Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 suara, nilai: 3,33 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Kelemahan Sistem Perekonomian Kapitalis

fat-capitalistSistem kapitalis sebagai pengganti sistem komunis memberikan dampak yang sangat buruk bagi perkembangan perekonomian dunia. Kapitalis berasal dari kata capital, secara sederhana dapat diartikan sebagai ‘modal’. Didalam sistem kapitalis, kekuasaan tertinggi dipegang oleh pemilik modal, dimana dalam perekonomian modern pemilik modal dalam suatu perusahaan merupakan para pemegang saham.

Pemegang saham sebagai pemegang kekuasaan tertinggi disebuah perusahaan akan melimpahkan kekuasaan tersebut kepada top manajemen yang diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tidak jarang dalam suatu perusahaan pemegang saham terbesar atau mayoritas dapat merangkap sebagai top manajemen.

Hal ini secara tidak lansung akan meyebabkan top manajemen bekerja untuk kepentingan pemegang saham dan bukan untuk kepentingan karyawan atau buruh yang juga merupakan bagian dari perusahaan, karena mereka diangkat dan diberhentikan oleh pemegang saham melalui RUPS. Situasi ini akan mendorong top manajemen menjadikan karyawan atau buruh sebagai ’sapi perahan’ dalam mencapai tujuannya, yang mana ini merupakan inti dari ilmu manajemen.

Kelemahan Sebagai Sistem Dalam Perusahaan Modern

Apa kepentingan pemegang saham? Jawabanya tentu saja keuntungan yang terus meningkat yang akan diikuti oleh meningkatnya harga saham dan dividen. Didalam sistem yang berlaku sekarang peningkatan keuntungan perusahaan hanya dapat dinikmati oleh para pemegang saham dan tidak mempunyai dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan karyawan atau buruh. Banyak perusahaan yang memperoleh keuntungan dan terus meningkat setiap bulan, triwulan, semester dan tahunan. Apakah peningkatan keuntungan ini akan diikuti oleh peningkatan atau kenaikan gaji karyawan atau buruh? Tentu saja jawabanya tidak. Apalagi di Indonesia, dimana kebanyakan karyawan dan buruh bukan merupakan pegawai tetap dan hanya dikontrak enam bulan atau setahun. Apakah mereka akan merasakan manfaat dari peningkatan keuntungan perusahaan? Sekali lagi tentu saja tidak.

Sistem kapitalis jika diibaratkan seperti tubuh manusia, dimana rasa sakit yang diderita oleh satu jari tangan maka akan meyebabkan rasa sakit secara lahir dan batin diseluruh tubu. Bandingkan jika jari tersebut disematkan cincing berlian, apakah bagian tubuh yang lain akan merasakan efeknya secara langsung? Apakah mata yang setiap saat menjaga jari agar tidak luka, terbakar dan sebagainya akan merasakan efeknya? Apakah hidung yang setiap saat memelihara jari melalui indra penciuman akan merasakan efeknya? Apakah mulut yang merupakan alat untuk memasukan sumber energi bagi jari akan merasakan efeknya? Demikian juga dengan bagian tubuh lainnya.

Sistem kapitalis merupakan suatu sistem yang saling terintegrasi secara global. Dimana kejadian krisis disuatu perusahaan atau negara lainnya yang mempunyai keterkaitan secara lansung maupun tidak lansung dengan perusahaan atau negara kita, mau tidak mau sebagai bagian dari sistem kapitalis akan merasakan efek domino yang sangat berarti. Disatu sisi keuntungan yang mereka peroleh tidak akan memberikan dampak yang berarti, dengan kata lain efek kerugian yang diterima suatu masyarakat dengan sistem kapitalis tidak sebanding dengan efek keuntungan yang akan diterima.

Ilustrasi diatas menggambarkan bagaimana tidak adilnya sistem kapitalis memperlakukan pemegang saham dan karyawan atau buruh yang merupakan bagian dari suatu perusahaan. Keuntungan hanya dirasakan oleh pemegang saham, sedangkan kerugian akan dirasakan oleh semua bagian dari perusahaan, tidak terkecuali karyawan atau buruh. Lalu bagaimanakah sistem yang adil? Menurut penulis, sistem yang adil adalah menjadikan karyawan atau buruh sebagai pemegang saham tunggal. Secara perlahan sistem ini akan menjadikan satu perusahaan akan dimiliki dan oleh karyawan. Dalam hal ini masyarakat diluar bagian internal perusahaan dilarang memiliki saham perusahaan, hal ini secara tidak lansung akan mengurangi ketergantungan suatu perusahaan secara global karena jalur penghubung antara perusahaan dengan dunia luar secara global melalui kepemilikan saham sudah terputus.

Kelemahan Sebagai Sistem Dalam Lembaga Keuangan Perbankan

Kelemahan mendasar berikutnya dari sistem kapitalis adalah sistem bunga. Sistem kapitalis memposisikan uang sebagai sesuatu yang mempunyai nilai berdasarkan waktu, jadi uang akan mempunyai nilai yang berbeda karena perbedaan waktu. Keadaan ini akan memaksa lembaga keuangan khususnya perbankan memberikan pertolongan finansial dengan mengharapkan imbalan bunga, sehingga bunga dapat didefinisikan sebagai ‘tiada pertolongan tanpa imbalan’. Hal ini bertolak belakang sekali dengan prinsip seorang muslim, karena Islam merupakan agama terbesar di Indonesia, dimana pertolongan diberikan dengan ikhlas dan biarlah Allah SWT yang membalas dengan cara-Nya.

Disadari atau tidak bunga merupakan salah satu faktor utama penyebab krisis moneter tahun 1997 dan krisis keuangan global saat ini. Semua instansi keuangan, baik bank maupun non bank menarik dana dari masyarakat dengan iming-iming bunga dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dengan memperoleh imbalan berupa bunga. Keserakahan akan mendorong lembaga keuangan untuk menyalurkan dana kepada pihak manapun secara besar-besaran, akibanya terjadi kredit macet yang berdampak besar terhadap lembaga itu sendiri. Di Indonesia ini terjadi sebelum krisis dan memacu terjadinya krisis moneter, sedangkan di Amerika Serikat ini memacu terjadinya krisis kredit perumahan yang menyebabkan terjadinya krisis keuangan global. Disatu sisi jika pemerintah atau bank sentral melakukan regulasi ketat akan berdampak buruk juga bagi perekonomian karena akan terjadi fenomena yang disebut credit crunch. Dimana lembaga keuangan enggan menyalurkan kredit karena regulasi ketat sehingga roda perekonomian tidak berjalan, khususnya sektor riil yang menyerap banyak tenaga kerja.

Bayangkan, suatu sistem yang memberikan alternatif ‘maju kena mundur kena’ inilah yang berlaku sekarang. Betapa bodohnya kita, menciptakan suatu sistem yang sedemikian rupa tanpa ada pemecahan untuk mengatasinya. Lalu apa solusinya? Solusinya tidak akan mudah, karena bukan pekerjaan mudah untuk merubah suatu sistem yang sudah berlaku berabad-abad lamanya. Secara perlahan dan pasti, sistem bunga dapat dihilangkan, langkah pertama pisahkan antara kredit konsumsi dan kredit produktif. Sebagai ganti bunga untuk kredit konsumsi dapat ditarik ’sumbangan’ yang merupakan keikhlasan dari nasabah tanpa paksaan. Hal ini dapat terjadi jika dikomunikasikan dengan baik. Persoalnya, lembaga keuangan bukanlah yayasan yang hidup dari sumbangan dan ada cost of money, apakah cost of money dapat di-cover oleh ’sumbangan’? Tentu saja bisa! Komunikasi dua arah yang baik akan menjadikan kreditur dan debitur sebagai rekan kerja dan saling menguntungkan. Pengganti bunga dari kredit produktif tentu saja bagi hasil, seperti konsep perekonomian syariah.

Kelemahan Dalam Sistem Nilai Tukar

Sitem kapitalis sebagai suatu sistem yang mayoritas diterapkan dibanyak negara, termasuk Indonesia, menempatkan uang sebagai sesuatu nilai yang berbeda karena perbedaan waktu, tempat, kekuatan daya beli masyarakat, dan sebagainya. Perbedaan ini akan mendorong para spekulan untuk mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa peduli terhadap nasib orang banyak.

Pada umumnya terdapat dua sistem nilai tukar, yaitu sistem nilai tukar tetap dan sistem nilai tukar mengambang. Sistem nilai tukar tetap mengharuskan pemerintah memelihara cadangan devisa agar nilai tukar tetap stabil dan berada pada posisi yang diharapkan, sedangkan sistem nilai tukar mengambang, kekuatan permintaan dan penawaran di pasar valuta asing (valas) akan menentukan nilai suatu mata uang terhadaap mata uang lainnya.

Kedua sistem tersebut masih diterapkan dibeberapa negara. Sebenarnya Indonesia pada masa orde baru menggunakan sistem nilai tukar tetap, walaupun secara teori sistem yang digunakan adalah sistem nilai tukar mengambang terkendali, karena pemerintah menentukan batas atas dan batas bawah nilai tukar rupiah terhadap mata uang lainnya dan pemerintah dapat melakukan intervensi untuk mendorong nilai tukar rupiah keposisi yang diharapkan. Pasca krisis moneter, karena pemerintah melaui Bank Indonesia sudah tidak mampu melawan serangan para spekulan dan menjaga agar nilai tukar rupiah tetap stabil, mendorong Indonesia menerapkan sistem nilai tukar mengambang.

Kedua sistem tersebut memiliki kelemahan, karena nilai tukar suatu mata uang dapat digunakan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memperoleh keuntungan, baik keuntungan secara ekonomi maupun non ekonomi, karena kedua sistem tersebut sangat rentan terhadap faktor-faktor diluar ekonomi yang tidak dapat dikendalikan oleh para pelaku ekonomi.

Sebagai contoh, suatu negara x menggunakan sistem nilai tukar tetap, pihak yang ingin meruntuhkan pemerintahan negara x dan memiliki finansial yang kuat dapat menyerang nilai tukar negara x dengan cara membeli mata uang asing dengan menggunakan mata uang negara x secara besar-besaran dan terus menerus, akibatnya pemerintahan negara x akan kesulitan mempertahankan nilai tukarnya pada posisi yang diharapkan, karena serangan pihak tersebut dilakukan secara mendadak dan terus menerus karena tujuannya untuk meruntuhkan pemerintahan negara x tersebut, sehingga cadangan devisa negara x tersebut lama kelamaan akan terkuras secara drastis atau bahkan habis dan minus karena sudah berhutang kenegara lain. Sejarah mencatat, fenomena ini menyebabkan Soeharto harus rela mundur dari kursi presiden Indonesia yang telah didudukinya selama 32 tahun.

Hal tersebut juga dapat berlaku terhadap negara yang menggunakan sistem nilai tukar mengambang, Ulah para spekulan yang memiliki finansial yang kuat dapat mendorong nilai tukar suatu mata uang keposisi yang mereka harapkan untuk memperoleh keuntungan. Misalnya, Indonesia dengan sistem nilai tukar mengambang, dan ada pihak yang ingin menciptakan kekacauan di Indonesia, dapat menggunakan rupiah untuk mewujudkan ambisinya tersebut dengan cara membeli dollar secara besar-besaran dan terus-menerus menggunakan rupiah yang akan mendorong rupiah melemah, dengan catatan pihak lain selaku pelaku di pasar valas mendukung hal ini, akibatnya BI akan kesulitan menjaga kestabilan nilai rupiah dan inflasi akan meningkat karena bahan baku yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa dibeli dalam dollar.

Peningkatan inflasi akan diikuti oleh peninggkatan suku bunga untuk menarik dana masyarakat melalui tabungan dan deposito guna mengurangi jumlah uang beredar dimasyarakat yang akan mengurangi laju inflasi dan mendorong rupiah keposisi yang diharapkan (rupiah menguat terhadap dollar). Disisi lain, peningkatan suku bunga akan menyebabkan pelaku ekonomi enggan untuk memohon kredit dan lebih cendrung untuk menginvestasikan dananya di bank, akibatnya sektor riil tidak berjalan, pengangguran tidak terserap, sehingga tingkat kriminalitas tinggi, kemiskinan meningkat, dan banyak lagi efek domino-nya.

Apa solusi untuk ini semua? Jawabnya adalah kebersamaan, hilangkan keserakahan dan mau berbagi untuk kepentingan semua. Tahap awal yang bisa dilakukan mungkin dengan cara meniru Uni Eropa dengan memberlakukan satu mata uang tunggal, hal ini juga bisa dicoba untuk kawasan ASEAN, selanjutnya secara bertahap dikawasan Asia-Pasifik dan akhirnya dunia diharapkan dapat menggunakan mata uang tunggal. Selama ini, faktor utama yang menyebabkan perbedaan nilai uang suatu negara dengan negara lain, karena negara-negara maju dan kaya enggan untuk berbagi dengan negara miskin dan mengambil keuntungan dari sistem yang mereka ciptakan sendiri.

foto:greetingsearthlings.files.wordpress.com

 Tentang Penulis: John Hendri Thamrin

John Hendri Thamrin Lulusan Magister Manajemen Universitas Gunadarma dengan hobby main ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
  • masril
    BOS LENGKAPI LAH SEMUANYA BOS
  • irenetiara
    di mana kelebihan sistem perekonomian kapitalis ?
  • pak Bos kok gak di kasi daftar pustaka??

    ini penting banget loh
  • Mr.Morgan Dave
    Aku Mr.Morgan Dave, aku memberikan pinjaman kepada individu yang berpikiran serius. Aku memberi
    mengeluarkan pinjaman pada tingkat 5%, minimal $ 5,000.00 dan maksimal $ 120,000,000.00 dan £ 5,000.00 to £ Pounds 120,000,000.00 GB .. Hubungi sekarang dengan
    ini info di bawah ini:
    Kami Tawarkan Of The Mengikuti Jenis Pinjaman Untuk Individu
    * Domestik Loan (Secure and Unsecured)
    * Personal Loans (Secure and Unsecured)
    * Business Loans (Secure and Unsecured)
    * Konsolidasi Pinjaman.
    * Student Loans.
    FULL NAMES:.
    COUNTRY:
    NEGARA:
    ALAMAT:
    SEX:
    UMUR:
    PENDAPATAN BULANAN:
    JUMLAH DIPERLUKAN UNTUK PINJAMAN:.
    TUJUAN PINJAMAN:.
    NOMOR TELEPON:.
    Contact Email: morganloancompany2010@gmail.com
    Mr.Morgan Dave
  • irwan
    terus apakh indonesi ini sudah benar2 memakai sistem kapitalis? kalaupn iah dgan lankah apa yang harus pemerintah ambil
  • lizza lantry
    kenapa mesti bertahan pada sistem kapitalis ? kenapa mesti manyangkalkenyataan yang ada, mari kita berpikir sejenak bisakah ada kesamaan dilihat dari tujuan / orientasi antara pemilik modal dengan pekerja ( kaum buruh ) ? kaum pemilik modal berorientasi pada keuntungan yang setinggi-tingginya, sementara kaum buruh berorientasi pada kesejahteraan yang tentu akan mengurangi keuntungan pemilik modal. hal ini kan yang menyebabkan selalu berselisihnya antara kaum pemilik modal dengan kaum buruh.
    kenapa masih menutup mata toh semua sistem perekonomian dunia sudah pernah dijalankan, terutama di Indonesia ini, kecuali SISTEM PREKONOMIAN ISLAM (SYARIAH) ? sistem perekonomian syariah tidak saja menguntungkan kaun pemilik modal, tetapi kaum buruhpun tidak teraniaya. sistem perekonomian syariah bukan hanya milik orang Islam tapi milik dunia.
  • keyhan
    eh keliru tahun 2013-2014
  • keyhan
    ya ya maz ngerti-ngerti hehehe, yang dipertanyakan maz apakah cadangan dua kali lipat itu dalam bentuk dolar atau rupiah gitu tho? kalau dalam bentuk rupiah berarti pembodohan(seperti rasio hutang terhadap apbn yang turun menjadi 35 persen tapi sebenarnya jumlah tetap karena ada optimalisasi pajak sehingga apbn meningkat, wajar jika persentase turun tetapi nominal tetap) tapi kalo dalam bentuk dolar berarti prestasi gitu kan? wah sebenarnya saya kurang informasi dalam hal ini. tapi walau cadangan tersebut meningkat dalam bentuk yang dipertanyakan apakah jumlah utang meningkat?(maklum untuk menghindari krisis klo ga salah pemerintah defisit 2,3 persen dari PDB yang ditutupi hutang, hehehe), tapi nurut perhitungan saya yang didasarkan pada teori keynes dan samuelson proyeksi pemerintah sudah tepat dari sisi sistem pemerintah itu sendiri (udah coba hitung-hitung pake track-track masa lalu dan proyeksi masa depan, proyeksi pembayaran dan nilai hutang dll, dari sisi keilmuan yang sekarang), target 7 persen (sebenernya kisaran 6,5-7,5 persen) sangat rasional pada tahun 2012-2013(tentunya kalau stabilitas dunia terjaga), target 12 %(tapi pada tahun awal pertumbuhan dikorbankan menjadi 0 persen tahun pertama, 2persen tahun kedua) bisa tetapi secara jangka menengah menjadi kurang secara akumulasi (klo ga salah cara 1 ekonomi bertumbuh sekitar 25-27 % pada empat tahun pertama, cara 2 sekitar 23-24 persen pada empat tahun pertama), hal ini menjadi kurangnya stabilitas ekonomi berakhir pada stabilitas politik pada jangka panjang, itu jika diukur pada keilmuan sekarang yaitu cara pemerintah mengatur ekonomi, (itu cuma itungan kasar seorang mahasiswa hehehe tapi apa anda percaya?, sebenernya ada asumsi yang dikurangkan hehehe, yaitu harga energi karena prediksi energi tidak menentu), tapi kalo bisa menemukan fundamental baru (udah tak kirim melalui email fundamental dari apa itu kan?), pertumbuhan efektif bisa jauh lebih besar
  • ilustrasinya agak susah dimengerti, mohon maaf....
    intinya, pergerakan rp terhadap usd tidak sebanding dengan cadangannya... (0.0005/0.0001 tidak sama dengan 10,000/20,000)
    rp bergerak 5 kali sedangkan cadangan hanya 2 kali...
  • salam semua...
    ini hanya pandangan pribadi saja....
    mungkin saudara semua pernah mendengar, melihat atau membaca pendapat ahli perekonomian yang menyatakan bahwa "cadangan devisa kita sekarang dua kali lipat cadangan devisa sebelum krisis (1997)". konon kata mereka ini adalah suatu prestasi!!!! sebagaimana kita ketahui rp sebelum krisis berada dilevel 2000 an per usd, sekarang rp berada dikisaran 10.000 per usd atau 4-5 kali lipat sebelum krisis, seharusnya cadangan devisa kita sekarang adalah 4-5 kali lipat sebelum krisis. benar-benar pembodohan yang dilakukan pemerintah terhadap rakyat.... heheheheeheee
    ilustrasinya...
    jika sebelum krisis kita punya cadangan devisa usd 10,000 dengan kurs 1 usd = 2,000 rp atau 1 rp = 0.0005 usd, maka cadangan tersebut cukup untuk memenuhi permintaan terhadap usd sebesar rp 20,000,000. bayangkan dengan asumsi permintaan terhadap usd tetap sebelum dan sesudah krisis sebesar rp 20,000,000, (dr pernyataan diatas maka cadangan devisa sekarang usd 20,000 dengan kurs 1 usd = 10.000 rp) apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan terhadap usd sekarang kalau bukan dari hasil pinjaman luar negeri. (susah juga untuk mengilustrasikanya.. mohon koreksi)
  • keyhan
    maz henry emailnya udah tak balez, btw namanya keren juga john henry, hehehe
  • keyhan
    Btw, saya mempunyai pandangan, bahwa krisis global ini adalah awal dari krisis ekonomi yang sesungguhnya, saya melihat penggembungan uang akan lebih hebat sampai 3-5 tahun kedepan prbabiltas lebih besar ke tahun 2012 akhir sampai 2013 awal, pada masa 2010 akhir-2012 awal terjadi pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat, pasar modal menjadi sangat bubble pada awal 2012 itu sebelum kembali crash dan kolaps yang sangat mendalam(mungkin rata2 pasar modal dunia mengalami pertumbuhan 60-100% dar indeks saham sekarang) dengan probabilitas tertinggi mungkin sekitar juli sampai desember tahun 2012, dilanjutkan ke sektor riil kuartal pertama 2013 masa itu dunia melihat krisis yang sangat hebat melebihi tahun ini. itu pandangan saya dengan asumsi stabilitas keamanan dan politik dunia tidak kacau dan sistem ekonomi tetap seperti sekarang, cuma pandangan saja jika melihat track2 masa lalu. cuma kemungkinan nurut gw aja hehehe (entah anda percaya dengan analisis seorang baru berumur 20 tahun) so jangan dianggap serius hehehehe
  • keyhan
    lho maz cuma membenarkan (entah benar ato ga hehehe), sistem keuangan amerika masih menggunakan gold back up system sampe tahun 70-an, ketika itu fenomena ekonomi yang dinamakan Stagnasi muncul pertama kali (kurva philips tidak lagi relevan), ketika itu US sudah tidak bisa mengontrol emasnya (yang sebenarnya menrut saya disebabkan oleh sistem keuangan keynes), karena system keynes yang sangat fleksibel dihubungkan dengan resources emas yang tidak fleksibel(nurut saya hanya dikontrol oleh yang DIATAS) menyebabkan tidak match dan jumlah proporsi emas dan uang yang beredar tidak seimbang, sejak hilangnya back up emas track-track masa lalu yang terjadi adlah krisis 5-10 tahunan yaitu setiap 5-10 tahun pasti terjadi krisis didunia terhadap negara yang mempunyai sistem keuangan yang berhubungan dengan keuangan US. dan krisis global sekarang adalah yang terparah. tapi saya sekarang melihat lagi bahwa sistem gold back up backa up juga berbahaya cz emas juga digunakan spekulasi, dan cara satu-satunya mendiversivikasi cadangan devisa(yang merupakan diversivikasi resiko) kepada banyak komoditas (terutama logam) karena akan lebih susah berspekulasi dengan banyak komoditas sekaligus
  • keyhan
    ya saya setuju dengan maz dono, hal ini disebabkan oleh penghindaran atas penggembungan uang di bank sebab, jika uang menggembung maka ekonomi akan mandeg dan jalan satu-satunya adalah dengan overlapping(bener ga sih bahasanya, harap maklum) yaitu membuang uang melalui kredit kepada negara lain agar menjaga uang yang beredar didalam negeri tetap stabil, disamping untuk kepentingan lain misal melalui bunga menyerap return yang dihasilkan negara lain, memperkuat sisi politik dll (dan itu efek buruk neoliberalisme), untuk mata uang regional penyebaran resiko saya juga setuju, tapi untuk penggunaan mata uang tunggal biasanya negara tersebut pada tingkat yang sejajar, misal pada UE yang rata-rata negara maju atau negara berkembang pesat, yang paling tidak setuju penggunaan mata uang tunggal di ASEAN saya rasa adalah Singapura, kecuali jika ada syarat2 tertentu, iya ya bahasannya semakin berat, hehehe
  • mas dono...
    teori ekonomi klasik oleh keynes memang menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara uang beredar dan inflasi. untuk menekan laju inflasi maka bank sentral akan menaikan tingkat suku bunga dengan tujuan untuk mengurangi jumlah uang beredar dimasyarakat (suku bunga naik maka saving akan meningkat yang akan mengurangi jumlah uang beredar). dilain sisi ini akan mematikan sektor rill karena masyarakat enggan untuk memohon kredit atau kesulitan untuk membayar hutang karena suku bunga meningkat. dilema kan????? kapitalis punya teori, hehehehehe
  • waduh..bahasannya semakin berat, hehehehehe.....
    tapi pada intinya saya rasa... penggunaan sistem mata uang tunggal untuk kawasan regional seperti UE tujuannya adalah untuk mengurangi risiko nilai tukar dengan cara penyebaran risiko.
  • Dono
    Berbicara mengenai financial system dan hubungannya dengan cadangan devisa/komoditas. saya ada pertanyaan, apakah sekarang system keuangan kita (Indonesia pada khususnya, dan dunia secara umum) masih di back-up dengan Emas atau Silver? (mungkin Jordania yang saya tahu masih menggunakan cadangan Emas, mohon dikoreksi jika salah)

    karena begini, menurut 'The Modern Money Mechanics' sistem keuangan di Amerika sekarang (pasca 1933-sekarang) sudah tidak lagi menganut "Gold/silver backed up currency system". dengan itu mereka menghidupkan kembali apa yang disebut 'Federal Reserve' (yang dahulu pernah di-shut down oleh President Andrew Jackson).

    Federal Reserve sendiri adalah lembaga keuangan privat yang di kelola oleh bankir-bankir dunia. sehingga singkatnya katakanlah, jika US ingin mencetak uang, ia sebelumnya harus menyerahkan Obligasi kepada Fed. Reserve yang sebagai gantinya Fed. Reserve akan memberikan hak cetak uang kepada US senilai Obligasi yang diserahkan tersebut. Obligasi ini bisa berbentuk aset-aset perusahaan Amerika yang dinilai sehat dan profitable. tetapi coba teman-teman pikirkan, jika sekarang US memiliki katakanlah 10 Bilyun Dollar berkat telah menukar Obligasinya kepada Fed. Reserve, maka bisakah US sekarang mencetak Obligasi baru dari 10 Bilyun yang baru didapatnya itu? jawabannya bisa. pendek kata melalui system kredit dan bunga, sentral bank US dapat saja mencetak kembali obligasi baru dari 10 Bilyun uang yang baru saja juga didapat. apakah kalihan melihat kejanggalan dari system ini? menciptakan uang dari kredit dan bunga? dan selanjutnya, dan seterusnya. artinya mereka menciptakan uang dari sesuatu yang tidak ada (backed up by nothing), hanya didasari MOU Kredit dan Bunga.

    nah dari sini saya mendapat kesimpulan. bahwa semakin banyak uang beredar semakin besar pula Kredit/Bunga yang diciptakan. yang juga menjadi efek inflasi, dikarenakan uang banyak beredar sedangkan komoditi tidak ada?

    baiklah itu mungkin sekedar cerita pembukaan dari saya. bagi teman-teman yang tertarik dengan thema ini. silahkan bisa diteliti lebih lanjut dengan kata kunci: "Modern Money Mechanics". bukunya bisa didownload gratis dari situs http://www.rayservers.com/images/ModernMoneyMec...
  • keyhan
    yg prlu dpertanyakn cadangan devisa uero bbentuk mata uang ato komoditas apa, kdua klo masalah cad devisa semakin besar, krn eksporx gab bberapa negara, tp apakah proporsi cad devisa itu tetap proporsional thdp uang yg beredar yg merupakan gab bberapa negara, kq uero bisa kuat? pasti ada faktor lain kn? itu yg harus dpelajari, mengenai amero mungkn saja tp saya tdk yakin bgabunhx mexico, kcuali ada maksd ato syarat ttentu amerika ato kanada
  • mengacu pada tulisan mas dono, bahwa amerika utara (as, kanada dan mexico) telah bergabung dibawah mata uang "amero" dan UE telah terlebih dahulu bergabung dibawah UERO. mengapa kita sebagai bangsa yang besar dikawasan ASEAN tidak belajar dari situasi ini. tujuan utama BI sebagai bank sentral indonesia adalah untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah. kestabilan nilai tukar sangat tergantung kepada besar kecilnya cadangan devisa. dulu diawal peluncurun, USD lebih kuat dibandingkan UERO, bandingkan sekarang dimana UERO lebih kuat dari USD. mengapa? karena surplus perdagangan negara-negara UE lebih besar dari AS (karena UE terdiri dari banyak negara), hal ini menyebabkan cadangan devisa UE mengalami peningkatan yang tidak sebanding dengan peningkatan cadangan devisa AS, secara otomatis menyebabkan UERO lebih kuat dari AS.
  • Dono
    sedikit dikoreksi mas Henry. saya sendiri belum melihat NAU (North American Union) dengan Amero nya telah menambil bentuk dalam realita. kabarnya 2010 atau entah bagai mana. saya sendiri belum melihat kabar terbarunya.
    saat ini saya lihat tentu saja masih beredar Dollar, Cad. Dollar dan Peso. tetapi jika memang wacana ini berjalan pada 2010, tentu saja akan menjadi gebrakan baru dalam perekonomian dunia.
blog comments powered by Disqus