Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Tertunda, Misi ke Planet Merah

Eropa menunda misi ke Mars hingga lebih dari dua tahun. Pesawat jelajah antariksanya, ExoMars, tidak akan diluncurkan hingga tahun 2016 akibat tingginya biaya yang diperlukan. Konon anggaran sebesar 1,2 miliar Euro itu terlalu mahal bagi pemerintah negara pendukungnya. Mereka telah meinta agar anggaran itu dikurangi. Opsi lain adalah melibatkan negara lain, bisa Amerika atau Rusia.

“Itu cara untuk mengurangi sedikit kebanggaan tapi tidak mengurangi kemampuan ilmiah,: komentar juru bicara European Space Agency (Esa) Franco Bonacina seperti yang dilansir BBC News.

Yang Kedua

Penundaan ini adalah yang kedualinya bagi misi ExoMars. Penundaan terdahulu adalah dari 2011 menjadi 2013 karena teknisi bermasalah dengan desain awal. Telah disepakati oleh kementrian antariksa bahwa proyek itu hanya membutuhkan dana tak lebih dari 650 juta Euro. Tapi ternyata akhirnya biaya membengkak. Kontraktor utama mereka, Alenia Space, memperkirakan anggaran yang diperlukan mancapai 1,2 miliar Euro.
Karena misi Planet Merah ini hanya bisa dilakukan saat Bumi dan Mars ada di posisi tertentu, maka keberangkatan pesawat harus dilakukan sejak November 2013. Tapi akhirnya tertunda lagi hingga Januari atau Februari 2016. Kini keputusan berada di tangan para petinggi Esa yang akan membahasnya bersama bulan depan.

Penundaan ini sangat mengecewakan ilmuwan antariksa Eripa mengingat ini adalah misi robotik angkasa terbesar yang mereka miliki. Proyek mendarat di Mars dengan robot Beagle 2 tahun 2003 gagal akibat robot tersebut hilang di atmosfer Mars.

Diterjemahkan secara bebas dari BBC News.
Foto: BBC.co.uk

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.
blog comments powered by Disqus