Beranda > Artikel > Pendekatan ’Halus’ dalam Melawan Bakteri

Pendekatan ’Halus’ dalam Melawan Bakteri

Rabu, 12 Nopember, 2008 oleh Fajar Ramadhitya Putera

Selama ini para ilmuwan bidang kesehatan seakan saling berkejaran dengan bakteri dalam melakukan inovasi. Ketika para ilmuwan mengembangkan obat-obat antibiotik baru, bakteri pun mengembangkan kemampuan resistensi yang lebih tangguh. Meski selama ini cukup banyak diandalkan, boleh jadi di masa datang obat-obat antibiotik bukan lagi menjadi pilihan amunisi utama yang digunakan dalam peperangan melawan infeksi bakteri.

Pendekatan yang digunakan dalam melawan infeksi bakteri selama ini masih berkisar pada penggunaan obat-obat kemoterapi. Ketika bakteri menjadi kebal terhadap suatu obat, dikembangkanlah obat-obat antibiotik dari kelas yang baru dengan struktur kimia dan mekanisme kerja yang berbeda untuk melawan bakteri tersebut. Namun pada saat ini semakin banyak bakteri yang kebal terhadap antibiotik, atau bahkan malah mampu mengonsumsinya. Lalu bagaimana lagi manusia dapat melindungi diri dari infeksi bakteri?

Menghambat Komunikasi Bakteri

Para peneliti kemudian mencoba menemukan cara untuk menghambat komunikasi antar bakteri (quorum quenching). Pendekatan quorum quenching didasari oleh penemuan bahwa sebagian bakteri seperti Clostridium difficile, Pseudomonas aeruginosa atau Vibrio harveyi hanya menimbulkan penyakit jika membentuk koloni dan berkomunikasi satu sama lain dengan semacam sinyal kimia (auto inducer).

Penghambatan komunikasi bakteri dilakukan dengan menggunakan zat kimia yang berfungsi menghambat penyebaran sinyal kimia yang biasanya digunakan oleh bakteri. Senyawa N-acyl homoserine lactone (AHL) adalah satu kelompok sinyal quorum sensing pada bakteri gram negatif yang mengatur sejumlah fungsi biologis seperti sifat patogen dan pembentukan biofilm. Sementara bakteri gram positif menggunakan molekul berbasis peptida untuk saling berkomunikasi.

Bila dibandingkan dengan pengobatan konvensional yang menggunakan antibiotik, pendekatan ini bersifat lebih ramah karena tidak dimaksudkan untuk membunuh bakteri, tetapi hanya mencegah bakteri untuk berkumpul dan menyebarkan penyakit. Untuk AHL misalnya, sejumlah organisme seperti Bacillus thuringiensis atau Bacillus cereus diketahui mampu menghasilkan laktonase yang dapat menguraikan AHL sehingga menghambat komunikasi antar bakteri. Namun demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mekanisme kerja senyawa penghambat quorum sensing ini dan upaya penerapannya pada terapi infeksi bakteri.

Seperti diketahui, penggunaan antibiotik secara serampangan adalah faktor utama yang menyebabkan fenomena resistensi bakteri terhadap antibiotik. Maka solusi jangka pendek untuk melawan infeksi bakteri adalah mengkampanyekan penggunaan obat rasional, khususnya obat-obat antibiotik untuk mencegah meluasnya resistensi bakteri.

foto:tenafly.k12.nj.us

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
(Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Info Tulisan

Fajar Ramadhitya Putera
Banner

5 Komentar untuk “Pendekatan ’Halus’ dalam Melawan Bakteri”

  1. wah, sebuah artikel konklusi dari 2 artikel sebelumnya :D Saya mulai bisa melihat benang merah diantaranya.

  2. Lho memang Fajar ini pakarnya bakteri lho. Makanya jangan main2 sama dia. Viva Fajar!

  3. Iya, saya sendiri baru menyadari ternyata dunia bakteri itu menarik juga untuk diselami. Bahkan bisa belajar dari bakteri.

  4. wah Pastinya seru tuch ada duel bakteri vs manusia
    duel yang bermanfaat dan meningkatkan wawasan bereksperimen. tak mao kalah satu sama lain :p

  5. Betul sekali Shelvi, peperangan melawan infeksi bakteri memang masih berlangsung sampai saat ini. Saling meningkatkan kompetensi diri, hehe..

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>