Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 suara, nilai: 5,00 ⁄ 5)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik

Hati-hati saja memilih pemimpin, siapa tahu dia cuma pengidap narsis yang berbahaya. Masih ingat studi tentang orang narsis? Kali ini ada lagi studi lain. Pengidap narsisme dikatakan suka sekali mengemban tugas, senang menjadi pemimpin, dan bahkan cenderung menjadi politisi. Tapi bukan berarti mereka adalah pemimpin yang baik. Studi ini juga mengatakan bahwa orang narsis tidak memiliki kelebihan lain dalam bidang kepemimpinan. Melebih-lebihkan kemampuan dan bakatnya, egois, juga sering dilakukan oleh orang narsis. Tapi ingat, narsis ini beda dengan rasa percaya diri yang tinggi. Itu adalah dua hal yang berbeda.

Suka Memimpin

“Orang dengan percaya diri tinggi biasanya sangat konfiden dan menarik, mereka masih punya komponen peduli dengan orang lain,” ujar Amy Brunell, psiklog dari Ohio State University.”Sedangkan kaum narsis hanya terpusat menonjolkan bakat dan kemampuannya tanpa peduli perasaan orang lain.”
Namun tak heran jika orang narsis bisa jadi pemimpin. Mereka suka kekuatan, kekuasaan, egois dan mampu tampil menarik dan sangat terbuka. Masalahnya adalah mereka bukan pemimpin yang baik.

Hasil studi yang dipublikasikan di Personality and Social Psychology Bulletin ini melibatkan 432 pelajar yang mengikuti survei seputar kepribadian. Terlihat bahwa pelajar dengan skor tinggi dalam dimensi narsism, yaitu merindukan kekuasaan, memang terbukti jadi pemimpin kelompok. Studi lain melibatkan 150 orang manajer bisnis yang sudah mengecap pendidikan MBA program.

Brunell yakin bahwa hasil studi itu berlaku juga bagi semua profesi dan aspek kehidupan, mulai dari politisi sampai pebisnis. “Saya tak akan heran jika banyak orang narsis menyalonkan diri sebagai kandidat presiden,” ujar Brunell.

Nah, di masa menjelang Pemilu ini, waspadalah memilih pemimpin bangsa yang narsis!

Diterjemahkan secara bebas dari Livescience.
Foto:dba-oracle.com

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 13 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

  • yadisyahid mengatakan:

    Kalau begitu calon presiden RI 2009 nanti cari orang yang tidak terlalu banyak kampanye diawal :) berikut orang2 yang sudah narsis duluan sebelum masa kampanye dimulai….
    1. Wiranto
    2. Prabowo
    3. Megawati
    4. Sutrisno Bachir
    5. Sutiyoso
    6. Yusuf Kalla
    7. Susilo Bambang Yudhoyono
    8. Rizal Malarangeng

    dan ini nama-nama yang sering diajukan orang tapi belum narsis….
    1. Sultan Hamungkubuwono
    2. Hidayat Nur Wahid
    3. Din Syamsyuddin
    4. Sutanto

    Nah sekarang tinggal tentukan pilihan anda semua…jangan salah pilih!!!

  • atmonadi mengatakan:

    Mungkin perlu dibedakan antara narsis dan orang berpromosi. Kalau narsis saya kira tak kenal tempat dan waktu, bis akapan saja atau sehari-harinya maunya menonjolkan diri. Jadi, perlu juga tuh tes psikologis dari mereka yang sering kampanye diri. Sapa tahu bukan hanya narsis tapi psikopat.

  • Arli Aditya Parikesitarli mengatakan:

    Hahahaha…Kayaknya memang begitu. Kalo gitu pilihan kita makin terbatas nich..:-)

  • Isminov mengatakan:

    merasakan dan membanding-bandingkan kehidupan dulu dan sekarang. jadinya kok saya merindukan pemimpin yang otoriter. Cape dengan demokrasi yang berbelit belit sementara urusan dapur belum ketentuan juntrungannya.

  • Tyo mengatakan:

    Wah, tapi kalo ada pendapat atau ilmu pengetahuan yang dikira bagus untuk disebarluaskan (atau harus malahan), bakalan gak jadi ngeblog dong kalo begitu kenyataannya.

    Wah, pemilu makin susah dong kalo gini caranya…

  • infoGue mengatakan:

    Artikel anda di

    http://psikologi.infogue.com/kaum_narsis_bukan_pemimpin_yang_baik

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!

  • oto2 mengatakan:

    kalo gitu nonjolin kelebihan juga narsis yah? wah cari kerjaan khan mesti promosi diri apa itu termasuk narsis?? kalo nggak nunjukin kelebihan diri nggak bakal dilirik dong jaman sekarang???
    masih bingung???

  • umam mengatakan:

    ya iyalah orang narsiskan sama aja dengan orang sombong lagian juga belum tentu dia seperti apa yang di omongin pas kampanya

  • Defny HolidinDefny Holidin mengatakan:

    Alangkah lebih baik jika dibuat penelitian untuk menggariskan kriteria tegas antara orang “narsis’, “berpromosi”, dan “memiliki percaya diri tinggi”.

  • Satriya Paningit mengatakan:

    Tunggu kedatangannya Satriya Paningit untuk memimpin bangsa ini karena dialah pengganti prabu Hayam Wuruk raja kerajaan Majapahit dengan menyerahkan busur dan anak panahnya ke puncak dia di atas puncak gunung di waktu subuh disaksikan matahari kemerahan

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.