Tahun baru identik dengan pesta, musik kencang, suara bising terompet atau bahkan petasan. Tidak bisa menerima semua kebisingan itu? Nah, kalau itu sih perkaranya dengan otak kita. Ya, orang yang tak bisa menetralisir suara bising berarti memiliki kelemahan dalam mengontrol suara dari telinga dan mengolah informasi ke otak.
Itulah sebabnya ada sebagian orang yang membenci pesta berisik. Mereka sulit mendengar percakapan di tengah musik keras. Ini juga terkait dengan faktor usia, lebih tepatnya sebagai pertanda mulai kehilangan kemampuan mendengar.
Apa kaitan usia dengan kemampuan mendengar? Itulah yang selama ini dicaritahu oleh ilmuwan, termasuk Robert Frisina dari the University of Rochester, New York.
Ilmuwan sudah paham bahwa otak tidak hanya menerima sinyal dari telinga, tapi juga mampu berkomunikasi dengannya. Ketika ada terlalu banyak kebisingan, maka sirkuit pengontrolnya membuat kebisingan itu berkurang dengan mengurangi sinyal yang masuk ke otak. “Sistem ini membantu pendengaran yang sensitif terhindar dari kerusakan akibat suara bising berlebihan. Sama seperti radio yang bisa mengontrol suaranya sendiri,” jelas Frisina.
Melemah
Sistem ini juga yang memungkinkan kita bisa tetap mendengar orang berbicara walau di tengah pesta yang bising. Namun kemampuan ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia. Mulai usia 38-52 tahun, kemampuan tersebut akan melemah. Pendengaran makin memburuk saat kita berusia 62 tahun. Hal yang sama berlaku juga pada tikus eksperimen saat sel tertentu pada otak mereka dikurangi, maka kemampuan menetralisir kebisingan juga melemah.
Nah, maka jangan heran kalau orang lanjut usia tidak suka pada pesta dengan musik keras dan bising. Maka sebaiknya kalau pesta jangan terlalu menganggu tetangga sebelah. Siapa tahu mereka adalah orang lanjut usia yang btuh ketenangan.
Diterjemahkan secara bebas dari Associated Press
Foto:www.geocities.com/incoharper/party.jpg



duh pantesan kakek2 tetangga sebelah galak banget kalo gue nongkrong sambil gitaran di depan rumahnya heheheh…