Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Awas, Botol Plastik Tidak Aman

090318-bottled-water-01Haus? Tak masalah, air mineral kemasan dijual dimana-mana. Semuanya berbotol dan bergelas plastik. Jangan santai dulu, ternyata minuman yang dikemas dalam pastik tidak aman bagi kita. Ilmuwan Harvard School of Public Health menemukan bahwa mahasiswa yang rajin menenggak minuman dari botol polikarbonat, pada urinnya mengalami peningkatan kadar  chemical bisphenol A (BPA), sejenis bahan kimia berbahaya yang sudah dilarang di Kanada. BPA ini juga terkandung di kaleng minuman dan makanan, juga semua plastik pengemas makanan.

Apakah BPA ini berbahaya? Selama masih dalam kadar rendah, BPA tidak berbahaya. Namun dapat dibayangkan jika seumur hidup kita banyak mengonsumsi makanan dan minuman yang dikemas plastik mengandung BPA.

Sakit Jantung

Apa itu BPA? Jika dikonsumsi berlebihan maka zat ini bisa menyebabkan kematangan seksual yang terlalu dini, juga terkait dengan penyakit jantung dan diabetes.

The National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS) menempatkan bahan kimia ini sebagai bahan yang perlu diperhatikan, sebab bisa berimbas pada perkembangan otak pada janin, bayi, dan anak-anak. Ada juga efek minimal pada anak-anak usia awal puber dan usia produktif dewasa.

Bagaimana mengenali botol plastik yang aman dan tidak? Di Indonesia agak sulit, namun di negara maju ada kode daur ulang pada kemasan botol plastik. Botol dengan kodel 1,2,4,5,6 adalah botol yang bebas dari kandungan BPA, sedangkan kode 3 berarti mengandung BPA. Untuk mewaspadai makanan kaleng lebih susah, sebab tak ada kodenya.

Nah buat kita di Indonesia mungkin lebih baik menghindari sebisa mungkin kemasan plastik dan kaleng. Beli saja minuman dalam botol gelas. Yah agak ribet tapi sehat.

Diterjemahkan secara bebas dari Livescience.
foto: Livescience

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
  • chantie
    yang jadi masalah adalah, uda tau berbahaya tp knp msh di buat? itu namany penyakit dari manusia sendiri.di ciptakan sendiri dan mencelakai diri sendiri
  • BPOM juga sudah menyarankan, hati-hati terhadap makanan yg dikemas dengan plastik

    http://www.detiknews.com/read/2009/07/14/121305...
  • Terima kasih atas tulisannya, sekalian minta ijin untuk di sebarkan..
  • di kalimat terakhir di tulis "Nah buat kita di Indonesia mungkin lebih baik menghindari sebisa mungkin kemasan plastik dan kaleng. 'Beli saja minuman dalam botol gelas' "

    apa beda nya plastik dan botol gelas ????
  • er-na
    wow, saya setiap hr slalu minum dr botol plastik(air galon), hrs ubh kebiasaan donk, oy bgmna dngn minuman kotak, seperti susu UHT, klu itu masih sehatkan? thanks.
  • bahaya tuh kalo kita minum sembarangan, tp apa tindakan pemerintah ya?:D
blog comments powered by Disqus