Iklan bentar, yah. Buat maintain server. :)

Netsains.Com on Facebook
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (Belum ada rating)
Loading ... Loading ...
| More

Disini juga iklan bentar, yah...

Awas, Stres Akibat Ekonomi Picu Bunuh Diri!

Di tengah krisis ekonomi global seperti sekarang, jangan heran kalau banyak orang stres. Saham terpuruk, keuangan tak menentu, harga barang melambung. Memang harta bukan segalanya, tapi tak bisa dipungkiri banyak kasus stres bahkan bunuh diri dipicu oleh masalah keuangan.

Loren Coleman, penulis “The Copycat Effect,” yang juga banyak menganalisa kasus bunuh diri, mengingatkan bahwa kasus bunuh diri selalu meningkat selama terjadi stres akibat masalah ekonomi dan sosial.

“Sejumlah studi historis yang dilakukan pakar sosiologi Steven Stack dan lainnya juga menemukan bahwa bunuh diri serta kasus kekerasan lain meningkat dalam periode depresi ekonomi dan perang,” jelasnya.
Walau tak selalu mendorong untuk bunuh diri, namun stres juga mengakibatkan hal-hal berbahaya lain.

Stres memicu tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Stres juga membuat orang melakukan perilaku tak sehat seperti merokok dan minum minuman keras. Saat stres kita cenderung mencari makanan yang enak, cenderung berlemak dan berkolesterol tinggi, juga malas berolahraga. Paduan antara makanan berlemak dan kemalasan inilah yang memicu masalah kesehatan.

Kondisi stres berkepanjangan membuat orang tak lagi berpikir rasional. Mereka akan beralih ke kepercayaan mistis seperti astrologi, angka keberuntungan, arti mimpi, dan sejenisnya. Semua ini mendorong mereka melakukan langkah yang tak logis lagi dan membuat gaya hidup kian terperosok.

Ingin terhindar dari itu semua? Ekspresikan saja stres Anda ke gaya hidup yang lebih sehat.

Diterjemahkan secara bebas dari Livescience.com
Foto:pinkapple.typepad.com

 Tentang Penulis: Merry Magdalena

Merry Magdalena Merry Magdalena adalah mantan jurnalis desk Teknologi Informasi dan Iptek di Sinar Harapan. Ia sempat memenangkan sejumlah penulisan jurnalistik bidang Iptek, Lingkungan dan TI. Di sela kesibukan sebagai jurnalis, Merry juga masih menekuni hobi menulis buku dan berorganisasi di dunia maya. Bukunya yang sudah terbit "Cyberlaw, Tidak Perlu Takut" ditulis bersama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, "Situs Gaul Gak Cuma buat Ngibul" (Gramedia Pustaka Utama, Mei 2009), "UU ITE, Don't be The Next Victim" ... Selengkapnya »
 
  Tautan balik ditutup, tapi anda bisa memberi komentar.

 2 komentar-komentar dahsyat di artikel ini!

  • wiy mengatakan:

    lalu bagaimana solusi lebih lanjut untuk menghilangkan stress dalamkaitannya dengan hidup yang singkat ini

  • Satriya Paningit mengatakan:

    Bunuh diri disebabkan banyak faktor tapi kalau disebabkan putus cinta yang seperti yang dilakukan gadis cantik anaknya direktur samsung di korea dan yang naik tower listrik itu dan budaya harakiri itu bagaimana,apakah karena hasrat duniawi atau kesombongan

 Beri Komentar

1. Isi form Nama, Email, dan Komentar anda dibawah ini
2. Jika anda telah Login, anda hanya perlu mengisi Komentar
3. Kami berhak untuk memoderasi setiap komentar yang anda kirimkan
4. Dimohon untuk selalu menggunakan tata bahasa yang baik dan sopan
5. Dilarang berpromosi atau menaruh iklan di dalam komentar!
6. Dilarang mencantumkan lebih dari 1 link (tautan)
7. Jika melanggar, kami tidak akan menegur. Komentar langsung dihapus atau ditandai sebagai spam.