Belum lama ini, 3 Mei 2009, AMD, kependekan dari Advanced Micro Devices, merayakan hari jadinya yang ke-40. Sebagai sebuah pesaing Intel, dalam berjualan prosesor komputer, AMD layak diacungi jempol, karena senantiasa melahirkan banyak inovasi yang seringkali membuat Intel kebakaran jenggot karena ‘kalah canggih’, walau untuk sesaat.
Dari berita di sini, saya dapatkan informasi bahwa AMD telah berhasil ‘mengalahkan’ Intel dengan 4 cara:
1. AMD mematahkan mitos “Clock speed” yang dilancarkan Intel. Sebelumnya, Intel selalu mengeluarkan sinyalemen, bahwa kian besar nilai Hertz, maka akan semakin cepat. AMD berhasil mematahkan ‘mitos’ ini dengan prosesor yg lebih lambat Hertz-nya, namun kinerjanya lebih cepat.
2. AMD mengalahkan Intel dalam hal design komputer 64 bit.
3. AMD adalah pelopor efisiensi energi dalam merancang prosesor.
4. AMD juga berhasil mengalahkan Intel dalam hal integrasi pengendali memori.
Sayangnya, AMD tidak berhasil mempertahankan keunggulannya. Intel, pada akhirnya, mengeluarkan teknologi yg serupa. Saya sendiri sempat menggunakan AMD walau tidak terlalu lama. Namun, ada juga beberapa teman yang masih fanatik dengan AMD, mereka masih menggunakan prosesor AMD di laptop mereka.
Anda sendiri menggunakan prosesor Intel atau AMD?
foto:forums.techarena.in



Saat ini Intel dan Microsoft mengalami gugatan yang sama di Uni Eropa: praktek monopoli.
“Namun, ada juga beberapa teman yang MASIH fanatik dengan AMD, mereka MASIH menggunakan prosesor AMD di laptop mereka.”
Sedikit saran, mohon jangan gunakan kata “Masih” karena itu akan mengesankan bahwa AMD tidak lagi memproduksi prosesor bagus. Hal ini mungkin akan merugikan bagi AMD, karena dengan begitu maka akan ada kesempatan bagi para pengguna awam untuk salah persepsi.
Sedangkan pada saat ini, AMD sangat menguasai segmen prosesor yang memiliki keseimbangan yg baik antara performa dan harga (price per performance) sedangkan Intel masih menjadi pemimpin dalam pasar high performance.