
Reabilitas dari mesin memegang peranan yang penting dalam dunia industri. Bearing memerankan peranan dalam mendukung keandalan dan performa mesin. Terdapat hubungan yang sangat dekat antara pengembangan mesin dan performa bearing. Selain itu kerusakan mesin sering dihubungkan dengan kerusakan bearing. Laporan penelitian yang telah dilakukan oleh Schoen pada tahun 1995 menunjukkan hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa permasalahan bearing menyumbang 40 % terhadap kerusakan mesin.
Faktor utama dari kerusakan bearing adalah kotoran dan korosi. Kotoran dan material asing sering mengkontaminasi bearing bersamaan dengan pelumasan bearing. Sedangkan korosi dari bearing dihasilkan dari keberadaan air, acid, kurangnya pelumasan, dan kekurang hati-hatian saat menyimpan serta pemasangan bearing. Selain itu permasalahan bearing juga dapat disebabkan oleh pemukulan bearing pada saat pemasangan bearing di shaft. Pemukulan ini akan menghasilkan kerusakan fisik pada alur bearing yang mendorong kerusakan awal bearing, seperti yang telah dilaporkan oleh R.F Sciefer di tahun 2004.
Melihat hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Schoen et. all dan R.F Sciefer et. all. Keberadaan kotoran di bearing memang ditaklah diinginkan mulai dari penyimpanan bearing, pemasangan dan perawatannya harus benar-benar terjaga. Sampai dengan kemungkinan terjadi korosi pada bearing pun menjadi hal yang tidak diinginkan guna mendukung umur bearing yang lama sehingga mendukung kinerja mesin.
Referensi :
R.F. Sciferl et al., 2004, Bearing current remediation option, IEEE Industry application Magazine, Vol 10, no 4 , pp 40-50, July-August
Schoen R R, Habetler T G, Kamran F, Bartheld R G, 1995, Motor Bearing Damage Detection using Stator Current Monitoring. IEEE Trans. Ind. Appl. 31 : 1274-1279
foto:.johno.myiglou.com/


