Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Telur Tidak Selalu “Jahat”

tfp_12092002_eggs_benedict1Siapa yang tidak suka telur? Makanan bulat ini memang enak diolah jadi apa saja. Sekadar direbus, digoreng mata sapi, didadar, dan macam-macam. Ternyata di balik kelezatannya, telur memiliki khasiat hebat. Studi terbaru yang dilakukan ilmuwan Kanada mengatakan bahwa telur bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Temuan ini seolah membantah teori bahwa kolesterol dalam telur bisa berakibat buruk.

Dalam edisi terbaru American Chemical Society’s Journal of Agricultural and Food Chemistry dijelaskan bahwa protein dalam telur dapat mengurangi tekanan darah. Teori ini didapat dari hasil percobaan simulasi laboratorium atas proses pencernaan manusia.

Obat Tekanan Darah

Adalah Jianping Wu dan Kaustav Majumder yang mengatakan bahwa telur merupakan sumber protein yang tidak mahal. Di sisi lain, selama 40 tahun ilmuwan juga mengawasi kenaikan kolesterol akibat konsumsi telur secara berlebihan. Studi-studi terkini membuktikan bahwa kita bisa mengonsumsi telur asal masih dalam batas wajar. Protein dalam telur memiliki efek yang sama dengan inhibitor ACE, obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Wu dan Majumder mengindentifikasi sejumlah peptida berbeda di telur rebus dan telur yang digoreng, Peptida adalah bahan yang berpotensi beraksi sebagai inhibitor ACE. Hasilnya, telur yang digoreng justru memiliki kandungan inhibitor ACE lebih tinggi dari telur rebus. Tapi studi ini belum diujicobakan langsung ke manusia.

Kolesterol Jahat

“Kami baru mencobanya dalam kondisi simulasi organ dalam in vitro manusia menggunakan pepsin (enzim perut) dan pankerasin. Kemudian kami menentukan aktivitas yang berpotensi sebagai inhibitor ACE,” jelas Wu. Studi mereka juga membuktikan bahwa peptida bioaktif dapat dihasilkan saat. Menurut Wu, telur telah dikonsumsi manusia selama berabad-abad dan menjadi bukti bahwa telur aman dimakan.

Tapi di sisi lain, Departemen Kesehatan Amerika Serikat pada tahun 2005 mengeluarkan panduan bahwa telur mengandung kolesterol tinggi dan konsumsinya harus dibatasi tidak lebih dari empat butir setiap minggu. Sebutir telur mengandung 213 miligram kolesterol, sedangkan konsumsi harian yang direkomendasikan adalah tidak boleh lebih dari 300 kolesterol bagi mereka yang memiliki kandungan kolesterol jahat normal.

Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience
Foto: etaingwa.com

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 Sudah selesai membaca artikel ini? Ayo beri komentar!

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.