professor Stoll segera meneleponnya bertanya: “Apakah kamu yakin kamu tidak membuat kesalahan dalam penimbangan? Apakah dosis yang disebutkan betul-betul tepat?” Professor Rothlin juga menelepon dan menanyakan hal yang sama. Menurut Hofmann, keraguan keduanya dapat dimengerti mengingat saat itu tak ada zat yang memberi efek psikis pada fraksi dosis miligram. Pada masa itu tak ada satu zat pun yang mampu memberikan efek psikis serupa itu dalam dosis yang sangat kecil, yang mampu membuat perubahan dramatis pada kesadaran manusia. Penemuan serupa itu akan tampak tak dapat dipercaya.
Professor Rothlin sendiri dan dua koleganya segera mengulangi percobaan Hofmann dengan dosis sepertiga dari yang digunakan Hofmann, namun ternyata efek yang muncul masih mengagumkan serta segera menghilangkan segenap keraguan yang muncul ketika membaca laporan percobaan Hofmann.

Penelitian LSD membuka riset-riset ilmiah mengenai pikiran dan kondisi psikis manusia. Sebagian besar obat anti depresan modern yang kini digunakan menggunakan mekanisme kerja yang sama dengan efek LSD pada sistem syaraf. Dengan segala kisah kontroversialnya, penemuan LSD membawa inovasi baru pada pengobatan syaraf. Apakah kelak akan ada obat yang dapat membuat halusinasi pejabat publik sehingga tidak berani korupsi?

foto:sulfurshelf.blogspot.com

Dikemas ulang dari : http://fajariyoo.blogspot.com

 Tentang Penulis: Fajar Ramadhitya Putera

Fajar Ramadhitya Putera Pengajar farmasi dan penulis artikel-artikel kefarmasian di berbagai koran dan ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
  • Doc_29
    wahhh......bwt yg pd pnasaran LSD itu apa, "U MUST TRY" deh
    emg di indo susah nyarinya, gw jg dibawain dr Europe krn dsna djual bebas bahkan dipinggir2 jalan bnyk yg nawarin.
    bentuknya kya materai.....cm lebih kecil
    gw sndiri msh bingung knp bs msk kategori drugs, krn g bikin addict.
    jd klo emg LSD itu drugs, menurut gw thats was "perfect drugs ever"
    *_^
  • untuk mendapatkan LSD itu di Indonesia di mananya? untuk buat bahan2nya apa saja? apakah ada tumbuhannya di Indonesia?
  • LSD dibuat dari lysergic-acid, yang ditemukan di sejenis jamur yang tumbuh di gandum. Nama spesies jamurnya antara lain Claviceps purpurea, Claviceps africana, dan Claviceps paspali.
  • Wah bikin penasaran juga LSD itu senyawa apa, cara kerjanya dan aplikasi nya di dunia kedokteran dan farmasi

    Intinya, Stay tune in Netsains.com yah :)
  • @ Mas Defny, Mas Jaki, dan Mbak Erna, Silahkan ikuti terus pembahasan mengenai LSD di Netsains.com. Ini artikel seri pertamanya. Baru icip-icip, kan biar penasaran :)
  • Wah, ujug-ujug artikel seri ke dua nya sudah masuk redaksi, nih :D
  • er-na
    sama...LSD itu apa y?
  • Pemancar LSD sintesis gunakan reallity manipulator udah di ujicoba oleh teman2^ untuk skala besarnya HAARP Project semacam proyeksi electromagnetic atau senjata EMP pengaruh pada syaraf
  • LSD?? Kok ga dijelasin seh apa itu mas fajar...
  • Defny Holidin
    Menarik sekali, jadi ingin lebih banyak tau soal LSD. Namun, yang paling mendasar dari kajian ini, maaf karena saya awam, LSD itu apa? Terima kasih.
blog comments powered by Disqus