Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 suara, nilai: 5,00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Feromon Seksual, Mitos atau Fakta?

25012008171102man_3girls_celebratingSetengah abad setelah penemuan tentang feromon pada hewan, ilmuwan akhirnya menemukan keberadaan zat itu juga pada manusia. Feromon adalah zat kimia yang meningkatkan kehidupans seks mahluk hidup, begitu dikatakan. Hewan menggunakan feromon untuk komunikasi nonverbal, menyampaikan sinyal kimia melalui udara. Ini mereka lakukan juga untuk menandai daerah kekuasaannya.

Adalah Peter Karlson dan Martin Lüscher yang pertamakali memperkenalkan istilah feromon di tahun 1959, untukmewakili zat yang dipancarkan oleh hewan dan mendeteksi keberadaan spesies yang sama. Tristram Wyatt dari University of Oxford menulis di jurnal Nature terbaru, sejak itu ditemukan zat sejenis pada banyak jenis hewan, termasuk mamalia. Apakah benar pada manusia juga terdapat feromon?

Belum Pasti

Sedangkan menurut Charles Wysocki ilmuwan neurosains dari Monell Chemical Senses Center in Philadelphia, mereka bisa mendemontrasikan pengaruh dari feromon, tapi tak bisa menguraikan identitas zat kimia itu dan apa yang menyebabkannya.

“Kalau kita cari kata feromon pada Google, hasilnya memang jutaan, tapi tak ada penjelasan pastinya,” jelas Wyatt. Hanya disebutkan bahwa feromon memicu perubahan perilaku dan psikologis.

Ilmuwan sudah mempelajari apa saja yang mereka kira adalah pengaruh dari feromon manusia, termasuk studi pada komponen ekstrak ketiak perempuan. Studi terkini juga menemukan bahwa kaum perempuan bisa mengendus intensi seksual lelaki.

Ada juga riset yang menyatakan bahwa nenek moyang primata memiliki lebih baik kemampuan melihat warna, tapi tak mempunyai gen bernama penerima vomeronasal organ (VNO). Hewan lain yang bukan primata menggunakan organ tubuh untuk mendeteksi feromon.”Mungkin itu sebabnya manusia tak punya organ pendeteksi feromon, melainkan mengandalkan kemampuan visual,” ujar Wyatt.

Mungkin ini juga ya penyebab kenapa kita tertarik pada lawan jenis?

Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience.com
foto:thealphaimpact.com

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 3 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.