Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 suara, nilai: 3,00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Kloning Hewan untuk Bahan Pangan?

Kloning hewan, untuk apa kita membutuhkannya? Sebagian besar orang Eropa menerima kloning untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan. Sebanyak 67% beralasan kloning bermanfaat melindungi spesies yang langka. Survei yang dilakukan Eurobarometer ini juga menyatakan bahwa 84% orang tak tahu apa dampak jangka panjang dari kloning.

Hasil polling ini akan membantu para pengambil kebijakan Uni Eropa memahami lebih banyak tentang sikap masyarakat. Mereka juga mempertimbangkan masukan dari European Food Safety Authority (EFSA) tentang keamanan pangan dan European Group of Ethics (EGE) tentang etika.

“Komisi tengah memproses semua analisa tersebut sebelum memutuskan tindakan penting apa yang akan diambil,” jelas Androulla Vassiliou, komisioner kesehatan Uni Eropa. Kloning hewan adalah teknologi menantang di AS dan Eropa untuk meningkatkan kebutuhan pangan. Bahan pangan dari hewan kloning bisa masuk dalam rantai makanan di seluruh dunia. Sampai kini sudah ratusan hewan dikloning. Jerman dan Inggris termasuk negara yang mendukung tindakan kloning.

Masih berdasarkan survei, sebanyak 57% responden berpendapat bahwa kloning hewan akan menghindarkan hewan ternak dari penyakit. Sedangkan 86% mengatakan bahwa industri makanan akan mendapat keuntungan dari teknologi kloning.

Tapi rencana melakukan kloning demi memenuhi kebutuhan pangan ini ditentang habis-habisan oleh kalangan aktivis lingkungan, Eurogroup for Animals. Mereka menyerukan agar Uni Eropa melarang kloning hewan sebagai sumber pangan manusia.

Diterjemahkan secara bebas dari Reuters.

Foto:.npr.org

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 11 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

  • Galing mengatakan:

    kloning hewan untuk mengatasi krisis pangan? apakah bukan menambah krisis? melihat berapa banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan kloning, perlu diketahui Dr.Wilmut sebagai ketua tim kloning domba dolly memerlukan percobaan 277 kali untuk bisa menciptakan Dolly itupun sekarang sudah mati coba berapa klo dirupiahkan??daripada untuk kloning mendingan yang jelas-jelas aja nanem singkong ke, atau tanem jagung kan sudah pasti, ya Ngak…

  • aRfian mengatakan:

    Keuntungan bila pangan menggunakan kloning tentu ada di segi pembiakan.
    Dengan kloning waktu pembiakan dapat ditekan (tidak perlu mengawinkan, menunggu masa hamil,dll), serta peternak tidak perlu repot2 mengawinkan ternaknya dan mengurusi lahiran ternaknya tersebut
    kalau memang biaya untuk kloning bisa ditutup oleh penghematan2 ini… kenapa tidak?

    *tapi kalau anak hewan hasil kloning yang menyusui siapa ya?*

  • nela THP'08 mengatakan:

    masa’ bisa sih? nanti ta tnya ke dosen q aja. biar lebih jelas.

  • aulia mengatakan:

    klo hubungannya kloning sama perkembangan tekhnologi?
    pa dengan perkembangan tekhnologi suatu saat nanti bisa mengkloning manusia?gimana caranya?

  • edi.winarto mengatakan:

    kalau hasil kloning untuk bahan pangan di tentang oleh aktivis lingkungan,eurogroup for animals,kenapa di teruskan,emang apasih dampak lingkungan dari hasil kloning?

  • Raya mengatakan:

    klo hasil kloning untuk tanaman sih aku setuju tapi tuk hewan aku takut dalam agama gak boleh soalnya diambil dari bagian tubuhnya…

  • yesa mengatakan:

    kloning menurutq banyak pengeluaran uang

  • tito hanif mengatakan:

    kloning ?? hha .. ada ada aja . udah tw hewan tu masii baxak , ngapain coba dikloning . buang buang duit aja tw !! lagian blum tentu sekali kloning berhasil . ya gk ??

  • Emmy Basrian mengatakan:

    Tuhan menciptakan makhluknya untuk berkembang biak….lagian menurutku rasanya jijay dech klo makan daging dari hasil kloning..kemudian apakan hewan kloning ini membawa jenis2 penyakit yang aneh2 kita juga ngga tahu..Mending cari yang aman aza.banyak makan buah dan sayur kan beres..disamping sehat juga ngga terlalu banyak ngeluarin uang buat beli daging.

  • Dauz mengatakan:

    yahh..
    gni nih,,,
    mnrut aq kloning 2 g penting
    bner ktna tito hanif…
    kan msh banyak hewan laen…
    hnp mesti kloning???

  • mira mengatakan:

    aq liat di situs2 hewan kloning itu menimbulkan kecacatan dan penyakit. mengapa bisa begitu y??? lalu yang dimaksud cacatnya itu yang bagaimana??? makasih…

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.