Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Pecandu Acara TV Cenderung Tidak Bahagia

Seberapa lama kita menonton acara TV dalam sehari? Apakah Anda termasuk pecandu TV? Ternyata makin lama kita terhipnotis di depan TV, justru pertanda kita tidak bahagia. Sebuah fakta menyakitkan ya.Tapi begitulah menurut studi John Robinson dan Steven Martin dari the University of Maryland. Mereka telah menganalisa 30.000 orang dewasa selama 30 tahun, sejak tahun 1975 hingga 2006 melalui General Social Survey (GSS).

Hasilnya adalah, orang yang bahagia lebih aktif secara sosial, menghadiri lebih banyak kegiatan keagamaan, menyampaikan pendapat, dan membaca lebih banyak koran. Kondisi itu kontras dengan orang yang tak bahagia dimana mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan menonton TV.

Kecanduan

“Data ini menunjukkan bahwa acara TV menghadirkan kesenangan jangka pendek, tapi memicu penderitaan jangka panjang,” jelas Robinson. Ia juga menyebutkan pada survei-survei terdahulu memperlihatkan bahwa acara TV berkaitan dengan waktu luang. Normalnya orang menonton TV ketika tak ada kesibukan lain. Hubungan antara lamanya menonton TV dengan kebahagiaan bisa juga dilihat dari seberapa jauh seseorang menikmati acara tersebut.

Ternyata orang yang tidak bahagia menghabiskan waktu di depan TV 20% lebih banyak dari mereka yang bahagia. Ini erat hubungannya dengan rasa kecanduan menonton TV. Profesor Martin mengatakan, “Aktivitas kecanduan menghasilkan kesenangan sementara tapi penderitaan jangka panjang. Orang yang lemah cenderung mudah mengalami kecanduan.

Diterjemahkan secara bebas dari Livescience.
Foto:frankmedia.com.au

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 7 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

  • Didik Wicaksono mengatakan:

    wakakakak :D pukulan berat buat pecandu sinetron :D

  • Ghustie Samosir mengatakan:

    waduh kalo nonton berita gimana? gw sich lebih suka nonton metrotv heheheh

  • Putu Adi mengatakan:

    Betul…
    kata orang bule – “TV kills you”
    Kata Alfred Hitchcock – “Television has brought back murder into the home – where it belongs.”

  • wil mengatakan:

    kalo nontonya berita sih ok
    tapi kalo nontonnya cuma sinetron ya bisa bikin hancur bangsa,ceritanya sering dilebih-lebihkan, temanya itu-itu juga nggak ada yg laen,….ancur banget!
    sinetron adalah pembodohan bangsa,
    KECUALI sinetron-nya Mas Deddy Mizwar

    nonton Tv….nonton TV berkali-kali, bisa bengkak mata!

  • Desti mengatakan:

    televisi jg merupakan sumber berita loh…, tapi porsinya harus lebih seimbang antara tv dan sosialisasi bareng teman2.
    biar gosip2 yang beredar sekarang, bisa kita omongin bersama bahan pembicaraan gt.

  • andreyan mengatakan:

    wahhh…siip ne gue setuju lok kecanduan tv itu memang gak baik banget, selain memakan waktu banyak juga meng up-kan rekening listrik..he3x.
    namun hal yang terpenting bahwa banyak yang terhipnotis oleh kehidupan yang telah di tayangkan oleh telivisi, baik dari segi moralisme, sosialisme, bahkan gaya hidup. karena acara yang ditayangkan sekarang jauh berbeda dengan acra duhulu yang mana, acara sekarang lebih banyak menampilkan “kejar tayang”, bukan memperhatikan nilai yang akan disiratkan didalamnya.

  • kangpriyanto mengatakan:

    untungnya dah sebulan ini tv gak dipasang. emang kerasa sih, hidup lebih tenang tanpa dihantui berita tentang pembunuhan, bom, pejabat korup, bencana alam…

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.