Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Manusia dan Monyet Sama-sama Hobi Meniru

macaca-mulattaBeda manusia dengan monyet adalah, manusia bisa berpikir sebelum berbuat. Monyet justru terkenal dengan idiom “monkey see, monkey do”, yakni begitu melihat langsung berbuat tanpa pikir panjang. Mereka juga cenderung meniru perilaku temannya. Begitu melihat temannya gelantungan, monyet kebanyakan akan meniru begitu saja.

 Kenapa bisa begitu ya? Ilmuwan telah menemukan area otak monyet yang bertanggungjawab pada hal ini. Bagian itu adalah neuron di wilayah lateral intraparietal area (LIP), suatu bagian di otak yang terkait dengan perhatian. Bagian inilah yang membuat monyet akan langsung meniru apa yang dilihatnya, demikian menurut tim ilmuwan di Duke University Medical Center, North Carolina.

Temuan ini membuktikan bahwa ada keterlibatan neuron yang sama saat monyet mengontrol perhatiannya dan menginterprestasikan atensi pohak lain.

Berguna

Hal yang sama bisa berlaku pada manusia sebab otak kita memiliki banyak kesamaan dengan monyet. “Bagian otak yang sama juga bereaksi pada manusia dan monyet sekaligus,” jelas Michael Platt, profesor yang terlibat dalam studi itu. Ilmuwan berpendapat bahwa perilaku ini berguna dalam ikatan social dan kegiatan belajar baik pada manusia maupun monyet. Jika bagian ini mengalami gangguan bisa menyebabkan gangguan sosial seperti autisme.

Hmm …  berarti perilaku meniru juga berguna ya bagi manusia. Sebab gerakan refleks meniru diperlukan saat kita memelajari sesuatu, juga melakukan kegiatan sosial lain. Tapi kalau berlebihan mungkin jadinya latah ya? Hehehe.

 Diterjemahkan secara bebas dari Livescience.

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
  • boeroenk_bSAR
    gmn dengan teori bang Darwin ya mbak?
  • latahnya manusia saya audah tau...
    tapi kalau latahnya monyet gimana yaaaaaa????????
  • latah(zan) aja... Biar dikata punya kecenderungan sama-sama mudah meniru. :D
  • @Didix: Hahahaha.....Sejauh ini sih belum pernah lihat orang jerman latah...hehehe
  • Hmm pernah baca sih bahwa penyakit latah didominasi kaum cewek dan etnis Melayu. Aneh ya? Penelitian lebih jauh katanya latah ini terkait dengan mimpi-mimpi tentang hal2 erotis (kalo latahnya kata2 jorok,hahaha). Nah pernah denger bule latah? Hahahaha!
  • Kalau bule latahnya, gimana? :D
  • Jangan2 ini ada hubungannya dengan kebiasaan latah ya mbak mer...itu bagian otak apa seh yang nyebabin latah??
    Temen q ada yang latah bgt, dia sampe kesel kalo digodain terus, smp2 suruh buka baju pun dijabanin...he.he.
    Mbak mer punya info soal terapi latah ga..???
blog comments powered by Disqus