Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Hamil Usia Muda Tidak “Direstui” Dunia Sains

teens-pregnancyHeboh nikah muda oleh Syeh Puji masih hangat diperbincangkan. Di Indonesia atau negara berkembang lain, nikah usia dini memang sudah biasa. Padahal menurut studi sains, perempuan usia belasan sebaiknya tidak menikah dulu. Apa pasal? Tubuh mereka masih belum sempurna betul untuk melakukan reproduksi.

Anita Raj, ilmuwan dari Boston University School of Public Health mengatakan, di banyak negara berkembang, menstruasi kerap dipandang sebagai tanda kedewasaan seorang perempuan. Padahal itu tak betul. “Menstruasi bukan pertanda bahwa tubuh perempuan siap melakukan reproduksi.Mereka memang mengalami pendewasaan kesuburan tapii bukan berarti siap melakukan pembuahan,” jelas Raj. Jika dipaksakan akan sangat berisiko karena organ-organ reproduksi belum sempurna terbentuk.

Bangsa Primata

Menariknya, ketidaksiapan organ reproduksi ini terlihat jelas pada primata. Pada manusia, perempuan selintas terlihat cukup “dewasa” organ reproduksinya walau sesungguhnya belum. Namun pada bangsa monyet tidak. Monyet Macaca yang sudah cukup dewasa melakukan ovulasi akan muncul lingkaran merah pada punggungnya. Babon betina muda yang siap berovulasi akan mendekati pejantannya dan memamerkan lingkaran merah itu.

Monyet usia muda juga bisa saja hamil tapi tetap memerlukan bantuan induknya. Tubuh mereka baru akan bisa hamil lagi setelah rentang waktu lama.

Sedangkan pada manusia, kehamilan yang dipaksakan pada usia muda berpotensi bayi lahir prematur dengan berat di bawah normal. Bahkan kasus kematian bayi pada ibu usia muda lebih besar. Nah, semoga saja Syeh Puji atau para lelaki penikmat “daun muda” bisa memahami hal ini.

Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience.com
Foto:women4hope.files.wordpress.com

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 4 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.