Beranda > Artikel > Menjelajah Antariksa dengan Komputer

Menjelajah Antariksa dengan Komputer

Kamis, 16 Oktober, 2008 oleh Ferro Ferizka Aryananda

Teknologi Informasi (TI) berkembang sangat cepat , kemampuan komputasi sebuah keping prosesor terus meningkat tiap tahun dengan harga yang makin affordable , jumlah transistor dalam tiap sentimeter wafer semikonduktor terus bertambah , membuat devices yang ada makin mini bentuknya. Sehingga tren yang terjadi adalah miniaturisasi informasi yang impactnya sudah terasa sekarang , buku 1000 halaman telah berubah menjadi file yang tersimpan berupa angka biner 0 dan 1 yang bahkan kita tidak bisa merabanya , tumpukan binder dokumen perusahaan yang memenuhi rak yang berdebu telah menjadi file yang tersimpan rapi dalam sebuah sistem Sharepoint content management , dan kini , kita telah berhasil membawa alam semesta ini ke dalam PC. Sedikit berpikir saja , what’s next ?

What? universe in a box? Yeah.. Anda tidak sedang bermimpi karena sekarang banyak vendor software yang berinovasi dengan membawa jagat raya ke dalam monitor anda. Mereka adalah sebuah solusi dan jawaban untuk mimpi semua orang yang ingin melihat “langit” , merealisasikan mimpi mereka yang takjub dengan keindahan gugusan bintang malam dan ingin melihatnya lebih dekat, tidak hanya berupa titik putih yang bersinar di sebuah latar belakang hitam.

Anda tidak perlu menaiki kendaraan yang berlari dengan kecepatan 3×108 meter per detik untuk melihat panorama kawah di planet Mars, Anda lakukan hanya menyalakan tombol power PC anda , menunggu 1 menit sampai anda masuk ke sistem operasi Windows favorit anda , kemudian dobel klik di icon program dan.. Bum !! jagat raya ada di hadapan anda. Tidak perlu takut kehabisan stok oksigen atau diculik mahluk asing.

Kemudian selanjutnya kendali ada di tangan anda. Kemana anda mau pergi hari ini ? mars?venus? Black hole mungkin ? semuanya bisa . dan ingin melakukan apa anda hari ini? Menjadi wisatawan luar angkasa? Meneliti struktur penyusun cincin saturnus? Mencari informasi terkait bintang IC-240 ? feel free untuk mengeksplorasi jagat raya yang terus berkembang ini.

Sebelumnya, mari kita lihat keadaan kita, thanks god kita hidup di abad 21 dimana ketebalan diameter teleskop mencapai lebih dari 100 meter dengan gambar hasil capture yang makin tajam , dimana koneksi internet terakselerasi dari kecepatan siput ke skala MagLev Velocity , dimana PC telah ada di 70% rumah tangga dunia ( kali ini , pembaca silakan berterimakasih pada Bill Gates atas idenya 1 home 1 PC J ) dan masih banyak lagi yang harus kita syukuri karena hidup di zaman ini (terutama karena kita tidak perlu naik kuda untuk perjalanan luar kota yang jauh J )

Melihat keadaan yang mendukung ini, orang-orang IT dan astronom mulai berpikir, “Image Teleskop makin tajam, benda-benda langit makin banyak yang terdeteksi dan terdokumentasi , kemampuan computer makin baik, kenapa nggak kita buat teknologi yang jadi ‘perpanjangan tangan’ dari teleskop? it seems cool, bro !? “.ide intinya adalah Imagine the world , dimana tiap kali anda menyalakan PC, anda bisa menjelajah alam semesta hanya dari kursi rumah anda tanpa harus jauh-jauh mengunjungi wahana peneropongan bintang seperti Boscha di Lembang (Bandung) atau membeli binocular (teropong bintang ) pribadi yang harganya bisa membuat anda puasa untuk beberapa hari. Apa artinya ini? Artinya kita memasuki era teknologi universe miniaturization. Saatnya kita bersiap untuk membeli obat anti-ngantuk karena teknologi ini akan membuat anda ketagihan di depan PC.

Indikasi dimulainya era ini adalah, pemain-pemain di lingkup teknologi universe miniaturization ini makin banyak . Saat ini sudah bisa kita temui software universe miniaturization yang memiliki kekhasanya masing-masing. Sebut saja beberapa yang cukup well-known seperti Stellarium dan Sergey Brin dan Larry Page pun ikut bermain dengan membidani kelahiran Google Sky.

Berikut adalah software popular pemain universe On PC

Aspek

World Wide Telescope

Stellarium

Google Sky

Harga

Gratis

Gratis

Gratis

Cara Kerja

Realtime Image yang diambil dari teleskop yang sebenarnya.image yang terdownload akan di-cache dan cache bisa dihapus bila mau.

Hanya Simulasi. Image hanya berupa library yang sudah ada

Web Based berupa library image dan description . atau terintegrasi dengan google Earth yang offline.

Arah Pandang

  • Langit

  • Bumi

( hingga skala atap gedung )

  • Langit

  • Bumi

  • Sky

  • Earth

(with google earth)

Pencitraan

  • DSS

  • X-Ray

  • Hidrogen alfa

  • VLSS

  • Microwave

  • SDSS

  • Extreme Ultraviolet

  • Radio Wave

  • Sinar Gamma

  • Simulasi

  • DSS

  • Infrared

  • Ultraviolet

  • X-ray

Tour

Ada

Tidak Ada

Tidak Ada

Custom Collection

Ada

Tidak Ada

Tidak Ada

Kebanyakan para pemain di atas kerjasama dengan beberapa organisasi astronomi yang sudah well known seperti NASA, IPAC , USNO , WMAP maka bisa dikatakan bahwa software-software di atas adalah software Universe Miniaturization yang dapat diandalkan kredibilitasnya.

Beberapa software mampu membuat kita melihat jagat raya langsung dari sumbernya (teleskop-teleskop raksasa) , bukan Cuma penjelajahan semu diantara library-library image yang disediakan . namun lebih dari itu, gambar yang kita lihat disini ditransfer langsung dari image satelit sehingga zooming akan mencapai titik paling maksimum. So ungkapan “My PC My Telescope” berlaku disini.

Teknologi pencitraan yang ada , dimana tidak hanya berdasar cahaya tampak saja, namun juga banyak jenis spectrum emisi teleskop (dari radio hingga Sinar X ), membuat software universe miniaturization tidak hanya cocok bagi para enthusiast di bidang astronomy , namun juga bagi para geeks-nya astronomi (lecturers, teachers , peneliti ). Para calon peserta olimpiade sains khususnya astronomy juga harus menjadikan ini sebagai software wajib di PC ataupun notebook mereka .

Benar-benar pilihan cerdas untuk menghabiskan malam minggu yang kelabu ,alih-alih pergi hang out bersama teman-teman, kita bisa bereksplorasi di jagat raya sehingga kita bisa belajar hal baru yang menyenangkan, bahkan di WorldWide Telescope yang dikembangkan microsoft memiliki fitur tour hal ini memungkinkan kita bisa menonton tour yang dipandu oleh para astronom dunia .

Ingin tahu tentang Nebula? Pernah mendengar Black hole di percakapan kafe depan kampus bersama teman-teman namun tidak tahu apa itu ? atau mungkin pacar anda yang anak olimpiade fisika bercerita terus tentang sesuatu bernama M81 dan Anda malah mengira kalau itu adalah nama senjata baru di counter strike? Saatnya keluar dari belenggu ketidaktahuan tadi dengan mengikuti tour yang akan dipandu para astronom yang reputable .

foto:.starsnu.org

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
(3 suara, nilai: 2.33⁄5)
Loading ... Loading ...

Info Tulisan

Ferro Ferizka Aryananda
Penulis: Ferro Ferizka Aryananda
Tanggal: Kamis, 16 Oktober, 2008
Tipe Tulisan: Artikel
Kategori: ,

Cetak Artikel Ini



Biografi Singkat:
Mahasiswa Elektro UGM masuk tahun 2006 saat ini tergabung dalam Microsoft Student Partner dan aktif sebagai mahasiswa, pembicara mengenai DotNet , menulis Ebook dan mengerjakan tugas kuliah.

Tulisan Terkait:

Banner

7 Komentar untuk “Menjelajah Antariksa dengan Komputer”

  1. tulisan anda menarik. Tapi agak tidak fair ketika anda membandingkan untuk tidak usah beli teleskop dan hanya melihat pada piranti lunak. Ada excitement yang sangat berbeda ketika anda melihat di software dan anda melihat langsung melalui pengamatan. Mencari objek yang ingin anda kenali di langit, melihat dari teropong walau hanya kelihatan titik atau kelihatan benda kecil saja, itu sangat berbeda dari software. Software peta langit dibuat sebagai panduan sebelum pengamatan, dan panduan untuk menganali setiap objek yang akan tampak malam itu.

    Satu lagi, sepertinya anda tidak banyak mengeksplorasi saat membuat tulisan. Sebagai tambahan stellarium yg diunduh memang berupa library yg sudah ada. tapi kalau anda ingin memberi sebuah kisah yg menarik.. anda bisa mendapatkan bahwa saat ini stellarium sudah dikembangkan oleh ESO untuk memiliki image dan data yg diambil langsung dari pusat database mereka. sama seperti wwt dan google sky.

    Mengapa stellarium hanya simulasi dan tidak ada tour? itu pun tidak dijelaskan yah. Stellarium tidak memiliki tour karena memang dia merupakan piranti peta langit. Sebaiknya anda membahas juga piranti lain untuk mendapatkan gambaran lebih jelas. WWT itu merupakan penggabungan model dari celestia (yg mengutamakan tour langit) maupun deep sky explorer (yg memberi penjelasan detail disertai citra yg pernah diambil). itu aja buat masukan kalau mau nulis. karena dengan memberi diagram perbandingan seperti itu.. hanya seperti memberi petunjuk ada software yg sepertinya lebih baik dari yg lain.

    Kelebihan lain dari stellarium dan google sky dibanding wwt, adalah mereka tidak butuh hardware yg complicated untuk dijalankan. (coba lihat requirement wwt). Selain itu stellarium juga bisa menampilkan image dan gambaran setiap konstelasi berdasarkan kepercayaan beberapa negara dan suku. Ini jadi penting ketika berhadapan dengan publik (terutama anak2) yg masih mengenali langit dari persepsi budaya.

    Masing2 software yg dibuat tentu punya tujuannya sendiri.

  2. sebenarnya di salah satu software tersebut (WWT) terdapat fungsi interop menggunakan ASCOM platfomr sehingga memungkinkan kita untuk menghubungkan teleskop ke PC dan pebneropongan dilakukan bisa via software.dan sebenarnya software ini hanyalah pilihan bagi mereka yang tidak mempunyai teleskop, dan bagi yang punya software ini adalah sebuah partner yang baik.

    terimakasih atas masukannya

  3. oiya mas… yg bisa nyambungin ke teleskop bukan cuma wwt kok. dari dulu rata2 software astronomi bisa disambungkan ke teleskop.

  4. yang pernah aku coba seh baru WWT yah.. so far experience nya bagus juga
    yah semua itu piihan yang baik.. yang terpenting hopefully someday negara kita bisa bikin sistem yang lebih baik.

  5. Wah…Ternyata pengaruh IT tidak hanya mencengkram kajian bioteknologi, namun juga ke astronomi. Kita di bioteknologi, sudah menggunakan IT untuk mengolah gen dan protein. Bahkan kita bisa publish ke jurnal ilmiah, tanpa menggunakan penelitian laboratoris sama sekali.ie. hanya dengan penelitian komputasi. Saya senang melihat bahwa hal yang sama terjadi juga di dunia astronomi. Sebagai sesama ‘tukang ngoprak ngaprek’ komputer, saya dukung langkah anda untuk memperkuat riset di bidang astronoinformatics ini (kalo namanya salah, mohon koreksi)…;)

  6. setau saya di astro indonesia juga ada piranti lunak yg sudah dikembangkan terkait observasi, simulasi kok.

  7. AH, PERCUMA BOK MEREKOMENDASIKAN TELESKOP MA GUE, TANPA TELESKOPPUN AKU BISA LANGSUNG MELIHAT BINTANG ATAU APA YANG ADA DI LUAR ANGKASA SANA.

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>