Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Perang, Sudah Sifat Dasar Manusia?

warBagaimana rasa marah bisa memicu kerusuhan, pembunuhan, bahkan perang antar negara seperti yang terjadi di muka bumi? Secara ilmiah, rasa marah yang memicu perang ini dibahas secara khusus.

Semua orang pasti pernah marah. Sebagian kemarahan berlanjut dengan tindakan kekerasan seperti memukul atau membanting sesuatu. Kemarahan juga bisa meluas menjadi tindakan agresi dalam skala besar, seperti perang atau pembunuhan. Bagaimana sejarah kemarahan manusia ini? Adalah proses evolusinya? Ilmuwan melakukan studi khusus mengenai itu dan dibahas baru-baru ini di University of Utah. Acara bertajuk “The Evolution of Human Aggression: Lessons for Today’s Conflicts,” itu berusaha mengeksplorasi proses panjang evolusi manusia hingga kehidupan modern saat ini.

Dua Teori

Ada dua teori yang diperdebatkan, yakni bahwa manusia pada dasarnya adalah mahluk cinta damai. Teori kedua mengatakan manusia sesungguhnya menyukai kekerasan. Konferensi tersebut diorganisir oleh Elizabeth Cashdan, profesor of antropologi dari University of Utah.”Ada banyak bukti yang mendukung keduanya. Kekerasan, perdamaian dan kerjasama adalah bagian dari sifat alamiah manusia,” jelas Cashdan.

Melalui evolusi dijelaskan bagaimana manusia memamerkan agresinya karena emosi yang serupa dengan hewan lain.
Emosi seperti marah, bahagia, dendam, semua merupakan motivasi dari perilaku manusia dan binatang. Emosi ini juga terdapat pada gen spesies mahluk hidup dam emmungkinkan emreka bertahan hidup, demikian ditambahkan oleh Davied Carrier, rekan Cashdan.

Perilaku agresif ini meningkatkan daya tahan hidup dan reproduksi mahluk hidup dan tergantung pada lingkungan, sosial, serta sejarah setiap spesies. Manusia bahkan tergolong sebagai spesies yang paling parah dalam melakukan kekerasan,” jelasnya.Tapi manusia juga lah mahluk hidup yang paling penuh kasih sayang.

Berkompetisi

Di masa lalu, manusia dan mahluk hidup lain saling bersikap agresif memperebutkan makanan. Kini, manusia juga saling berkompetisi memperebutkan sumber materi. Cashdan berpendapat bahwa emosi membuat manusia menjadi unik, membedakannya dengan mahluk hidup lain. Evolusi sendiri tidak hanya membentuk manusia menjadi mudah marah atau menyukai kedamaian, namun juga membentuk fleksibilitas, kemampuan beradaptasi.

Wah, betul juga ya, manusia itu kalau sudah marah sangat mengerikan. Bisa meluluhlantakan seisi negara seperti Perang Dunia dulu.

Diterjemahkan secara bebas dari Livescience.com
foto: dailymail.co.uk

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 Sudah selesai membaca artikel ini? Ayo beri komentar!

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.