Beranda > Artikel > Pecandu Acara TV Cenderung Tidak Bahagia

Pecandu Acara TV Cenderung Tidak Bahagia

Sabtu, 15 Nopember, 2008 oleh Merry Magdalena

Seberapa lama kita menonton acara TV dalam sehari? Apakah Anda termasuk pecandu TV? Ternyata makin lama kita terhipnotis di depan TV, justru pertanda kita tidak bahagia. Sebuah fakta menyakitkan ya.Tapi begitulah menurut studi John Robinson dan Steven Martin dari  the University of Maryland. Mereka telah menganalisa 30.000 orang dewasa selama 30 tahun, sejak tahun 1975 hingga 2006 melalui  General Social Survey (GSS).

Hasilnya adalah, orang yang bahagia lebih aktif secara sosial, menghadiri lebih banyak kegiatan keagamaan, menyampaikan pendapat, dan membaca lebih banyak koran. Kondisi itu kontras dengan orang yang tak bahagia dimana mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan menonton TV.

Kecanduan

“Data ini menunjukkan bahwa acara TV menghadirkan kesenangan jangka pendek, tapi memicu penderitaan jangka panjang,” jelas Robinson. Ia juga menyebutkan pada survei-survei terdahulu memperlihatkan bahwa acara TV berkaitan dengan waktu luang. Normalnya orang menonton TV ketika tak ada kesibukan lain. Hubungan antara lamanya menonton TV dengan kebahagiaan bisa juga dilihat dari seberapa jauh seseorang menikmati acara tersebut.

Ternyata orang yang tidak bahagia menghabiskan waktu di depan TV 20% lebih banyak dari mereka yang bahagia. Ini erat hubungannya dengan rasa kecanduan menonton TV. Profesor Martin mengatakan, “Aktivitas kecanduan menghasilkan kesenangan sementara tapi penderitaan jangka panjang. Orang yang lemah cenderung mudah mengalami kecanduan.

Diterjemahkan secara bebas dari Livescience.
Foto:frankmedia.com.au

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
(Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Info Tulisan

Merry Magdalena
Penulis: Merry Magdalena
Tanggal: Sabtu, 15 Nopember, 2008
Tipe Tulisan: Artikel
Kategori:

Cetak Artikel Ini



Biografi Singkat:
Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Ia adalah moderator milis Technomedia yang membernya sejumlah pakar TI, pengamat Iptek, jurnalis, bahkan Menristek dan Menkominfo. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi. Konsennya terhadap dunia Iptek melahirkan Netsains.com yang dirintisnya bersama teman-teman. Kini ia sedang berusaha keras menyelesaikan beberapa buku lagi sembari terus menjadi jurnalis dan mengelola Netsains.com dan www.qbheadlines.com.

Tulisan Terkait:

Banner

3 Komentar untuk “Pecandu Acara TV Cenderung Tidak Bahagia”

  1. wakakakak :D pukulan berat buat pecandu sinetron :D

  2. waduh kalo nonton berita gimana? gw sich lebih suka nonton metrotv heheheh

  3. Betul…
    kata orang bule - “TV kills you”
    Kata Alfred Hitchcock - “Television has brought back murder into the home - where it belongs.”

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>