Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 suara, nilai: 5,00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Motif Batik Megamendung, nilai seni dan filosofinya

megamendung1Motif Megamendung yang digunakan oleh masyarakat Cirebon sebagai motif dasar batik sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia pecinta batik, begitupula bagi masyarakat pecinta batik di luar negeri. Bukti ketenaran motif Megamendung berasal dari kota Cirebon pernah dijadikan sebagai cover sebuah buku batik terbitan luar negeri yang berjudul Batik Design karya Pepin Van Roojen bangsa Belanda.

Sejarah timbulnya motif Megamendung yang diadopsi oleh masyarakat Cirebon yang diambil dari berbagai macam buku dan literature selalu mengarah pada sejarah kedatangan bangsa China yang datang ke wilayah Cirebon. Tercatat dengan jelas dalam sejarah bahwa Sunan Gunungjati menikahi Ratu Ong Tien dari negeri China. Beberapa benda seni yang dibawa dari negeri China diantaranya adalah keramik, piring, kain yang berhiasan bentuk awan. Bentuk aan dalam beragam budaya melambangkan dunia atas bilamana diambil dari faham Taoisme. Bentuk awan merupakan gambaran dunia luas, bebas dan mempunyai makna transidental (Ketuhanan). Konsep mengenai awan ini juga berpengaruh pada dunia kesenirupaan Islam pada abad 16 yang digunakan oleh kaum Sufi untuk ungkapan dunia besar atau alam bebas.

Nilai-nilai dasar dalam Megamendung

Nilai-nilai dasar dalam seni apapun termasuk dalam seni batik motif megamendung bisa didekati dengan cara sbb:

a. Nilai Penampilan (appearance) atau nilai wujud yang melahirkan benda seni. Nilai ini terdiri dari nilai bentuk dan nilai struktur. Nilai bentuk yang bisa dilihat secara visual adalah motif megamendung dalam sebuah kain yang indah terlepas dari penggunaan bahan berupa kain katun atau kain sutera. Sementara dalam nilai struktur adalah dihasilkan dari bentuk-bentuk yang disusun begitu rupa berdasarkan nilai esensial. Bentuk-bentuk tersebut berupa garis-garis lengkung yang disusun beraturan dan tidak terputus saling bertemu.

b. Nilai Isi (Content) yang dapat terdiri atas nilai pengetahuan (kognisi), nilai rasa, intuisi atau bawah sadar manusia, nilai gagasan, dan nilai pesan atau nilai hidup (values) yang dapat terdiri dari atas moral, nilai sosial, nilai religi, dsb.

Pada bentuk Megamendung bisa kita lihat garis lengkung yang beraturan secara teratur dari bentuk garis lengkung yang paling dalam (mengecil) kemudian melebar keluar (membesar) menunjukkan gerak yang teratur harmonis. Bisa dikatakan bahwa garis lengkung yang beraturan ini membawa pesan moral dalam kehidupan manusia yang selalu berubah (naik dan turun) kemudian berkembang keluar untuk mencari jati diri (belajar/menjalani kehidupan sosial agama) dan pada akhirnya membawa dirinya memasuki dunia baru menuju kembali kedalam penyatuan diri setelah melalui pasang surut (naik dan turun) pada akhirnya kembali ke asalnya (sunnatullah). Sehingga bisa kita lihat bentuk megamendung selalu terbentuk dari lengkungan kecil yang bergerak membesar terus keluar dan pada akhirnya harus kembali lagi menjadi putaran kecil namun tidak boleh terputus. Terlepas dari makna filosofi bahwa Megamendung melambangkan kehidupan manusia secara utuh sehinga bentuknya harus menyatu. Dilihat dari sisi produksi memang mengharuskan kalau bentuk garis lengkung megamendung harus bertemu pada satu titik lengkung berikutnya agar pada saat pemberian warna pada proses yang bertahap (dari warna muda ke warna tua) bisa lebih memudahkan.

megamendung2Bilamana kita cermati, maka akan kita dapatkan bahwa bentuk Megamendung banyak sekali variasinya. Ada yang berbentuk lancip pada ujungnya dan ada yang berbentuk bulat tumpul pada ujungnya. Ada pula yang memiliki lekukan berbentuk menyudut pada bagian bentuk lengkungannya. Dengan sendirinya bagi pendesain batik pemula yang tidak terbiasa dengan proses membatik dan tidak mengerti makna filosofi Megamendung, bilamana menggambar Megamendung akan sedikit mengalami kesulitan serta kemungkinan akan terjadi kesalahan. Yang harus diperhatikan lagi adalah motif Megamendung hampir mirip dengan motif Wadasan. Akan tetapi tidak sama penempatannya dengan motif Wadasan (perlu dipelajari khusus pada kesempatan berikutnya).

c. Nilai Pengungkapan (presentation) yang dapat menunjukkan adanya nilai bakat pribadi seseorang, nilai ketrampilan, dan nilai medium yang dipakainya. Ungkapan yang ditampilkan oleh senimannya berupa proses batik yang begitu indah dengan memberikan goresan lilin lewat alat yang dinamakan canting terbuat dari bahan tembaga tipis yang dibentuk secara hati-hati sehingga lilin panas yang melewati ujung canting bisa mengalir dengan lancar. Paduan unsur warna yang harmonis dengan penuh makna bagi siapa yang melihatnya. Unsur warna biru yang kita kenal dengan melambangkan warna langit yang begitu luas, bersahabat dan tenang. Ditambah lagi dengan ada yang mengartikan bahwa biru melambangkan kesuburan sehinga warna batik Megamendung pada awalnya selalu memberikan unsur warna biru diselingi dengan warna dasar merah.

Perkembangan dunia batik yang semakin berkembang ditambah dengan permintaan batik yang demikian beragamnya, maka motif-motif Megamendung banyak dimodifikasi dengan pendekatan berbagai macam, sbb:

1. Bentuk Motif

Bentuk motif Megamendung pada saat sekarang sudah banyak berubah dan dimodifikasi sesuai dengan permintaan pasar diantaranya oleh komunitas perancang busana (fashion designer). Tidak dipungkiri bahwa kelompok perancang busana memberikan andil yang sangat besar bagi kemajuan dunia batik termasuk untuk mengangkat motif Megamendung. Motif Megamendung sudah dikombinasi dengan motif-motif bentuk hewan, bunga atau unsur motif lainnya. Sesungguhnya keberadaan motif Megamendung yang digabungkan dengan motif lain sudah ada sejak dahulu dan telah dibuat oleh seniman batik tradisional. Namun belakangan ini setelah diangkat secara total oleh perancang busana maka motif batik Megamendung semakin berkembang pesat.

2. Proses Produksi

Proses produksi batik Megamendung yang dahulunya dikerjakan secara batik tulis dan batik cap, sekarang dikembangkan pula dengan proses produksi sablon (print). Dengan demikian harga produksi bisa ditekan lebih murah. Walaupun kain bermotif Megamendung yang dibuat dengan proses sablon tidak bisa kita namakan batik, namun secara komersil motif Megamendung merupakan sasaran empuk bagi produsen tekstil yang bisa menghasilkan banyak keuntungan.

3. Bentuk Produksi

Wujud benda produksi pada masa sekarang ini yang mengenakan motif Megamendung tidak lagi dalam wujud kain batik. Motif Megamendung digunakan sebagai hiasan dinding lukisan kaca, pada produk interior berupa ukiran kayu, adapula yang dijadikan sebagai produk-produk sarung bantal, sprei, taplak meja (household) dan lain-lain.

Saya setuju dan sangat mendukung pendapat sekelompok pecinta batik yang menjadikan motif megamendung merupakan wujud karya yang sangat luhur dan penuh makna, sehingga penggunaan motif megamendung sebaiknya dijaga dengan baik dan ditempatkan sebagaimana mestinya. Kita sebagai masyarakat yang berkecimpung di dunia batik tidak membatasi bagaimana cara bentuk motif megamendung diproduksi, namun saya tidak setuju bilamana motif-motif megamendung dengan berbagai bentuk dijadikan barang produksi berupa pelapis sandal di hotel-hotel.

Penulis :

H. Komarudin Kudiya S.IP, M.Ds. Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB).

 Tentang Penulis: Komarudin Kudiya

Komarudin Kudiya H. Komarudin Kudiya S.IP, M.Ds. (40) lahir dan dibesarkan di Desa Trusmi Plered Cirebon. Terlahir dari lingkungan pengrajin batik Trusmi Cirebon dan merupakan generasi ke lima dari keluarga pengrajin batik yang handal. Setelah lulus dari SMA melanjutkan sekolah Diploma 3 di UNPAD jurusan Adminitrasi Logistik, kemudian melanjutkan ke program Extensi Hubungan Internasional S1 di UNPAD lulus pada tahun 2000. Pada tahun 2003 lulus dari Program Magister S2, Jurusan Desain FSRD – ITB. Pada ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
  • Terima kasih saya juga mengucapkan kepada Pak H. Komarudin Kudiya S.IP, M.Ds atas ilmunya yang sangat menginspirasi saya untuk lebih peduli terhadap seni batik karena worth untuk dibaca dan dimengerti dan bukan hanya sekedar estetika mata :D sukses untuk Pak H. Komarudin.
  • anak pkp
    wah.. bagus Pak referensinya, saya turut menyukai makna filosofis dari motif megamendung but ada yang ingin saya tanyakan,apakah batik juga sebuah manifesta dari sebuah bentuk budaya sejarah hindu, soalnya, saya ingat, bahwa, batik telah ada dan berkembang di indonesia, sejak 1sm?, terus terima kasih, atas referensinya .wslm
  • Luckman Raharja
    ...
    Penjelasan yang benar-benar dari orang yang mengerti batik. Terima kasih sebelumnya..
    Pada saat saya mulai menggeluti Batik, dan harus terjun di bidang ini.. seakan-akan.. bingung juga dengan istilah Batik.. Sekar Jagad, Mega Mendung, Dodot, dan banyak lagi .. Tapi info disini bagus.

    Batik sudah diakui sebagai produk nasional Indonesia sejak 2 Mei 2009

    Luckman R
  • iwan
    terima kasih pak Lukman Raharja atas penjelasan mengenai batiknya .
  • iwan
    mas saya mau tanya tentang nama -nama perancang batik dan daerah asalnya ,terima kasih sebelumnya.
  • Eka Widya
    terima kasih P. Komar, sudah mau berbagi ilmu... Apakah bapak mempunyai buku atau literatur tentang motif motif batik terutama batik jawa. Saya kesulitaan memperolehnya. Terima kasih atas infonya.
  • firmansyah
    Terima kasih pak penjelasannya baik sekali, dan sangat bermanfaat untuk dijadikan refensi dalam penulisan batik cirebonan. Kalau boleh mohon informasi mengenai penjelasan batik asal muasal batik garutan, pak. Salam.
  • Terima kasih utk referensi nya...
    saya suka sekali dengan motif mega mendung ini...mohon ijin utk link ke web saya pak....terima kasih.
  • abdiana utami putri
    aku lagi cari bentuk-bentuk batik,,,tapi g pernah ketemu yang bahasanya buat anak klas 8. Kalo ada kirimin ya soalnya buat tugas di sekolahan,,aku tunggu...cepet yach...
  • sri indi
    klo pengen dapetin batik ini gimana caranya??
  • surya
    bagus pak tulisanna, blh gak kalau saya copy..?
  • rizqi amaliah
    Good Afternoon, Q yg namanya motif terbaru itu sAnGAT senang.Dan Q apabila ada motif terbaru itu rasanya ingin membelinya....see you tommorrow!
  • fannica
    terima kasih atas artikel nya.sudah membantu tugas saya.
  • fahmi yahya
    kalo ada gmbar motif trbaru kalo bsa tlg kirim ke kami
  • Ika
    Artikel yang Bapak tulis sangat menarik & lengkap sekali. Kalau boleh, saya ingin minta ijin menyadur sebagian artikel ini untuk bahan tulisan tentang batik Megamendung di blog saya. Terima kasih.
  • komariyah
    Sebelumnya saya mau mengucapkan terimakasih kepada Pak H. Komarudin yang sudah mau berbagai ilmu. Saya orang yang baru mengenal batik secara mendalam.Dengan ilmu yang Bapak sajikan saya jadi tahu aneka Batik dan filosofinya. Ya... saya setuju dengan pendapat Bapak bahwa Batik Megamendung merupakan karya yang luhur dan penuh makna dijadikan pelapis sandal di hotel, apalagi dijadikan bahan untuk baju yang seronok. Karya yang luhur dan penuh makna seharusnya ditempatkan pada tempat yang luhur pula. Oia Pak, kalau bisa ditambahkan pula penjelasan tentang canting, setahunya saya canting ada banyak jenisnya dan namanya, misalkan canting telur cicak. Mengapa diberi nama Canting Telur cicak? Apakah setiap canting fungsinya sama atau beda? Sekali lagi terimakasih ya Pak. Sukses selalu tuk Bapak dan Keluarga.
  • dwi
    makasi referensinya...dikembangkan lagi dunkz tulisannya, banyak lagi motif batik di bumi nusantara ini yang harus dibedah makna filosofinya....bravo untuk bapak
  • haycal
    trima kasih atas artikelnya
    benar benar membantu untuk tugas saya sekolah...
  • johanes
    pak komarudin, artikelnya bagus sekali untuk pendidikan di indonesia..pak apakah ada artikel lengkap mengenai sejarah dan filosofi batik mega mendung.
  • Wah makasih referensinya ya.. aku harus belajar lagi nih..
    nice article.. thanks
blog comments powered by Disqus