Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 suara, nilai: 5,00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Mengamati Gerhana Matahari Secara Aman dan Sederhana

Diamond Ring, salah satu bentuk gerhana matahari

Diamond Ring, salah satu bentuk gerhana matahari

Pada tanggal 26 Januari 2009 sore (kebetulan hari libur) akan terjadi gerhana matahari cincin. Di Jakarta nanti pada jam 16-17 WIB, bulatan surya akan menyerupai sabit. Lebih istimewa di Lampung dan Samarinda, karena di sana matahari tampil sebagai cincin yang terang.

Peristiwa gerhana matahari sering membuat heboh, padahal itu gejala alam yang biasa meskipun tergolong agak langka. Salah satu penyebab gempar ialah kekuatiran tentang keselamatan mata, ketakutan bahwa melihat gerhana itu mengakibatkan buta.

Pupil

Seperti diafragma pada kamera, mata manusia mempunyai pupil yang dapat melebar atau menyempit untuk menakar jumlah cahaya yang memasuki mata. Pada suasana gelap, diameter pupil membesar sampai 8 mm supaya terkumpul cukup cahaya yang memungkinkan orang melihat dalam kegelapan. Di siang hari yang terik, diameternya menyusut hingga 2 mm, bahkan mampu mengecil sampai sekitar 1,6 mm jika berhadapan dengan cahaya yang menyilaukan.

Tetapi penakaran cahaya oleh pupil ada batasnya, tidak kuasa menghalangi pancaran cahaya matahari yang begitu hebat. Jika dihitung, cahaya langsung dari sang surya mesti dilemahkan 50.000 kali supaya menjadi aman bagi mata, dijadikan 0,00002 kekuatan semula. Kalau tidak, orang yang nekad menantang matahari memang berpeluang menjadi buta.

Karena itu sehari-harinya silau pancaran matahari selalu dihindari. Tetapi ketika gerhana tiba, orang bisa tertarik untuk mengamati wajah sang surya yang sedang berubah menjadi sabit. Lupa daratan pun mungkin terjadi, abai terhadap bahaya.

Soalnya pada saat gerhana, pancaran surya dihalangi sebagian oleh bulan sehingga alam menjadi redup dan pupil mata pun membesar. Tepat di saat orang mendongak ke atas menatap matahari, pupil belum sempat bereaksi, padahal kecerahan permukaan matahari tetap sama dahsyatnya dengan sehari-hari, ukurannya saja yang susut membentuk sabit. Sudah tentu luar biasa besar bahaya kebutaan yang mengancam. Lebih-lebih jika melihat melalui teropong, kamera atau instrumen optik lain yang tidak dimodifikasi, karena ada lensa di situ yang memusatkan cahaya dan sangat meningkatkan bahaya. Jangan pernah melihat gerhana matahari dengan mata telanjang, apalagi dengan teropong atau kamera yang tidak dilengkapi dengan khusus.

Kotak

Kotak Pemantau Gerhana

Kotak Pemantau Gerhana

Tidak usah risau, ada sejumlah cara aman untuk mengamati peristiwa yang belum tentu setahun sekali menyinggahi daerah yang sama. Prinsip yang banyak dipakai ialah bukan melihat langsung tetapi menyaksikan citra matahari pada suatu permukaan. Seperti cara yang lain, tentu dibutuhkan cuaca yang cerah. Sebuah contoh sederhana berwujud kotak karton yang dapat dibuat sendiri (lihat gambar).

Bidang atas seluas kira-kira 30cm x 30cm diberi lubang kecil (sering disebut pinhole) berdiameter sekitar 1 mm pada jarak 5cm dari tepi. Melalui lubang ini, cahaya matahari nanti menerobos untuk membentuk citra pada permukaan dalam di bidang bawah. Makin tinggi ukuran kotak, citra matahari semakin besar. Tetapi demi praktisnya, cukuplah jika tinggi kotak antara 50 sampai 80 cm.

Selanjutnya pada tepi bidang atas dibuat lubang melebar sebagai tempat secukupnya bagi kedua mata untuk mengintip ke dalam kotak. Dalam pemakaian, dengan membelakangi matahari, kotak dipegang sambil mata mengintip ke dalam. Kotak dimiring-miringkan sedikit untuk menemukan arah terbaik yang menghasilkan citra matahari pada bidang bawah.

Dua alasan yang membuat kotak ini aman. Pertama karena lubang kecil hanya membolehkan sedikit pancaran matahari yang masuk. Kedua karena kita mengamati dengan membelakangi matahari, menjauhkan mata dari sorotan sang surya.

Prinsip yang sama juga ditemui di tempat lain. Mereka yang tidak sempat membuat kotak dapat bersiap di bawah pohon yang masih meloloskan sedikit cahaya matahari, sehingga dalam keadaan biasa menampakkan bulatan-bulatan terang di tanah. Coba perhatikan bulatan-bulatan kecil itu, pada saat gerhana matahari bentuknya menjadi sabit. Apabila angin berhembus menggoyang dedaunan, sabit-sabit terang itupun bergerak lucu berkeliaran. ***

Bacaan:

  1. Andrianto Handojo, “Solar eclipse observation: some simple devices”, Applied Optics 28, 4293-4297 (1989).
  2. www.eclipse.org.uk/eclipse/0132009/Jakarta_Indonesia_2009Jan26.png
  3. //hermit.org/Eclipse/2009-01-26/

Kredit foto gerhana: http://en.wikipedia.org/wiki/Solar_eclipse

 Tentang Penulis: Andrianto Handojo

Andrianto Handojo Andrianto Handojo mengajar pada Program Studi Teknik Fisika ITB sejak tahun 1980 dan mulai tahun 1999 menjadi guru besar dengan bidang keahlian optika. Andrianto Handojo mengajar sebagai guru besar dengan bidang keahlian optika pada Program Studi Teknik Fisika ITB, tetapi secara umum menyukai fisika, gemar membaca dan ingin berbagi keingin-tahuannya lewat ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
  • vhina
    kenapa kok sekarang gerhana matahari dan bulan terjadi satu tahun sekali ??
  • Vidya W.
    Terima kasih sdh berbagi ilmu, mohon diijinkan meng-copy utk tugas keponakan yg kls 3 SD.
  • Andrianto Handojo
    Saya senang jika isi artikel dipandang bermanfaat. Untuk keperluan belajar, silakan jika ingin membuat salinan (copy). Sementara itu jika salinan akan dipakai dalam tulisan lain, tata cara perujukan dan aturan netsains.com kiranya perlu diikuti.
  • Lilis
    Nama saya Lilis tinggal di Dago, BDG. Saya melihat langsung gerhana matahari tampa memakai pelindung mata pada tgl 15.01 2010 jam 14;40 bahkan saya mengamera dengan menggunakan hp.
    Apakah yang saya lakukan bisa mengakibat kan kebutaan? Kira kira keruksakan pada mata akan terjadi kapan setelah melihat langsung gerhana matahari??
    Mohon penjelasan dari bapak, terimakasih
  • Andrianto Handojo
    Wah, Lilis sudah mengambil risiko besar dengan melihat langsung. Mudah-mudahan tidak menyebabkan suatu efekpun dan mata Lilis tetap sempurna.

    Kemungkinan kerusakan tergantung pada kekuatan cahaya dan bentuk citra pada retina. Jika penyebabnya adalah matahari yang berbentuk sabit di saat gerhana, dapat timbul kerusakan yang juga berbentuk sabit. Jika ini terjadi dan mata dipakai melihat, ada sabit gelap dalam pandangan, seukuran sabit matahari yang sudah diamati. Kekuatan cahaya yang sangat kuat pada waktu mengamati gerhana bisa mengakibatkan kerusakan yang lebih besar (jadi harus selalu hati-hati jika ingin melihat gerhana).

    Sekali lagi, mudah-mudahan itu tidak terjadi pada Lilis. Untuk memeriksa sendiri, coba dari jarak sekitar 3 meter lihat suatu dinding luas yang putih bersih. Jika semua terlihat serba putih (mudah-mudahan demikian), artinya tidak ada masalah.

    Jika ingin lebih yakin, Lilis dapat berkunjung dan bertanya pada dokter mata.
  • Fauzan S. R
    wus... baru tahu saya ,, saya kira cuma mitos.. hari ini ada gerhana matahari tapi tertutup mendung.tadinya sih pengen merekam nya lewat kamera ponsel buat kenangan.soalnya belum pernah liat gerhana matahari sekalipun (live)
  • eri
    hari ini tanggal 15 januari 2010, jam 14.45 wib terjadi gerhana matahari di NANGGROE ACEH DARUSSALAM.......
  • fauzi
    keren..kira2 di TIM bisa ngeliat secara langsung ga om?
  • Andrianto Handojo
    Apakah di TIM ataukah di luar pagar TIM atau lebih jauh dari itu, jika memang dilewati oleh gerhana matahari tentu dapat melakukan pengamatan asal mengikuti cara aman yang sudah dijelaskan.

    Keuntungan di area planetarium TIM tentunya ada petugas atau ahli yang dapat memberikan petunjuk dan keterangan yang perlu.
  • Pak,bgaimana menurut bapak jika melihat G.matahari itu dg kaca bening yg dibutakan dg asap hitam sprti asap lampu dinding..,apakh itu berbahaya atau dpt mengurangi resiko..?
  • Andrianto Handojo
    Pertanyaan bagus Endy. Kaca bening yang dihitamkan dengan jelaga dari api minyak pada prinsipnya memang meredam cahaya, tetapi setidaknya ada dua persoalan besar di sini.

    Yang pertama, apakah jelaganya sudah cukup tebal? Jangan-jangan baru sekilas kena asap sehingga hitamnya baru samar saja. Perlu diketahui, melihat matahari dengan mata baru aman jika cahayanya dilemahkan 10.000 kali, artinya cahaya yang sampai ke mata hanya boleh maksimum 0,0001 kali kekuatan semula. Tidak aman jika lebih terang dari pada 0,0001 kali. Dapatkah menjamin bahwa jelaga yang terbentuk pada kaca sudah memenuhi syarat tersebut?

    Yang kedua, mungkin saja jelaga sudah cukup tebal pada satu daerah kecil kaca, tetapi bagaimana dengan bagian kaca yang lain? Jika dilakukan dengan mesin khusus mungkin bisa, tetapi jika dengan tangan, apakah terjamin bahwa seluruh kaca sudah berlapis jelaga yang sama tebal?

    Oleh karena itu, kaca yang dilapis jelaga sangat tidak dianjurkan untuk dipakai mengamati gerhana matahari.
  • menarik..
  • violanda
    saya sangat terkesan dengan adanya gambar gerhana matahari. dengan adanya gerhana matahari saya dpt melihat secara baik dan dpt menguasai isi ringkasan/bacaan di atas. TERIMA KASIH
  • Andrianto Handojo
    Violanda,
    Tamasya alam yang menarik untuk disaksikan dan dipahami tidak hanya gerhana matahari. Sehari-hari sudah kita saksikan birunya langit siang dan merahnya senja. Lihat tulisan baru: Warna Warni Langit Kita.
  • Choky sitohang
    alhamdulilah...
    ini adalah kebesaran tuhan yang maha esa
    maka kita akan mensyukuri semua yg allah telah ksh...

    oia pak sy mw tw lg ttg gerhana apa di bulan 2010 akan terjadi lagi...

    klo gerhana bulan total dan gerhana matahari itu setiap berapa tahun sekali si pak...

    saya mw tw dong pak

    oia pak sy udh bc pak yg td...
    mksh ya pak
  • Andrianto Handojo
    Choky,

    Gerhana matahari itu rata-rata terjadi dua kali dalam setahun, tapi bentuknya macam-macam, ada gerhana sebagian, ada gerhana cincin dan ada gerhana total. Di samping itu, tidak setiap gerhana matahari dapat dilihat dari bumi Indonesia.

    Berikut daftar gerhana matahari yang masih ada di tahun 2009 dan yang akan terjadi di tahun 2010:

    22 Juli 2009 Gerhana Matahari Total: secara sebagian (bukan total) masih dapat diamati dari bagian utara pulau Sumatera, utara Kalimantan, utara Sulawesi, Maluku dan Papua.

    15 Januari 2010 Gerhana Matahari Cincin: secara sebagian (bukan ciccin) masih dapat diamati dari seluruh Sumatera, seluruh Kalimantan, pulau Jawa kecuali Jawa Timur, bagian utara Sulawesi.

    11 Juli 2010 Gerhana Matahari Total: di Samudera Pasifik, sama sekali tidak dapat diamati dari Indonesia.

    Sementara itu gerhana bulan masih akan terjadi 3 kali di tahun 2009 ini dan 2 kali di tahun 2010. Salah satu yang menarik ialah Gerhana Bulan Penumbra pada penutup tahun 31 Desember 2009. Bulan tidak gelap total tetapi redup merah dan dapat diamati dari hampir seluruh Indonesia.

    Jika ada yang kurang jelas, silakan bertanya lagi.

    Bacaan: http://eclipse.gsfc.nasa.gov/eclipse.html
  • leo
    baru-baru ini kan telah terjadi gerhana matahari,begitu besarnya matahari tetapi kenapa lokasi terjadinya gerhana hanya sebagian wilayah kecil saja, mengapa
  • Andrianto Handojo
    Terima kasih atas pertanyaan Leo yang bagus.

    Gerhana matahari terjadi karena ada bulan yang yang lewat persis di antara bumi dan matahari, sehingga menghalangi cahaya dari matahari. Tetapi ukuran bulan itu relatif tidak besar, diameternya "hanya" seperempat lebih (0,27 kali) dari diameter bumi. Karena itu tidak seluruh cahaya matahari dihalangi oleh bulan dan akibatnya sebagian wilayah bumi saja yang menikmati peristiwa gerhana.

    Sudah sebagian, sebentar lagi. Biasanya di suatu lokasi, puncak gerhana hanya berlangsung beberapa menit, karena bumi berpusing pada sumbunya, bulan beredar terus di sekeliling bumi, dan bumi bergerak pula di sekeliling matahari. Akibatnya aksi bulan yang menghalangi itu lekas selesai.

    Oleh karenanya jika ada kabar akan terjadi gerhana matahari, orangpun bersiap menyerbu tempat yang akan dilewati.
  • ista
    kalau disuatu tempat itu bisa terjadi gerhana selama berapa tahun sekali yach?
  • Andrianto Handojo
    Maaf tidak cepat menangggapi.

    Keterangan untuk Choky di bawah ini mudah-mudahan bisa menjelaskan. Jika tidak, harap bertanya lagi.
blog comments powered by Disqus