Beranda > Artikel > Alam Pengaruhi Jatuh Bangun Dinasti

Alam Pengaruhi Jatuh Bangun Dinasti

Jumat, 7 Nopember, 2008 oleh Merry Magdalena
China

China

Jatuh bangunnya kerajaan dan dinasti ternyata sangat terkait dengan kondisi alam. Mengapa bisa begitu?Temuan stalagmit di sebuah gua di China menjadi petunjuk berakhirnya sejumlah dinasti bersejarah China. Stalagmit tersebut terbentuk dari mineral tetesan air selama 1.810 tahun. Kandungan kimia di dalam batu itu mewakili kisah siklus monsoon yang memenuhi kebutuhan air jutaan orang.

Dari temuan ini bisa diprediksikan bahwa peiode kekeringan yang melanda telah melenyapkan Dinasti Tang, Yuan dan Ming. Demikian seperti yang dipublikasikan di jurnal Science teranyar.

Tim ilmuwan yang dipimpin Pingzhong Zhang dari Lanzhou University , China, ini menyebutkan bagwa perubahan siklus di sekitar tahun 1960 mengindikasikan gas rumah kaca yang dilpicu aktivitas manusia telah mempengaruhi monsoon secara dominan.

Jatuh Bangun

Gua Wanxiang yang ditemukan berada di provinsi Gansu, dimana 80% curah hujannya terjadi antara Mei dan September. Konsentrasi kimiawi di stalagmitnya mengindikasikan serangkaian fluktuasi yang terjadi dari satu abad ke abad selanjutnya, mirip dengan rekaman yang ada di Zaman Es di Eropa.

Ada fluktuasi panjang selama tahun 190 dan 530, saat dinasti Han berakhir. Sedangkan dari tahun 530 hingga 850 terjadi penurunan monsoon yang diperkirakan adalah penyebab berakhirnya Era Disunity, Dinasti Sui dan Dinasti Tang. Ilmuwan menemukan bahwa setelah tahun 1020, monsoon cenderung menguat hingga kembali drop di tahu 1340 dan 1360.

Periode musim kering di abad ke-9 sangat berkotribusi pada melemahkan Dinasti Tang dan suku bangsa Maya di Mesoamerika. Kondisi yang sama juga dialami lima dinasti lain dan 10 kerajaan. Kuatnya monsoon juga berkontribusi pada percepatan masa panen padi, populasi dan stabilitas yang terjadi pada Dinasti Song di bagian utara.

Diterjemahkan secara bebas dari Associated Press.
Foto:archrecord.construction.com

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
(Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Info Tulisan

Merry Magdalena
Penulis: Merry Magdalena
Tanggal: Jumat, 7 Nopember, 2008
Tipe Tulisan: Artikel
Kategori:

Cetak Artikel Ini



Biografi Singkat:
Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Ia adalah moderator milis Technomedia yang membernya sejumlah pakar TI, pengamat Iptek, jurnalis, bahkan Menristek dan Menkominfo. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi. Konsennya terhadap dunia Iptek melahirkan Netsains.com yang dirintisnya bersama teman-teman. Kini ia sedang berusaha keras menyelesaikan beberapa buku lagi sembari terus menjadi jurnalis dan mengelola Netsains.com dan www.qbheadlines.com.

Tulisan Terkait:

Banner

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>