Beranda > Artikel > Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik

Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik

Rabu, 8 Oktober, 2008 oleh Merry Magdalena

Hati-hati saja memilih pemimpin, siapa tahu dia cuma pengidap narsis yang berbahaya. Masih ingat studi tentang orang narsis? Kali ini ada lagi studi lain. Pengidap narsisme dikatakan suka sekali mengemban tugas, senang menjadi pemimpin, dan bahkan cenderung menjadi politisi. Tapi bukan berarti mereka adalah pemimpin yang baik. Studi ini juga mengatakan bahwa orang narsis tidak memiliki kelebihan lain dalam bidang kepemimpinan. Melebih-lebihkan kemampuan dan bakatnya, egois,  juga sering dilakukan oleh orang narsis. Tapi ingat, narsis ini beda dengan rasa percaya diri yang tinggi. Itu adalah dua hal yang berbeda.

Suka Memimpin

“Orang dengan percaya diri tinggi biasanya sangat konfiden dan menarik, mereka masih punya komponen peduli dengan orang lain,” ujar Amy Brunell, psiklog dari Ohio State University.”Sedangkan kaum narsis hanya terpusat menonjolkan bakat dan kemampuannya tanpa peduli perasaan orang lain.”
Namun tak heran jika orang narsis bisa jadi pemimpin. Mereka suka kekuatan, kekuasaan, egois dan mampu tampil menarik dan sangat terbuka. Masalahnya adalah mereka bukan pemimpin yang baik.

Hasil studi yang dipublikasikan di Personality and Social Psychology Bulletin ini melibatkan 432 pelajar yang mengikuti survei seputar kepribadian. Terlihat bahwa pelajar dengan skor tinggi dalam dimensi narsism, yaitu merindukan kekuasaan, memang terbukti jadi pemimpin kelompok. Studi lain melibatkan 150 orang manajer bisnis yang sudah mengecap pendidikan MBA program.

Brunell yakin bahwa hasil studi itu berlaku juga bagi semua profesi dan aspek kehidupan, mulai dari politisi sampai pebisnis. “Saya tak akan heran jika banyak orang narsis menyalonkan diri sebagai kandidat presiden,” ujar Brunell.

Nah, di masa menjelang Pemilu ini, waspadalah memilih pemimpin bangsa yang narsis!

Diterjemahkan secara bebas dari Livescience.
Foto:dba-oracle.com

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars
(Belum ada rating)
Loading ... Loading ...

Info Tulisan

Merry Magdalena
Penulis: Merry Magdalena
Tanggal: Rabu, 8 Oktober, 2008
Tipe Tulisan: Artikel
Kategori:

Cetak Artikel Ini



Biografi Singkat:
Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Ia adalah moderator milis Technomedia yang membernya sejumlah pakar TI, pengamat Iptek, jurnalis, bahkan Menristek dan Menkominfo. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi. Konsennya terhadap dunia Iptek melahirkan Netsains.com yang dirintisnya bersama teman-teman. Kini ia sedang berusaha keras menyelesaikan beberapa buku lagi sembari terus menjadi jurnalis dan mengelola Netsains.com dan www.qbheadlines.com.

Tulisan Terkait:

Banner

7 Komentar untuk “Kaum Narsis: Bukan Pemimpin yang Baik”

  1. Kalau begitu calon presiden RI 2009 nanti cari orang yang tidak terlalu banyak kampanye diawal :) berikut orang2 yang sudah narsis duluan sebelum masa kampanye dimulai….
    1. Wiranto
    2. Prabowo
    3. Megawati
    4. Sutrisno Bachir
    5. Sutiyoso
    6. Yusuf Kalla
    7. Susilo Bambang Yudhoyono
    8. Rizal Malarangeng

    dan ini nama-nama yang sering diajukan orang tapi belum narsis….
    1. Sultan Hamungkubuwono
    2. Hidayat Nur Wahid
    3. Din Syamsyuddin
    4. Sutanto

    Nah sekarang tinggal tentukan pilihan anda semua…jangan salah pilih!!!

  2. Mungkin perlu dibedakan antara narsis dan orang berpromosi. Kalau narsis saya kira tak kenal tempat dan waktu, bis akapan saja atau sehari-harinya maunya menonjolkan diri. Jadi, perlu juga tuh tes psikologis dari mereka yang sering kampanye diri. Sapa tahu bukan hanya narsis tapi psikopat.

  3. Hahahaha…Kayaknya memang begitu. Kalo gitu pilihan kita makin terbatas nich..:-)

  4. merasakan dan membanding-bandingkan kehidupan dulu dan sekarang. jadinya kok saya merindukan pemimpin yang otoriter. Cape dengan demokrasi yang berbelit belit sementara urusan dapur belum ketentuan juntrungannya.

  5. Wah, tapi kalo ada pendapat atau ilmu pengetahuan yang dikira bagus untuk disebarluaskan (atau harus malahan), bakalan gak jadi ngeblog dong kalo begitu kenyataannya.

    Wah, pemilu makin susah dong kalo gini caranya…

  6. Artikel anda di

    http://psikologi.infogue.com/kaum_narsis_bukan_pemimpin_yang_baik

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!

  7. [...] 9, 2008 oleh Arry Akhmad Arman Tulisan dibawah ini saya kutip semuanya dari http://netsains.com/2008/10/kaum-narsis-bukan-pemimpin-yang-baik/.  Mengapa menarik? Pertama, sering ada pendapat bahwa blogger adalah orang-orang yang narsis; [...]

Beri Komentar

Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>