Beranda > Artikel > Tertunda, Misi ke Planet Merah

Tertunda, Misi ke Planet Merah

Sabtu, 18 Oktober, 2008 oleh Merry Magdalena

Eropa menunda misi ke Mars hingga lebih dari dua tahun. Pesawat jelajah antariksanya, ExoMars, tidak akan diluncurkan hingga tahun 2016 akibat tingginya biaya yang diperlukan. Konon anggaran sebesar 1,2 miliar Euro itu terlalu mahal bagi pemerintah negara pendukungnya. Mereka telah meinta agar anggaran itu dikurangi. Opsi lain adalah melibatkan negara lain, bisa Amerika atau Rusia.

“Itu cara untuk mengurangi sedikit kebanggaan tapi tidak mengurangi kemampuan ilmiah,: komentar juru bicara European Space Agency (Esa) Franco Bonacina seperti yang dilansir BBC News.

Yang Kedua

Penundaan ini adalah yang kedualinya bagi misi ExoMars. Penundaan terdahulu adalah dari 2011 menjadi 2013 karena teknisi bermasalah dengan desain awal. Telah disepakati oleh kementrian antariksa bahwa proyek itu hanya membutuhkan dana tak lebih dari 650 juta Euro. Tapi ternyata akhirnya biaya membengkak. Kontraktor utama mereka, Alenia Space, memperkirakan anggaran yang diperlukan mancapai 1,2 miliar Euro.
Karena misi Planet Merah ini hanya bisa dilakukan saat Bumi dan Mars ada di posisi tertentu, maka keberangkatan pesawat harus dilakukan sejak November 2013. Tapi akhirnya tertunda lagi hingga Januari atau Februari 2016. Kini keputusan berada di tangan para petinggi Esa yang akan membahasnya bersama bulan depan.

Penundaan ini sangat mengecewakan ilmuwan antariksa Eripa mengingat ini adalah misi robotik angkasa terbesar yang mereka miliki. Proyek mendarat di Mars dengan robot Beagle 2 tahun 2003 gagal akibat robot tersebut hilang di atmosfer Mars.

Diterjemahkan secara bebas dari BBC News.
Foto: BBC.co.uk

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
(Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Info Tulisan

Merry Magdalena
Penulis: Merry Magdalena
Tanggal: Sabtu, 18 Oktober, 2008
Tipe Tulisan: Artikel
Kategori:

Cetak Artikel Ini



Biografi Singkat:
Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Ia adalah moderator milis Technomedia yang membernya sejumlah pakar TI, pengamat Iptek, jurnalis, bahkan Menristek dan Menkominfo. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi. Konsennya terhadap dunia Iptek melahirkan Netsains.com yang dirintisnya bersama teman-teman. Kini ia sedang berusaha keras menyelesaikan beberapa buku lagi sembari terus menjadi jurnalis dan mengelola Netsains.com dan www.qbheadlines.com.

Tulisan Terkait:

Banner

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>