Seiring dengan ditulisnya artikel ini, Indonesia telah ‘dijajah’ oleh berbagai fasilitas mikroblogging asing. Dua yang paling terkenal adalah Twitter dan Plurk. Sementara itu fasilitas mikroblogging lokal mulai dijajaki oleh Ngecap dan MoodMill. Perbedaan utama dari fasilitas mikroblogging dapat dilihat dari kuantitas setiap blog yang dapat dimuat oleh seorang mikroblogger. Umumnya setiap blog memiliki batas maksimum 140 karakter, jumlah yang sering kita jumpai pada saat kita mengirimkan SMS.
Fasilitas mikroblogging tercatat pertama kali sejak diluncurkannya Twitter pada tahun 2006. Twitter menggebrak budaya blog saat itu dengan pembatasan jumlah karakter setiap blognya. Pada umumnya, setiap blog memiliki 3 buah langkah: menulis judul, menulis isi, dan memilih kategori (jika bloger tidak memilih kategori biasanya dimasukkan ke kategori default secara otomatis). Twitter mengeliminasi kedua langkah terakhir tersebut dengan mengutamakan judul sebagai isi dari blog tersebut.
Sebelum mikroblogging muncul, pada umumnya setiap bloger meluangkan waktu khusus untuk menulis sebuah blog. Karena blog memiliki kemungkinan untuk diisi sebanyak mungkin, setiap bloger (terutama bloger profesional) harus memikirkan cara supaya blog mereka tetap dibaca oleh orang lain, meskipun isinya sangat banyak. Berbagai cara ditempuh, misalnya mengatur format penulisan, memberikan ilustrasi pendukung, menganalisa keyword populer, serta membaca ulang satu-dua kali sebelum akhirnya diterbitkan. Bagaimana dengan mikroblogging? Untuk mikroblogging, judul adalah isi blog, dan isi blog adalah sebuah kalimat pendek yang dibatasi sebanyak 140 karakter. Tidak perlu lagi memikirkan format dan ilustrasi, karena pada dasarnya tidak dibutuhkan dan menghabiskan kuota jumlah karakter.
Bagi bloger yang memiliki konten yang bersifat personal, sebuah blog biasanya berisi rangkuman dari kegiatan atau kejadian yang dialami dalam satu hari atau lebih. Karena menulis blog di saat munculnya kejadian dianggap agak merepotkan, disinilah mikroblogging menonjolkan taringnya. Kesederhanaan mikroblogging memudahkan setiap penggunanya untuk menulis setiap blog lebih cepat dan lebih ringkas daripada blog pada umumnya. Karena kecepatannya itulah setiap pembaca yang mengunjungi blog seorang mikroblogger akan selalu updated dengan kegiatannya sehari-hari.
Layanan mikroblogging saja dirasa tidak cukup, kini setiap mikroblogging dilengkapi setidaknya satu buah fitur share (berbagi). Untuk pengguna Twitter, Ngecap, dan MoodMill dilengkapi dengan fitur share URI. Setiap orang dapat men-share link-link yang mereka anggap menarik via mikroblogging tanpa harus khawatir dengan batasan 140 karakter. Teks sepanjang apapun, asalkan dikenal sebagai URI akan ‘terpangkas’ menggunakan jasa perampingan URI dan tidak terhitung sebagai karakter blog. Dengan demikian setiap orang dapat membagikan situs-situs menarik yang mereka temukan di internet. Untuk hal ini, pengguna Plurk lebih unggul, karena Plurk mampu mengenali URI yang berisikan gambar atau video dan menampilkannya dalam bentuk thumbnail.
Uniknya, mikroblogging tidak ‘menghapus’ ataupun ‘menggantikan’ budaya blog sebelumnya. Mikroblogging memberikan alternatif dari format blog biasa. Saat ini, umumnya orang menggunakan servis mikroblogging untuk meng-update kegiatan-kegiatan pribadinya dan sebuah blog biasa untuk menampung buah pemikiran panjangnya. Namun keadaan keduanya sedikit tersentak dengan munculnya Facebook yang memiliki kedua fasilitas tersebut (Wall sebagai pengganti mikroblogging dan Notes sebagai pengganti blog).
Singkat cerita, pilihlah fasilitas yang cocok dengan kebutuhan anda. Jangan sampai blogging menjadi kegiatan yang menghalangi kehidupan interaksi sosial anda.
Kredit Logo:



“Singkat cerita, pilihlah fasilitas yang cocok dengan kebutuhan anda. Jangan sampai blogging menjadi kegiatan yang menghalangi kehidupan interaksi sosial anda.”
Kalau menggunakannya tepat, ini malah bisa jadi pendorong interaksi sosial =D.
Btw, Twitter sendiri hebat juga ya. Konsepnya sangat simple tapi mereka bisa membuat pasar baru. Tinggal tunggu business model-nya aja keluar =D..
Kalimatnya terlalu ‘broad’, yah
Seharusnya ditujukan secara khusus buat bloger-bloger yang ga pernah ikutan komunitas, ga pernah ikutan kopdar, dan kerjanya cuman cari duit dari blog.
hahaha…
Twitter sampai saat ini belum mencantumkan iklan, Plurk juga. Tinggal tunggu tanggal mainnya aja.
Bagaimanapun, Twitter atau microblogging lain sangat berguna untuk menerima dan memberikan informasi yang benar-benar kita perlukan saja…Menghindari kelebihan informasi (mabuk informasi)..:D
Twitter juga bisa dipake untuk Internet scam dengan men-”follow” orang-orang sebanyak-banyaknya. Akun-akun bot banyak dibikin untuk memberikan spam. Walaupun kita bisa men-”unfollow” akun-akun tersebut, mesti capek banget
karena tiap hari bisa nambah ratusan.
Wah… boleh juga mikroblogging, udah coba buat pluruk tapi sampe sekarang ga di update…
bagaimana yah model bisnis twitter nantinya? pendapatan hanya dari iklan?
Mungkin tak hanya dari iklan, barangkali aja ada perusahaan-perusahaan yang mau membuat private “twitter” untuk perkembangan internal perusahaan mereka. Well, just a possibility…
@Cas Rudi: Bakal kerasa lebih asik kalo udah bisa sharing2 di situ sih, tapi ga diupdate pun masih bisa berguna. Ky di Twitter, buat ikutin breaking news dari CNN, WHO, ato cuma follow orang2 yg menarik aja.
@pru: kalo dari iklan, harus pinter juga naruhnya ya, jangan sampe jadi mengganggu. Saya rasa mungkin bakal lebih ‘unik’ dari sekadar iklan sih.
@Didik: Udah ada Dik, perusahaan lain yang buat sistem kaya Twitter gitu tapi buat internal company. Coba cek Yammer (http://www.yammer.com). Yang lebih bingungin lagi itu identi.ca (http://identi.ca/), bedanya sama Twitter cuma dia pake software open source laconi.ca dan OpenID.
Oh iya, ngomong2 mikroblogging, ada juga kan ya yang fiturnya seperti ada di antara Plurk dkk dan blog2 ky Wordpress: Tumblr, soup.io, dkk.
Sekarang bener2 makin mudah kalau mau posting konten di internet ya.
Saya ga tau kalo Tumblr dan soup.io. Tapi kalau Plurk bisa share video dan image hanya dengan memberikan URL biasa saja tanpa perlu mengetahui HTML-nya
Namun fitur ini baru sebatas implementasi di website Plurk sendiri, karena API Plurk belum dibuka dengan bebas 