Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Kenapa Orang Lansia Membenci Pesta Bising?

Tahun baru identik dengan pesta, musik kencang, suara bising terompet atau bahkan petasan. Tidak bisa menerima semua kebisingan itu? Nah, kalau itu sih perkaranya dengan otak kita. Ya, orang yang tak bisa menetralisir suara bising berarti memiliki kelemahan dalam mengontrol suara dari telinga dan mengolah informasi ke otak.

Itulah sebabnya ada sebagian orang yang membenci pesta berisik. Mereka sulit mendengar percakapan di tengah musik keras. Ini juga terkait dengan faktor usia, lebih tepatnya sebagai pertanda mulai kehilangan kemampuan mendengar.

Apa kaitan usia dengan kemampuan mendengar? Itulah yang selama ini dicaritahu oleh ilmuwan, termasuk Robert Frisina dari the University of Rochester, New York.
Ilmuwan sudah paham bahwa otak tidak hanya menerima sinyal dari telinga, tapi juga mampu berkomunikasi dengannya. Ketika ada terlalu banyak kebisingan, maka sirkuit pengontrolnya membuat kebisingan itu berkurang dengan mengurangi sinyal yang masuk ke otak. “Sistem ini membantu pendengaran yang sensitif terhindar dari kerusakan akibat suara bising berlebihan. Sama seperti radio yang bisa mengontrol suaranya sendiri,” jelas Frisina.

Melemah

Sistem ini juga yang memungkinkan kita bisa tetap mendengar orang berbicara walau di tengah pesta yang bising. Namun kemampuan ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Mulai usia 38-52 tahun, kemampuan tersebut akan melemah. Pendengaran makin memburuk saat kita berusia 62 tahun. Hal yang sama berlaku juga pada tikus eksperimen saat sel tertentu pada otak mereka dikurangi, maka kemampuan menetralisir kebisingan juga melemah.

Nah, maka jangan heran kalau orang lanjut usia tidak suka pada pesta dengan musik keras dan bising. Maka sebaiknya kalau pesta jangan terlalu menganggu tetangga sebelah. Siapa tahu mereka adalah orang lanjut usia yang btuh ketenangan.

Diterjemahkan secara bebas dari Associated Press
Foto:www.geocities.com/incoharper/party.jpg

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 1 Orang paling keren sudah memberi komentar disini

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.